Home / SUMEDANG

Sabtu, 7 April 2012 - 10:09 WIB

OTD Jatigede, Menilai Pemerintah Tidak Adil



Ketua Koordinator, Aliansi Cipaku Lama (ACL), Jaya Albanik

DPRD – Masyarakat Orang Terkena Dampak (OTD) Pembangunan Proyek Waduk Jatiede Sumedang, berada di Desa Cipaku Lama, Kecamatan Darmaraja, Sumedang, menilai Pemerintah pusat sudah bertindak tidak adil. Pasalnya, selama kurun waktu hampir 30 tahun, nasib masyarakat Desa Cipaku, belum juga mendapat kepastian terkait dampak sosial yang diterima akibat Proyek Bendungan Jatigede.

Padahal, menurut Ketua Koordinator, Aliansi Cipaku Lama (ACL), Jaya Albanik, saat berkunjung ke DPRD Sumedang. Beberapa waktu lalu, pihak Satker Jatigede, telah berjanji akan menindaklanjuti dampak sosial yang diterima masyarakat Desa Cipaku lama, pada bulan Pebuari lalu. Namun hingga saat ini, langkah yang dijanjikan Satker tersebut, menuru Jaya, tidak terbukti.

Jaya bahkan menilai, Pemerintah melalui Satker-nya, tidak “becus kerja”. Dikatakannya, masyarakat di Desa Cipaku Lama (Cipaku, Karangpakuan, dan Pakualam), hanya meminta bahwa, percepatan penuntasan dampak sosial,khususnya yang diterima masyarakat desa Cipaku lama harus segera diselesaikan. Mengingat realisasi penggenangan waduk Jatigede, menurut rencana hanya tinggal satu (1) tahun lagi. Ironisnya, penyelesaian dampak sosial hingga saat ini belum selesai.

Baca Juga  Gubernur Jawa Barat sebar 4,2 Juta Ikan di Jatigede

ACL dikatakan Jaya, mengharapkan proses pembebasan lahan harus mengacu kepada UUD 45 ayat 3. Dan UU Pokok Agararia No 20 Tahun 1961. Serta masalah relokasi harus mengacu ke Kepmendagri. Pasalnya, dalam UU Pokok Agararia No 20 Tahun 1961 tersebut, menurutnya, bahwa semua warga OTD berhak direlokasi.

”Namun kenyataannya, Pemerintah tidak mematuhi UU tersebut, sebab, selain Pemerintah yang terkesan lamban melakukan pendataan ulang, daftar warga yang ada pada Dinas Kependudukan Kabupaten Sumedang pun, hanya tercatat 120 orang yang direlokasi. Sedangkan, Masyarakat OTD Desa Cipaku, selama 30 tahun tadi, terus berkembang alias mempunyai anak serta cucu, dan hal ini tidak pernah terdata, yang jadi pertanyaaan, mau di kemanakan anak cucu kami? sedangkan sudah jelas, dalam UU Pokok Agararia, bahwa pemerintah harus berpihak kepada masyarakat. Namun, aturan itu tinggal aturan, yang ada adalah ”Penzholiman” yang dirasakan masyarakat kami sampai saat ini,” tandas Jaya Albanik.

Baca Juga  Sebanyak 70 Linmas Sumedang Selatan Gelar Simulasi Siaga Bencana

Kurun 30 tahun, lanjut Jaya Albanik, masyarakat Desa Cipaku lama terombang-ambing oleh dampak sosial yang diterima akibat Mega proyek Waduk Jatigede. Namun katanya, kenapa, Pemerintah seolah-olah tidak pernah mendengarkan jeritan warga OTD. Sedangkan sesuai rencana, realisasi penggenangan hanya tinggal satu tahun berjalani. “Maka, apabila pihak Pemerintah dan DPRD tidak menerima keluhan kami sebagai OTD. Perlu dicatat, kami akan melakukan perlawannan, sekalipun harus “berdarah-darah,” pungkasnya geram.(Teguh)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kapolsek Conggeang, Iptu Adang Sobari SH disela memantau pelaksanaan suntik vaksin juga memberikan masker kepada warga, Sabtu 24 Juli 2021.

KESEHATAN

HUT Bhayangkara ke-75, Ratusan Warga Conggeang Disuntik Vaksin Dosis Kedua di Polsek Conggeang

Pilihan Redaksi

Persiapan Pilkada 2018, KPU Koordinasi dengan Bupati
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumedang menggelar gebyar vaksinasi Covid-19 tahap ke-2, bertempat di Gedung Graha Insun Medal (GIM). Jumat, 27 Agustus 2021.

SUMEDANG

Peringati HUT ke-48, KNPI Kabupaten Sumedang Gelar Gebyar Vaksinasi Covid-19
Penarapan sanksi pada pelanggar protokol kesehatan langsung sanksi berat.

Pilihan Redaksi

Bagi Pelanggar Tertib Prokes, Bupati Sumedang: Langsung Sanksi Berat

Pilihan Redaksi

Lima Belas Tahun Mengabdi, Ara Pamit ke Masyarakat Sumedang
DPD Partai Gelora Indonesia Kabupaten Sumedang secara resmi mengenalkan diri kepada masyarakat Sumedang, Sabtu 10 April 2021.

SUMEDANG

Dinahkodai Ermi Triaji, DPD Gelora Sumedang Kenalkan Diri Kepada Masyarakat

Pilihan Redaksi

Saat Ini Babinsa Tak Hanya Penyuluh Tapi Juga Motivator KB
Warga terdampak pembangunan Tol Cisumdawu curhat dihadapan Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan saat melakukan kunjungan kerja terkait pembangunan Tol Cisumdawu di wilayah Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Senin, 30 Agustus 2021.

Pilihan Redaksi

Dihadapan Wakil Bupati Sumedang, Terdampak Tol Cisumdawu Curhat di PHP Pembayaran Sejak 2019