PATUNG AYAM

0
975
Seorang pekerja tampak sedang membersihkan patung ayam yang mulai kusam, seiring dengan gulung tikarnya usaha ayam Asep Taris. Foto:Igun Gunawan

SITURAJA – Sore itu seperti biasa kami melintas jalan provinsi Sumedang – Wado, tepat di dusun Pasir Impun Desa Situraja Utara Kecamatan Situraja, mata kami terpana dengan dekorasi dua patung ayam yang sengaja dipajang dipinggir jalan sebelah kiri.

Adalah Asep Taris (52) warga RT 05 RW 01 Dusun Pasir Impun Desa Situraja Utara Kecamatan Situraja, yang sengaja membuat dekorasi dua patung ayam untuk memberi tanda kepada para pemasok DOC (bibit ayam broiler,red.) dan pakan.

Sayangnya saat sumedangonline menyambangi rumahnya yang persis di depan tugu ayam itu, Asep, sedang tidak ada di rumah. Dengan ramah Istrinya Epong menyambut kami dan mempersilakan kami masuk ke ruang tamu rumahnya,“Itu buatan suami saya, kebetulan dulu kita membudidayakan ternak ayam pedaging di sini.” Ungkap Epong mengawali pembicaraan.


Selama keluarga besarnya bergelut dalam peternakan ayam pedaging, lebih dari sepuluh ribu ekor ayam yang dia budidayakan dengan system plasma ke beberapa petani baik di Kecamatan Situraja, maupun luar kecamatan Situraja.


“Dulu sekira tahun 90-an kita membudidayakan bersama para peternak ayam pedaging itu lebih dari 10 ribu ekor, nah agar para supplier DOC dan Pakan mudah dalam mengirim barang ke kami, akhirnya suami saya yang senang akan dekorasi, membuat maket patung ayam,” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
0
0
0
0
0
0
0