Home / BISNIS

Jumat, 6 Mei 2011 - 23:55 WIB

SEPULUHRIBUAN PETANI TEMBAKAU TERANCAM GULUNG TIKAR



Pekerja di Pabrik Kertas Rokok

PHK : Wanita - wanita pekerja di pabrik kertas rokok di Sumedang, terancam di PHK jika RPP Pengendalian Produk Tembakau benar - benar disyahkan oleh Pemerintah. Foto:sumedangonline

DARMARAJA, Sedikitnya 10.400 petani tembakau di 26 kecamatan di kabupaten Sumedang terancam gulung tikar apabila Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pengendalian Produk Tembakau benar – benar menjadi Peraturan Pemerintah (PP), hal tersebut dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Tembakau Nasional (APTN) Sumedang, Agus Mulyana, saat ditemui sumeks di ruang kerjanya, Jumat (06/05) siang.

“jika itu RPP benar – benar jadi PP, maka 10.400 petani tembakau yang ada di Sumedang harus beralih profesi, namun peralihan tersebut bukan hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan”, ungkapnya.

Baca Juga  Gunakan Sabusu, Corry Mengaku Sudah Miliki Izin Warga

Bahkan menurutnya, tidak hanya para petani yang kena imbas, para pekerja di pabrik tembakau pun akan menjadi pengangguran, padahal menurut catatannya, dikabupaten Sumedang sendiri dengan 32 perusahaan pengolahan tembakau, sedikitinya ada 320 orang yang akan menjadi pengangguran jika RPP Pengendalian Produk Tembakau tersebut benar – benar disyahkan Menteri Kesehatan.

Ia menambahkan, ditinjau dari pendapatan negara, kontribusi cukai rokok tahun 2010, mampu memberikan kontribusi ke negara senilai Rp 27 Triliun.

“Atas adanya RPP Pengendalian Produk Tembakau tersebut Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Jawa Barat, Suryana, hari ini (kemarin,red.), mengikuti forum konsultasi untuk membahas RPP Produk Tembakau”,lanjutnya.

Baca Juga  Berkas Ecek Dikembalikan, Kurang 3.694

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pembina Kelompok (DPK) Petani Tembakau Kecamatan Darmaraja, Dahri Suwendi (62), menurutnya petani tembakau di Darmaraja saat ini merasa cemas dengan adanya kabar pemerintah akan mengeluarkan RPP Pengendalian Produk Tembakau.

“karena usaha tembakau sekarang, bukan lagi usaha sampingan, setelah adanya varietas tembakau kuning, putih, merah, hijau dan hitam. Sebelumnya kami juga merasa cemas dengan fatwa haram, kemudian sekarang ada rencana pengendalian produk tembakau dari menkes”, keluhnya.

Menurutnya, saat ini pangsa pasar tembakau dibanding dengan produk pertanian lainnya, telah memiliki pangsa pasar yang jelas.(igun)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

BISNIS

IWAPI Jabar Dituntut Tingkatkan Daya Saing

BISNIS

Film Drama Komedi “Rocker Balik Kampung” Tayang 12 Juli 2018 di Seluruh Bioskop Tanah Air

BISNIS

OJK siapkan aturan pengembangan financial technology

BISNIS

PLN Dukung Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Anak Sekolah
Titus Diah selaku Ketua Umum Asosiasi UMKM Kabupaten Sumedang

BISNIS

Pandemik Corona Virus Mulai Diresahkan Pengusaha di Sumedang

BISNIS

Sebelum Wabah Corona, Disnakertrans Sumedang Telah Awasi TKA

BISNIS

Pengusaha Sumedang Ikut JCI di Jepang

BISNIS

Di Desa Sukamaju, Istri Bupati Sumedang janjikan beri bantuan mesin batik printing