Home » Tulisan Kang Surahman » APA MANFAATNYA WADUK JATIGEDE BUAT WARGA SUMEDANG ?

APA MANFAATNYA WADUK JATIGEDE BUAT WARGA SUMEDANG ?


Tanggal:  Sat, 24 Apr 2010 03:01:59 WIB

proyek mercusuar jatigede

Kondisi Saat ini Jatigede. (Dok. SumedangOnline)

Bila dilihat dari letak geografis, wilayah Sumedang adalah merupakan daerah yang terletak jauh di atas permukaan laut (bukan dataran rendah), yang memiliki banyak pengunungan dan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga dengan demikian banyak aliran sungai didalamnya. Selain itu di wilayah Sumedang memiliki juga sungai besar seperti : Cipeles, Cilutung, Cimanuk dsb, dengan debit air yang cukup besar.

Daerah Aliran Sungai dari wilayah Sumedang dan sekitarnya itu pada saat ini sedang dibangun Waduk / Bendungan serbaguna (multi purposes) yang bernama “JATIGEDE”. Seperti dalam pidatonya Bupati Sumedang, Proyek Jatigede adalah rencana bendungan yang terbesar dan “terlama” di Asia Tenggara karena sudah hampir 40 tahun lebih masih belum selesai-selesai dibangunnya.

Bila dilihat dari segi teknis, pembangunan Waduk Jatigede itu sebenarnya sangat bergantung kepada Debit Air dan kualitas air sungai yang mengairinya. Maksud dari kualitas air tersebut adalah kandungan “sediment” di dalam air-nya, bila air sungainya keruh itu berarti kandungan lumpur di dalamnya tinggi, sehingga akan mudah mengakibatkan pendangkalan bendungan, dan demikian maka umur (life time) bendungan itu tidak akan lama.

Menurut penelitian para ahli dari Belanda (Delft-Netherlands), sebelum pembangunan Waduk Jatigede, Pemerintah seharusnya membuatkan program Reboisasi terlebih dulu di hulu DAS (daerah aliran sungai), seperti di hulu sungai Cimanuk (daerah Garut dan sekitarnya), sehingga air sungai Cimanuk tidak keruh / mengandung banyak lumpur. Namun nyatanya pada saat ini yang terjadi bila musim hujan, air sungai Cimanuk; sangat keruh kerena mangandung kandungan lumpur yang tinggi akibat erosi tanah dari pengundulan hutan / pembalakan liar di daerah hulu sungai.

Jadi dengan demikian selama hal itu tidak dilakukan maka akan mengakibatkan terhadap bendungan / waduk tersebut nantinya, akan terjadi seperti di Waduk Jatiluhur, pada saat curah hujan tinggi waduk tersebut tidak dapat lagi menampung air sesuai rencana, sehingga terpaksa harus dibuang / dilimpaskan dan akibatnya terjadi banjir di daerah bawah (down-stream) bendungan, seperti yang terjadi banjir di daerah Karawang dan sekitarnya tempo hari.

Proyek Pembangunan Waduk Jatigede adalah merupakan proyek yang pendanaanya melibatkan investor dari LN (China), dengan luas genangannya sekitar 4.122 ha atau hampir meliputi 3 kecamatan (Darmaraja, Wado dan Cadasngampar) yang merupakan daerah subur, kini terpaksa harus direndam / menjadi daerah genangan, untuk tujuan penanggulangan banjir dan untuk mengairi Daerah Irigasi Rentang seluas 90.000 ha, guna mengairi sawah di Kab.Indramayu, Cirebon, Majalengka dan sekitarnya.

Adapun tujuan lainnya selain akan diperoleh Air Baku untuk dijual ke PDAM, selanjutkan akan dapat menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan install capacity sekitar 110 MW, yang akan dikelola oleh Perusahaan Litrik Negara (PLN).

Sehingga dengan adanya Waduk Jatigede yang akan menelan biaya sebesar Rp. 2,2 Triliun itu, sebenarnya tidak banyak yg dapat diperoleh bagi Masyarakat Sumedang, selain harus rela mengorbankan tanah miliknya dengan biaya penggantian yg sudah ditentukan oleh Pemerintah untuk pindah ke daerah sekitarnya atau bahkan disarankan untuk transmigrasi ke luar Jawa.

Benefit / keuntungan lainnya yang mungkin akan dapat dirasakan oleh masyarakat Sumedang  adalah memanfaatkan Waduk / Bendungan untuk tujuan Wisata dan Perikanan-Jaring Terapung, yang mana itupun tentunya hanya akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pemilik modal saja.

