Tari Umbul Ngareuah-reuah Hari Jadi Sumedang

Sejumlah siswa tengah menari umbul

Sejumlah siswa tengah menari umbul

KESENIAN khas Sumedang yang berkembang di Situraja, tari Umbul, mampu menghipnotis para peserta upacara peringatan hari Jadi Sumedang, yang dipusatkan di Alun-alun Sumedang, Rabu (17/4).

Ketua Panitia Hari Jadi Sumedang, Herman Suryatman, menyebutkan jika peserta tari umbul berjumlah lebih dari 100 orang dan seluruhnya pelajar. Tapi yang lebih menarik dari itu sebut dia, dimana alat musik dari tari umbul tersebut yang biasanya dari alat-alat yang biasa digunakan untuk tayuban. Kemarin, alat-alat musiknya pengiringnya justru terbuat dari barang bekas.

“Itu semua agar benar-benar nurub cupu dengan tema hari jadi Sumedang ke-435, yang mengambil tagline Sumedang Motekar. Maka bagaiamana, masyarakat Sumedang itu agar lebih kreatif, inovatif dan inspiratif,” kata dia.

Beberapa spanduk besar yang memberikan semangat tersendiri untuk Sumedang pun terpancang dibeberapa sudut Alun-alun Sumedang. Salahsatunya berbunyi, Sumedang Motekar mun Motekar pasti Mekar, Sumedang Motekar mun Ngakal pasti Ngakel.

Dengan berbagai tagline yang memberikan semangat itu menurut Herman, diharapkan agar warga Sumedang bisa melakukan sesuatu yang kreatif, serta mempunyai pemikiran dan terobosan baru bagi kemajuan masyarakat Sumedang.

“Semoga dengan slogan Sumedang motekar, bisa menambah semangat untuk seluruh lapisan masyarakat Sumedang membawa ke arah yang diimpikan,” tambahnya.

Beberapa warga yang menyaksikan langsung gelaran acara peringatan hari Jadi Sumedang, tampak sumringah. “Meski pak Don gak ada, tapi rasanya lebih meriah jika ga ada. Beda banget sama tahun lalu,” kata Asep warga Angkrek. (asp)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita ini. Untuk update informasi setiap saat silakan masukan e-mail anda di bawah ini.

No Responses

Leave a Reply