Pembebasan Lahan Tol Tak Jelas

Ilustrasi

Tanjungsari – Penggantian ganti rugi tanah untuk pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, hingga saat ini tak jelas. Salahsatunya, sejumlah tanah milik di Desa Margaluyu, Kecamatan Tanjungsari, padahal menurut keterangan Pendamping Tanah milik warga, Maman Abdurahman, sebagian tanah sudah dilakukan proses pelepasan hak (PH).

“Sebagian warga sudah menerima PH, namun ada sebagian lagi yang belum, karena harga yang disampaikan P2T (Panitia Pembebasan Tanah) dianggap warga terlalu rendah,” papar Maman seperti dikutip www.SUMEDANGONLINE.com dari Harian Pagi SUMEDANG EKSPRES, Rabu (19/6).

Baca Juga  Harga Sapi Melambung Hingga Rp 20juta per-Ekor

Menurut Maman, warga mengharapkan penggantian sesuai dengan harga yang layak. Seperti kebun dan sawah Rp 500 ribu per-meter, dan tak ada kelas-kelas tanah.

Baca Juga  Gas Bocor, Enam Warga Cintamulya Terbakar

“Jika tanah mereka terkena pembebasan, tentunya harus pindah dari daerah itu,” lanjutnya.

Sementara, untuk biaya pindah dan mencari lahan baru, menurut Maman, belum tentu harganya dapat lebih murah. Maman bahkan berpendapat, jika tim penilai memliki harga yang tak benar. Ia mencontohkan, harga pohon singkong dihargai Rp 600, padahal menurut Maman, harga jual singkong saja Rp 1.500 perkilonya.(kos/Sumeks)

Baca Juga  Sanusi: Pembangunan Pasar Parakanmuncang harus dari APBD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK