Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'polls_textdomain' not found or invalid function name in /home/sumedang/public_html/wp-includes/plugin.php on line 505
SUMEDANGONLINE MOBILE

Jatuh Sendiri:Seorang Guru menunjuk lokasi jatuhnya Siska,menurut saksi Siska jatuh di lokasi ini.Foto:Bonang

Sumedang Online - Siska Ningrum (12) siswi  kelas VII SMPN 1 Darmaraja Meninggal akibat jatuh di lingkungan kampus sekolahnya di Jalan Raya Darmaraja KM 25 Sumedang, Selasa (03/08). Korban terjatuh saat jam istirahat sekira pukul 09:00 WIB, dengan posisi telungkup dan kepala miring ke sebelah kanan, tepat di depan kantin sekolah.

Korban kemudian dibopong oleh Budi (28) seorang pedagang yang biasa mangkal di sekolah tersebut, dan membaringkannya dibangku dekat kantin, selang berapa lama korban dibawa masuk ke ruangan BP oleh Kasman (41) penjaga sekolah. Di ruangan itulah korban mendapatkan pertolongan awal, korban saat itu masih bernapas tetapi kaki mengalami kejang – kejang.

Selang berapa lama korban akhirnya dibawa ke Puskesmas Darmaraja yang letaknya tidak jauh dari lingkungan SMPN 1 Darmaraja. Namun sampai di Puskesmas korban dinyatakan tidak bernyawa oleh Dr. Andita Novrianti (29), yang waktu itu menangani korban.

“ Datang kesini korban sudah tidak bernyawa, kuku jarinya pun membiru”,ujar Andita.

Sementara Itu Popon (49), ibu kandung korban terkejut setelah diberitahu tetangganya tentang kematian anaknya, Popon sangat menyayangkan keterlambatan pihak sekolah dalam menangani korban. Lebih lanjut Popon  menuturkan saat kepulangan membawa korban, tidak ada seorangpun dari pihak sekolah yang mengantar, bahkan Popon membawa korban dengan naik angkot.

“ Saya naik angkot untuk membawa anak saya dari Puskesmas, tanpa seorangpun pihak sekolah yang mengantar”, ungkapnya yang membawa korban dari Puskesmas dengan membopongnya.

Menurut Popon sebelumnya tidak ada tanda – tanda korban dalam keadaan sakit.

“Tadi pagi berangkatpun anak saya dalam keadaan sehat”,imbuhhnya.

Kapolsek Darmaraja Kompol Nana Sumarna membenarkan kejadian ini, pihaknya mendapat laporan sekitar jam 11.00 WIB melalui Kanitreskrim Aiptu Asep Suryana, bahkan pihak kepolisian sektorpun langsung menuju rumah korban di Dusun Andir RT 01/02 Desa Cikeusi, Kecamatan Darmaraja.

Di tempat kejadian perkara diperoleh keterangan bahwa korban terjatuh, hal tersebut seperti diungkapkan Otis Sutisna, guru Bidang Kesiswaan (BK) SMPN 1 Darmaraja. Otis menuturkan bahwa ada saksi yang melihat korban berjalan cepat menuju ke arah toilet, tapi tepat di depan kantin korban jatuh terpelanting, dan ditolong oleh beberapa pedagang.

Otis mengakui tidak mengetahui persis penanganan yang dilakukan oleh pihaknya, karena dia sendiri tidak ada di tempat saat kejadian.

Tolak Otopsi

Ditemui di rumahnya pihak keluarga dengan tegas menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban, alasannya pihak keluarga tidak mau melihat korban sampai dilakukan pembedahan.

“Jangan sampai ada kulit korban yang dibedah, saya tidak mau melihatnya”, ujar Momo rosadi (57), orangtua korban.

Momo meminta kepada pihak kepolisian untuk mengerti dengan keinginannya. Momo juga sudah ikhlas dengan musibah yang menimpanya.

Sebelumnya memang pihak identifikasi dari Polres Sumedang meminta keluarga untuk dilakukan otopsi, mengingat untuk kebutuhan, sebab akibat dari kematian korban. Tetapi kuatnya permintaan pihak keluarga akhirnya tim identifikasi hanya melakukan sidik jari.

Sampai berita ini disusun belum ada keterangan resmi penyebab kematian korban.**(Bonang)