Home / PENDIDIKAN

Jumat, 6 Mei 2011 - 21:37 WIB

BANGUNAN SMP, EKSLUSIF DI DESA MEKARASIH



JATIGEDE, Bagi warga Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, berdirinya bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan sesuatu yang ekslusif, apalagi saat ini dari dua dusun yang ada di Desa Mekarasih lebih dari 100 siswa SMP harus bersekolah melintas keluar kecamatan Jatigede, hal tersebut disampaikan kepala Desa Mekarasih, Cecep Suryana (34), saat dihubungi sumeks melalui telepon pribadinya, Jumat (06/05) kemarin.

Saat ini, menurut penuturannya, siswa di desanya, untuk pergi ke SMP yang ada di kecamatan Jatinunggal dan Wado harus menempuh jarak antara 7 – 10 km, transportasi yang minim pun membuat para siswa harus berjalan kaki, terkadang mereka harus bangun pagi – pagi dan ikut serta dengan warga yang kebetulan pergi ke pasar.

Baca Juga  36 Siswa SLB Plus Raharja Mandiri Ikut Perekaman Biometrik KTP Elektronik

“kalau pagi – pagi anak – anak suka ikut dengan mobil yang akan ke pasar, kalau siangnya mereka berjalan kaki, terkadang mereka juga ada yang naik ojeg”, tuturnya.

Lebihlanjut ia menyebutkan, untuk dusun satu; wilayah Cibunut dan Cilimus para siswa lebih memilih melanjutkan sekolah ke SMP yang ada di kecamatan Wado, sementara untuk dusun dua; Ciboboko dan Cibadak, mereka memilih melanjutkan sekolah ke SMP yang ada di kecamatan Jatinunggal.

Suryana, menilai, permasalahan utama tidak dibangunnya sekolah dan prasana penunjang lainnya, karena Desa Mekarasih berbatasan dalam wilayah pembangunan Waduk Jatigede. Beberapa akses jalan, misalnya, terbengkalai seperti tidak mendapatkan perhatian pemerintah.

Baca Juga  BEM UPI Sumedang Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis

“jalan – jalannya pun sekarang semakin memprihantinkan, karena lokasi masuk kedaerah genangan Wado, Cadasngampar”, ungkapnya.

Prihatin atas nasib warganya saat ini pihak Desa Mekarasih sedang mengurus surat – surat untuk mendirikan SMP Terbuka melalui sebuah Yayasan.

“kalau pun tak ada SMP, SMP Terbuka pun tidak jadi masalah asal masyarakat warga kami dapat lebih dekat dalam melanjutkan pendidikan, guna tercapainya pendidikan dasar sembilan tahun yang diprogramkan pemerintah”, harapnya.(igun)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Tunggakan Para Siswa Ratusan Juta
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat di Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kota Bandung. Selasa, 16 Juni 2020.

PENDIDIKAN

Pesantren Dibuka, Ridwan Kamil: Hasil Musyawarah dengan Ulama

PENDIDIKAN

Dihadapan Peserta Konkerkab PGRI, Kadisdik Sampaikan Program Bupati Eka

PENDIDIKAN

Perusahaan Industri Harus Gandeng Universitas Untuk Menjalankan Revolusi Industri 4.0

PENDIDIKAN

Sambut Baden Powell, SMPN 2 Jatinunggal Selenggarakan Lomba Dujati Scout Creation

PENDIDIKAN

KKN STKS Bandung Gelar Pakuan Culinary Festival 2019
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat bersama dengan Nilu Gita Gayatri Kusuma Ningrum, siswa Kelas VI SD Negeri Tegal Kalong Sumedang yang meraih medali perunggu di ajang Olimpiade MIPA Internasional di China, 27 September-4 Oktober 2018 lalu.

PENDIDIKAN

Atri, Siswa SDN Tegal Kalong Toreh Prestasi di Olimpiade MIPA Internasional

PENDIDIKAN

Plafon ruangan guru SDN Sukamanah ambruk, ini alasan Dinas Pendidikan Sumedang