Home / PENDIDIKAN

Jumat, 27 Mei 2011 - 08:41 WIB

SMAN 1 SUMEDANG JUARA 3 L’Oreal Girls Science Camp 2011



anak SMAN 1 Sumedang

Menghapus papan tulis selama ini menjadi aktifitas yang tidak disukai oleh para siswa. Selain karena harus dilakukan berulang-ulang, menghapus papan tulis terutama papan tulis biasa yang masih menggunakan kapur, membuat pakaian berdebu dan tidak baik untuk pernafasan. Hal ini menginspirasi para siswa SMA N 1 Sumedang untuk membuat papan tulis elektrik dari barang bekas elektronik.

Tim dari SMA N 1 Sumedang itu terdiri dari Yuliantini, kelahiran Sumedang, 4 Juli 1996. Lalu Nurfitria Khoirunnisa, kelahiran Sumedang, 11 Maret 1996, dan Indah Nur Permata Sari, kelairan Sumedang, 4 April 1995. Meski ketiga siswi ini baru pertama kali mengikuti kompetisi sains, namun mereka berhasil memenangkan juara ke-3 L’Oreal Girls Science Camp 2011 di Jambuluwuk Resort, Ciawi, Bogor, Rabu (25/5/2011).

Konsep penghapus papan tulis yang diajukan dalam proposal penelitian mereka adalah membuat penghapus papan tulis otomatis dari barang bekas elektronik dengan konsep recycle dan reuse. Bahan-bahan yang digunakan adalah kabel bekas, saklar/stop kontak, dinamo dari mesin jahit bekas, bekas dudukan lampu TL, laher, puli, styrofoam bekas, dan spons bekas. Tim ini hanya mengeluarkan biaya Rp 37.000 untuk membeli saklar baru dan ongkos las besi. Selebihnya adalah barang-barang bekas yang didapatkan dari sekolah, sesuai dengan tema kompetisi tahun ini, yakni menyelamatkan bumi dari sampah elektronik.

Baca Juga  MA Ma’Arif Tanjungsari Lakukan Reboisasi Gunung Kareumbi

Prinsip kerja penghapus elektronik yang mereka rakit adalah penghapus yang menempel pada besi yang dipasangi laher di bagian atas dan bawahnya bergerak di suatu lintasan secara bolak-balik setelah listrik dialirkan dan menekan saklar yang ada di sudut kiri bawah papan tulis. Papan akan menekan injakan sehingga dapat menghapus papan tulis secara otomatis.

Dalam uji coba awal, tim ini memang masih kesulitan mendemokan hasil karya mereka karena belum ada penelitian lanjutan tentang ukuran tekanan penghapus yang tepat untuk bisa menghapus dengan cepat dan bersih. Tim juri sempat memberikan saran kepada tim ini pada saat presentasi, agar para siswa mencoba menggunakan wiper seperti yang biasa digunakan untuk menghapus air pada kaca depan mobil, sehingga ukuran penghapus tidak terlalu besar dan berat. Selain itu, kelemahan penghapus elektronik ini adalah alat ini akan menghapus keseluruhan tulisan yang ada di papan, sehingga apabila hanya beberapa kata saja yang ingin dihapus, masih harus dihapus secara manual.

Baca Juga  BKD Sumedang Gelar Uji Publik Tenaga Honorer K2

“Idenya sudah bagus, tinggal dilanjutkan saja tentang penelitian tekanan penghapus dan apakah memang ukurannya harus sebesar itu,” ujar Camelia Panatarani, salah satu tim juri. Ia adalah dosen dan peneliti di Jurusan Fisika, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Bandung yang pernah menjadi pemenang L’Oreal for Woman in Science Nasional tahun 2008. (kompas.com)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Keren, SMKN Situraja sabet juara II kepala sekolah berprestasi

PENDIDIKAN

Dedi, Gebrakan Baru untuk PGRI Sumedang

PENDIDIKAN

Tantangan Meningkat, Tenaga Kependidikan Harus Punya Kompetensi

PENDIDIKAN

Anak Muda ASEAN Bergerak Bersama Membuat Perubahan di Indonesia

PENDIDIKAN

Baznas salurkan bantuan ke SMP Negeri 10 Sumedang

PENDIDIKAN

Jeda Semester, Siswa Kelas 7 SMPN 1 Cimalaka Diajak Keliling Kota Bandung

PENDIDIKAN

Terapkan Konsep Penta Helix, Telkom University Siapkan Generasi Milenial Pada Era Industri 4.0
Seremonial Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Tahun Ajaran Baru 2020 di SMA Negeri 1 Sumedang diwakili 20 siswa baru, sisanya menonton tayangan langsung lewat instagram. Senin, 13 Juli 2020.

PENDIDIKAN

MPLS 2020 di Sumedang Digelar Secara Daring