Sementara penggantian tunai yang diperoleh dari pemerintah pada saat ini belum tentu sama dengan membeli tanah di tempat lain yg serupa, karena pada saat ini telah terjadi inflasi yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan nilai Rupiah semakin merosot.   Dengan demikian tidaklah mengherankan bila pada saat ini di beberapa daerah timbul bermunculan “rumah hantu” yang tiada lain adalah rumah-rumah “fictive” belaka yang tujuannya hanya untuk memperolah biaya penggantian (ganti rugi) yang lebih besar.

Phenomena ini nampaknya timbul akibat dari ketidakpuasan masyarakat terhadap ganti rugi yang diberikan oleh Pemerintah, namun bagaimanapun toh masyarakat harus rela mengorbankan tanah miliknya demi mensukseskan program pembangunan itu.

Sehingga dengan demikian seharusnya Pemerintah Indonesia dan masyarakat di sebelah bawah bendungan (down-stream) yg telah diuntungkan dengan adanya Waduk Jatigede itu seperti Indramayu, Cirebon, Majalengka dan sekitarnya, seharusnya berterimakasih kepada Masyarakat Sumedang yang telah rela mengorbankan tanah milik / pencahariannya.

Besar harapannya semoga Pembangunan Waduk Jatigede di daerah Sumedang ini akan memberikan keuntungan yang sebesar-besarnya untuk masyarakat Sumedang, dan hal ini tentunya adalah merupakan  sumbangsih terbesar dari masyarakat Sumedang untuk Negara !

SELAMAT HARI JADI SUMEDANG KE-432.

Dubai, 22 April 2010

Salam Sono ti Urang Wado.

(Surahman Sunaryadiputra)

11 Responses

  1. abdul hoerudin says:

    proses pembayaran proyek jati gede kapan mulai lagi?..masyarakat merasa tertindas karena pembayaran belum semuanya di cibogo baru sebagian

  2. Yayan sugianto says:

    Kalau kita bicara soal ikut mensukseskan pembangunan itu bagus,tapi masalahnya apa dan seperti apa hasil yang akan didapat oleh masyarakat yang terkena genangan apabila mereka merelakan tanah mereka untuk suksesnya pembangunan sementara hidup ribuan nyawa harus terkotang katung akibat tidak sesuainya nilai ganti rugi yang diterima,seharusnya pemerintah juga memperhitungkan secara seksama bagaimana nasib rakyat dikemudian hari,jangan cuma mengajak rakyat untuk ikut menyukseskan pembangunan.

  3. iman says:

    Ngomong-ngomong soal jatigede kelihatannya begitu pelik banyak permasalahan yang masih belum terselesaikan khususnya soal ganti rugi bagi tanah miliknya yang terkena genangan proyek jatigede. kamipun sama, merupakan bagian dari warga kecamatan jatigede bagian timur, memang kami tidak terkena rencana genangan waduk jatigede, namun selama ini kami seluruh warga selama bertahun-tahun sangat mendambakan sarana jalan yang layak, yang ada hanyalah jalan licin berlumpur bercapun tanah liat bukannya licin birhotmix. karena sarana jalan bagi warga cintajaya merupakan urat nadi perekonomian warga sebabagai penghasil Mangga Gincu, bila dirata-ratakan kira2 10ton/kk/tahun, sekaligus sebagai petensi daerah sumedang yang mungkin bisa menyamai potensi daerah sumedang lainnya. dan selama ini hanya mengharumkan daerah majalengka, atau mungkin bagi orang tidak tahu di anggap daerah majalengka, karena letak wilayahnya lebih dekat ke jantung kota majalengka ketimbang ke sumedang.
    Kami sebagai warga yang ” awam ” kalau di ibaratkan anak dan orang tua “kami sebagai anak yang baru beranjak dewasa hanya mengharapkan kail yang bagus dan ber kualitas dari seorang ayah yang baik, bukan ikan yang kami dapat, karena sebesar apapun ikan itu kalau kita tida bisa memancingnya, hanya sekali itulah kita bisa menikmati ikan”.
    Inilh sebagai curahan hati waga cintajaya jatigede

  4. shogie says:

    emang orang darmaraja,wado,khusus n orang chiduging n sumedang,balager pa balalager pa balalager teuing,
    anu puguh n mah ngarelaken tanah n d jual hanya demi sepeser uang…yg pasti y tergoda..

