Sawah kekeringan di belakang kantor UPTB Penyuluh Pertanian.
Foto:Sumeks.

TOMO – Sekitar 600 hektare sawah di Kecamatan Tomo, dibiarkan bera tanpa ditanami padi, imbas dari kekeringan yang melanda kecamatan yang berbatasan dengan Majalengka tersebut. Menurut keterangan UPTB Penyuluh Pertanian, Gazali SP, hanya sawah yang dekat dengan sungai yang dapat ditanami padi.

Dikatakan Gazali, kekeringan yang melanda Kecamatan Tomo sudah terjadi sejak tiga bulan lalu dan hingga saat ini masyarakat masih kesulitan mendapatkan pasokan air untuk sawahnya. Mengantisipasi dampak kekeringan, penyuluh pertanian setempat menyarankan petani agar menanam tembaku.

“Sawah yang tak digarap sekitar 600 hektare, telah disarnkan untuk melakukan penanaman tembakau,” kata Gazali SP kepada Harian Pagi Sumedang Ekspres, Jumat (5/10).

Selain menyarankan menanam tembakau, pihaknya pun dikatakan Gazali, telah memberikan bantuan pompa air untuk mengurangi jumlah kekeringan.“Namun belum semua kelompok tani mendapatkannya,” lanjut Gazali.

Imbasnya, penanaman padi tak dapat dilakukan serentak karena para petani harus menggunakan mesin pompa secara bergiliran. Panjangnya musim kemarau tahun ini, membuat kehawatiran tidak hanya bagi petani, tapi juga Gazali. Gazali menakutkan akan terjadi puso. (cr3)