Home / PENDIDIKAN

Rabu, 25 Mei 2011 - 17:48 WIB

Perempuan Juga Bisa Berjaya dalam Penelitian Sains



Perempuan Indonesia juga bisa berjaya dalam penelitian sains yang saat ini masih didominasi oleh kalangan pria. Oleh karena itu, minat perempuan terhadap penelitian sains seharusnya mulai dipupuk sejak remaja.

Perusahaan kosmetik asal Prancis L’Oreal Indonesia berusaha mendorong minat siswi SMA lewat kompotisi sains bertajuk L’Oreal Girls Science Kamp 2011 dengan tema “Mari Selamatkan Dunia dari Sampah Elektronik” yang berlangsung di Ciawi, Bogor pada 24-25 Mei. Acara khusus untuk remaja putri ini diikuti oleh 45 siswi dari 15 sekolah.

“Kami ingin mempopulerkan sains terutama di kalangan siswi SMA kelas X. Kalau kita lihat sejauh ini pemenang kompetisi sains kebanyakan masih pria sehingga kami ingin menggiatkan sains di kalangan remaja putri,” kata Corporate Communications dan PR Manager L’Oreal Indonesia Melanie Kridaman di Bogor, Rabu (25/5).

Baca Juga  Eldie: Akibat Kurang Koordinasi, Bendung Rengrang Terhambat

Tim juri kompetisi ini juga merupakan empat perempuan peneliti muda. Mereka adalah pemenang untuk program L’Oreal-UNESCO for Woman in Science yaitu penghargaan tahunan bagi perempuan peneliti muda. Keempat juri adalah  dosen jurusan teknik kimia Fakultas Teknik UGM Wiratni, dosen jurusan Fisika Fakultas MIPA Unpad Bandung Camelia Panatarani, dosen jurusan Fisika Fakultas MIPA Undip Semarang Hendri Widiyandari, dan dosen Unika Atmajaya Jakarta Noryawati Mulyono.

Dalam kompetisi kali ini, para siswi menjelaskan dan memperagakan produk-produk dari bahan sampah elektronik seperti kepingan disk (CD), komputer meja (desktop), kabel bekas, kipas angin rusak, bohlam bekas, dan batere. Misalnya, kelompok siswi dari SMAN 71 Jakarta mempresentasikan sebuah tas cantik yang dibuat dari kabel bekas. Penelitian mereka diberi judul “Unique and Versatile Cabel Bag”.

Baca Juga  FE Universitas Sangga Buana Gelar Pelatihan Ekonomi

“Berdasarkan survei yang kami lakukan kepada masing-masing 20 siswa dari kelas X, XI, dan XII disimpulkan sebanyak 70 persen siswa memiliki kabel bekas dengan panjang rata-rata tiga meter sehingga bisa kami manfaatkan sebagai bahan tas,” kata Rahma Renata dari SMAN 71 Jakarta.
Sementara itu, kelompok siswi SMAN 1 Kibin Banten mempresentasikan penelitian berjudul “Membuat Bel Sekolah, sedangkan kelompok siswi SMAN 1 Sumedang mempresentasikan “Penghapus Papan Tulis Elektrik”.

Kompetisi ini juga antara lain juga diikuti para siswi dari SMAN 6 Yogyakarta, SMAN 1 Cibeber Cianjur, SMAN 1 Setu Bekasi, dan SMA Binus Internasional Serpong Tangerang. Hadiah utama berupa tabungan sebesar Rp 5 juta untuk satu tim, trofi dan sertifikat, paket hadiah, koleksi buku sains, dan kesempatan “Make Over” untuk dimuat majalah Gadis. (C-5/www.suarapembaruan.com)

sumber:www.suarapembaruan.com

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Isu Dimerger, SDN Sukasirna 2 Sumedang Masih Terima Siswa Baru
Ece Mulyadi selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada SMP Negeri 5 Sumedang

PENDIDIKAN

PPDB SMPN 5 Sumedang: Jumlah Rombel Tetap, Kelebihan Siswa Disalurkan ke Sekolah Lain

PENDIDIKAN

Hari ini, 121 Mahasiswa AMIK Al-Masoem Diwisuda

PENDIDIKAN

Bupati ungkap Masalah Pendidikan di Kabupaten Sumedang

PENDIDIKAN

Jurnalisme Santri Forkowas 2019, Digelar di Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah

PENDIDIKAN

Disdik Kebanjiran Program Non Formal

PENDIDIKAN

Duh, ‘Maaf’ Guru ini tak hapal Indonesia Raya, malah nyanyi Bintang Kecil

PENDIDIKAN

Manfaatkan lahan tidur, SMPN 3 Cimalaka bidik sekolah hijau