Menu

Mode Gelap

ARSIP · 31 Jul 2010 18:39 WIB ·

Kepsek Penerima Bantuan Resah

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

IWAN RAHMAT/SO TABRAKAN: Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Sejumlah kepala sekolah (kepsek) tingkat SMP di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Sumedang, penerima bantuan rehab ruang kelas, resah karena sering disatroni oknum yang mengaku wartawan dari surat kabar mingguan dari luar daerah.

Keresahan mereka dipicu oknum wartawan tersebut yang langsung menuding, telah terjadi penyimpangan dalam pengerjaan rehab di sekolah yang disatroninya.

Dengan arogan, mereka mengancam akan memberitakan penyimpangan yang terjadi di sekolah yang bersangkutan. “Kami pernah kedatangan wartawan yang mengaku dari surat kabar mingguan secara berkelompok. Jumlahnya antara 3 sampai 4 orang,” kata Drs. Tarya Sudrajat Joska, M.Si., Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Paseh Kab. Sumedang kepada “GM”, Jumat (30/7).

Menurutnya, kedatangan mereka sempat membuat takut para guru dan murid. Apalagi sebelumnya mereka juga mendatangi sejumlah kelas untuk mencari dirinya, sambil berkata-kata dalam nada keras. “Beruntung, mereka bisa segera bertemu dengan saya. Dan langsung dipersilakan masuk ke ruangan kantor,” katanya.

Baca Juga  Warga OTD Degdegan

Tanpa diduga, begitu masuk oknum wartawan itu langsung menghardik dan mengatakan dirinya berusaha menghindar. Lantas belum juga rasa kagetnya hilang, salah seorang dari mereka menggertak lagi. Katanya pelaksanaan rehab di sekolahnya diwarnai penyimpangan. Mereka juga mengatakan, jika tidak mau diberitakan, ia harus menyerahkan uang Rp 500 ribu.

“Pokona mah saya menta kebulna lima ratus rebu, lamun masalah ieu embung diberitakeun. Duit sakitu mah saeutik, soalna di daerah lain biasana mere dua juta,” ujar Tarya, mengutip ucapan wartawan yang menyatroni sekolahnya.

Baca Juga  Dinas Pertanian Latih Tenaga Lapangan

Namun karena yakin pengerjaan rehab di sekolahnya sudah sesuai spek, dengan tegas ia menolak permintaan wartawan tersebut dan balik menantang mereka. “Silakan beritakan, kami tidak merasa keberatan,” tandasnya.

Setelah permintaannya ditolak, wartawan tersebut lantas mengeluarkan jurus lain. Mereka mengancam akan melaporkan penyimpangan itu ke polisi dan kejaksaan. Melihat kawanan wartawan itu memiliki itikad butuk, sejumlah guru dan buruh bangunan yang tengah mengerjakan rehab spontan mengusir mereka.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Disdik Kab. Sumedang, Drs. Unep Hidayat, M.Si. ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya keluhan yang disampaikan para kepsek, penerima bantuan rehab itu. (B.108)**
sumber http://www.klik-galamedia.com

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Warga OTD Kembali Berujuk Rasa

26 September 2012 - 12:30 WIB

EVA PURNAMA DEWI WAKILI JABAR KE NASIONAL

1 Oktober 2011 - 08:11 WIB

Proyek Waduk Jatigede Diminta Diwaspadai

29 September 2011 - 16:12 WIB

Eba, Dibangun TPT

26 September 2011 - 20:27 WIB

BPN Sumedang Rayakan HUT Agraria ke 51

23 September 2011 - 18:49 WIB

Bahaya! Kasus Bansos Pemkot Banyak Dipendam Media

22 September 2011 - 15:38 WIB

Trending di ARSIP