GEOTHERMAL GUNUNG TAMPOMAS

 
13
1638

Salah satu potensi alam lainnya di daerah Sumedang adalah Gunung Tampomas, yang tidak hanya terkenal menghasilkan pasirnya (Pasir Cimalaka) juga memiliki pontensial energi yang besar, yaitu Energi Panas Bumi (Geothermal) yang dapat menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Potensi ini sebenarnya sudah lama dimiliki oleh Sumedang, namun nampaknya Pemerintah Daerah tidak gencar mencari investor, sehingga rencananya baru kali ini kemungkinan akan dibangun di Desa Cipanas, Kecamatan Buahdua, disekitar kawasan rekreasi pemandian Cipanas di kaki Gunung Tampomas sebelah Utara, yang memiliki kandungan panas bumi cukup potensial sekitar 55 mega watt.

Baru-baru ini rencananya PT.PLN bersama dengan Perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang energi akan segera melakukan ekplorasi Geothermal Tampomas untuk sekitar 20 Mega Watt, dengan konsesi selama 35 tahun dan waktu explorasi selama 5 tahun.

Indonesia sebenarnya adalah merupakan negara yang memiliki Potensial Energi Panas Bumi (geothermal) terbesar di dunia, yang diperkirakan dapat menghasilkan listrik sekitar 27,000 MW atau sekitar 40% dari cadangan energy panas bumi dunia. Namun pada saat ini di Indonesia hanya miliki sekitar 18 PLTGU yang beroperasi yang memberikan kontribusi sekitar 1,050 MW, atau baru sekitar 30% dari Program Rencana Pemerintah Pengadaan Listrik – 10,000 MW. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam penentuan harga.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
0
0
0
0
0
0
0

13 COMMENTS

  1. uing mah teu pati ngarti kana teori… nu pentingmah keur kuring ulah nepi ka siga LAPINDO wae lembur kuring teh… jeung kudu aya nilai tambihna keur bangsa sunda umumna atawa sumedang dina khususna… ulah nepika siga freeport tah.. warga papua na mah ngadaharan sagu, nu ngasaan duit freeport mah ngadahar keju.. mung bisa mah sadaya padamelanana dicepeng ku putra-putri daerah… pan eta usaha aya di sumedang.. nya kudu urang sumedang atuh nu jadi SDM na…

  2. mudah2an listrikna tiasa dianggo ku warga sumedang sareng sabudereunana…atuh warga di sabudereun tampomas tiasa subur makmur…entong aya bencana nanaon…mudah2an sumedang tiasa jd kota mandiri dina urusan listrik…

  3. Pembangunan ? Buat siapa? yang untung ? Rakyat kumaha? Apatis lah dewekmah……
    Amdalna kumaha?……
    Kapan ada dialog dengan masyarakat……? Saya putra daerah kaki Gn Tampomas…… ajak dialog donk…..Pemerintah jangan asall tancep aja ngejar Pendapatan Daerah…… setuju seperti eneng yang di atas…….

  4. PLTPB emang menjanjikan.. tapi tolong kaji ulang tentang AMDAL. yang saya tau pembangunan berada di kawasan pemukiman, sedangkan di daerah lain berada jauh dari pemukiman. Seyogyanya para petinggi khususnya di SUMEDANG mesti mengkaji dampak negatif yang akan timbul di kemudian hari.

    sebagai pedoman :
    http://www.kamase.org/pemanfaatan-geothermal-dan-dampaknya-terhadap-lingkungan/

    http://walhibali.org/?p=297

    http://www.karir-up.com/2009/06/kembali-warga-demo-pt-chevron/

    http://aepsabdullah.blogspot.com/

  5. abdi mah ngan saukur rahayat biasa tp salahsahiji anu kontra ka proyek geothermal,asa lebar alam anu sakieu tingtrimna di gadabah ku nginjeum leungeun ngaran kamajuan,ah…..bating teu satuju……..

  6. terima kasih atas semua komentar pembaca. pada prinsipnya kami dari Sumedangonline.com hanya menyajikan artikel terkait keberadaan rencana Proyek Geothermal tersebut. Pro Kontrak atas keberadaan proyek itu sendiri dikembalikan kepaa masyarakat yang terkena dampak. terimakasih. (redaksi)

  7. Tulisan yang bagus, adalah tulisan yang seimbang, antara keuntungan dan kerugian, sehingga pembaca dapat mengambil kesimpulan bahwa tulisan tersebut netral atau tidak memihak. Tulisan diatas masih dari sisi teorinya saja, sementara dampak dari teori tersebut yang diterapkan di daerah lain tidak dimunculkan. seharusnya tulisan tersebut disandingkan dengan tulisan dampak geothermal yang terjadi di Gunung Salak. Dieng, atau di Bali, sehingga masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan mereka berdasarkan informasi yang lengkap. Sisi lain menurut saya, keuntungan yang diperoleh tidak seimbang bila dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan. Nilai 4,5 milyard per tahun bila dibagi per bulan hanya 400 juta saja. bukan nilai yang besar dibandingka dampak sosial.
    Penulis dan saya pasti tidak akan menemukan titik temu, karena dasar pemikirannya berbeda, antara keuntungan materi dan keuntungan ekologis, namun setidaknya ada sedikit pencerahan buat penulis, bahwa dampak jati gede jangan sampai dianggap masalah ringan, sehingga muncul tekanan baru kepada orang sumedang atas nama pembangunan dengan wujud geothermal.

  8. Halah raribut teuing euy…tanya diri sorangan….geus mere mangfaat naon maraneh ka balarea ? ulah ukur cungur we hararus ngoreksi batur, bari sorangan angger we leuwih mentingkeun beuteung sorangan…

  9. begini, pemerintah, dari pusat sampai daerah,pemrov dan pemda, juga PT Wijaya Karya Geothermal Power serta stakeholder terkait lainya harus memberikan sosialisasi ke warga Smd,… sampai masyarakat benar2 paham yang namanya ekspoitasi panas bumi di Tampomas

  10. Konsep memang hebat, Aplikasi can tangtu Kang..Arek kumaha wae wujudna nu penting mangpaat keur umat oge alam teu ruksak, tong kawas ayeuna rek indit ka nu jadi aki jeung nini oge nepi kalangsu jalaran keusik di gali teu make nurani, mana tanggung pangawasa jeung pangusaha ?????

  11. Alhamdulillah.. Semoga pemerintah paham, khususnya pemerintah daerah jawa barat agar lebih peduli untuk menjaga daerahnya dari naluri kapitalis jakarta.. Aamiin!

  12. Mohon jawaban dari yang berwenang di pemkab sumedang :
    -kuayana aktifitas galian pasir di lereng gunung tampomas Galian ayeuna geus tepi kaluhur gunung, kumaha status amdalna : bahaya / aman ?….kuring mah teu ngarti elmuna, kurarasaan mah kaayaan eta gues bisa ngabahayakn ..

    -Iraha rek distop ekploitasi gunung tampomas teh ?

    Sakitu, nuhun …