  5. YAYAT HIDAYAT says:

    MIKUM JURAGAN MUDAH2HAN ETA BENDUNGAN BURU BURU ANGGES TAPI LAMUN HAYANG SUKSES URANG DUKUNG KU SAKABEH URANG SUMEDANG DA ETATEH PIKEN KAMAJUAN URANG SAKABEH URANG BISA KAWENTAR KA MANA-MANA KU NGARAN ETA BENDUNGAN JEUG DEI URANG JEUNG ANAK INCU URANG BISA MEREN DI GARAWE DI DINYA MEREN ARI AYA MILIK DI DIYAMAH INSYA ALLAH AMIN # 1.URANG BISA NYIEN KOLAM TERAPUNG
    2 .INSPESTOR PASTI DARATANG ARI AMAN MAH
    3 . TEMPAT WSATA PASTI
    4 . TEMPAT NGUSEP YAKIN AYA ARI JADI KITUGE
    5 . NYA JEUNG SAJABANA ANU AYA KAITANA JEUNG
    BEDUNGAN
    6 . DUKUNG WELAH NYA RIZQI PASTI DSATANG

  6. iwan says:

    NUPUGUHMAH RUGI BADAG PIKEUN URANG SUMEDANG MUN ETA BENDUNGAN JADI….. NAON MANGFAATNA PIKEUN URANG SUMEDANG TEU SATIMPAL…………. TEU KAPIKIR JERITNA HATE MASARAKAT ANU CAN KARUHAN KAHIRUPAN ENGKE, PANGUPA JIWA CAN KAROHAN BISA NGOREH DI TEMPAT ANYAR…. KITU OGE MUN PUGUH TEMPATNA/RELOKKASINA…. KUMAHA MUN DIPICEUN KA TEMPAT ANU HARA_HARAEUN….. KACIDA PISAN……..

  7. EMG DULUR” SADAYA ETA MAH SALAH SAHA TADINA…
    NAHA BET BISA DIJADIKEN BENDUNGAN,DI JUAL KU SHAHA ETA…
    AYA NU NGDUKUNG JADINA JADI GEDE PEDAH NGAN SAUKUR HAYANG DUIT NA…
    DI SISI LAIN,LOBA OGE MASARAKAT ANU TE NGADUKUNG JADINA BENDUNGAN JATIGEDE…
    KULANTARAN MIKIRNA KAMANA NGKE LUMAMPAH,ANU SAKIYE CAN JLASNA…
    RK DI KAMANA KEN CIRI BUKTI KARUHUN” SUMEDANG…ANU NGAJAGA NGARIKSA LEMBUR JNG URANG SUMEDANG…

  8. koko says:

    emang pasti keur urang sumedang mah rugi. coba geura keurmah di usir ti leumbur sorangan,jeung deuih te aya ker pi cicingeun rek kumaha atuh.pikiran baelah ku maraneh. trus naon manfa’at na keur urang sumedang, cai na keur kabatur nu untungmah urang hilir kadipaten,majaleungka,indramayu,jeunglain2 sok pikiran ku maraneh naon untungna ngan ukur ngadon nguseup. anu subur batur urang ukur ngegel curuk.

  9. Adipatisumedang says:

    Punten , abdi ge urang sumedang , mung ayeuna di purwakarta tos sapuluh taun. punten punten pisan upami ku abdi di bandingkeun sareng pangwangunan nu di purwakarta ayeuna , sumedang mah tebih pisan.  jalan ancur , pangwangunan naon cobi di sumedang ? ayena perkawis ayana bendungan , asa asa beuki ruksak nya alam sumedang teh. komo upami k cimalaka nu kapungkur tiis , ayenamah janten panas da aya pangalian pasir. deudeuh teuing lembur kuring

  10. dedi says:

    Sampurasun,,,
    ngiring nimbrung,,,,Sami simkuring ge ti sumedang pas na ti daerah Genangan,,, ngaraoskeun pisan kumaha hirup teu gaduh katenangan,,,tebih ti ka sejahteraan komo deui Lamun tos ningal Jalan ( Wado – Cadasngampar – Jati gede ) Meni Awon Pisan,,, dugi ka ngakibatkeun teu aya angkutan,,,, Pokoknamah Sedih,,,Ningalna……

    Da lamun di tingal tina kauntungan kanggo warga nu kena genangan mah Alit Pisan,,,,,,meureun sadayana ge tos pada terang,,, ngajerit langit maratan jagat,,,Teu Rido,,,

    tapi kedah kumaha,,,,,,??? bade di relokasi kamana???? yakin lamun lahan pertanian sa-subur nu ayeuna…..????

  11. eka says:

    kangge sadayana anu aya didaerah bendungan termasuk abdi,,aynamah da ngalawan pemerintah mah moal menang,,jd sae namah urang kdu kompak bareng2 urang jaga eta bendungan jeung sagala wisata2na …..moal keur saha deui mreunan pasti keur anak incu urang cucuk namah….da daging namah pasti ku orang kota anu duitna loba…..tarimakeun w da geus puguh urang mah barodo jeung pemerintah na resep ngabobodo

Leave a Reply

© 2011 SUMEDANGONLINE :: Portal Berita Seputar Sumedang · RSS · Modified by sumedangonline.com · Powered by WordPress