PJI Jabar Sesalkan Sikap Polres Sumedang

KOTA– Terkait dipolisikannya, Harian Pagi Sumedang Ekspres, Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Jawa Barat, melalui ketuanya, Iwa Ahmad Sugriwa, menyesalkan tindakan jajaran Polres Sumedang, yang ia pandang sudah bersikap sewenang-wenang terhadap crew Sumedang Ekspres.

“PJI Jabar sangat menyesalkan tindakan jajaran Polres Sumedang yang bertindak sewenang-wenang terhadap kru Sumeks seolah-olah mengintimidasi atau menteror wartawan yang bersangkutan,” ujar Iwa kepada sumedangonline, Selasa (17/4).

Menurutnya, kemerdekaan pers dan wartawan telah dilindungi oleh undang-undang dalam menjalankan setiap tugasnya, seperti tertuang dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers. “Sehingga penerapan KUHP dalam delik Pers tidak berlaku, PJI Jabar juga menyarankan agar seluruh jajaran Polri menjalankan MOU yang dihasilkan antara Dewan Pers dan Polri. Sudah banyak contoh di daerah mana pun kasus delik pers di Indonesia ini selalu dimenangkan oleh Pers, Merdeka!” ujarnya diawali dengan pekik Merdeka.

Baca Juga  Innalillahi, ada penumpang meninggal di bus

Jika permasalahan itu tidak selesai, pihaknya pun akan melakukan aksi solidaritas ke Polda Jabar.

Sementara itu hal serupa juga dikatakan Asep Sumaryana anggota DPRD Kabupaten Sumedang, dalam pesan singkatnya, Asep menuturkan turut prihatin atas kejadian itu.

Baca Juga  Calhaj tak terima visa, jangan salahkan KBIH

“Saya tidak punya kapasita mencampuri persoalan antara Polres Sumedang dengan Sumedang Ekspres, saya prihatin. Media pers dalam negara demokrasi merupakan kekuatan ke empat setelah yudikatif, legislatif, eksekutif. Dan kekuatan ke-empat ini memiliki fungsi berbeda-beda tapi setara dan seharusnya meningkatkan peran fungsi masing-masing dalam merekontruksi demokrasi yang ada di Sumedang,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenag Sumedang: Jemaat Perayaan Natal Dibatasi 50 Persen

Salah satu fungsi pers menurut Asep, adalah melakukan kontrol dan bahkan menurutnya, hasil investigasi wartawan bisa jadi bahan penegakan hukum, khususnya terkait dengan pemberantasan korupsi.

“Saya berharap persoalannya segera selesai dan ke depan media Pers Sumedang termasuk di dalamnya Sumeks, dengan roh jurnalismenya mampu membangun Sumedang lebih baik, bersih, terbuka dan tanpa cela,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK