Menu

Mode Gelap

Kearifan Lokal · 8 Jul 2012 00:03 WIB ·

Cerita: Adji Putih Sungklanglarang

Reporter: Admin | Editor: Admin


 Cerita: Adji Putih Sungklanglarang Perbesar

SANTAPURA petinggi Dukuh Ciwangi menaruh harapan kepada anak sulungnya untuk menjadi Petinggi menggantikan ayahnya. Karena Adji Putih Sungklanglarang atau Adji Putih Panungtung cucu Prabu Lembu Agung memiliki bakat kepemimpinan. Ilmu Lahir dan bathin termasuk ilmu kesaktian yang telah diwariskan oleh ayahnya benar-benar telah dikuasai. Sikap perilakunya sangat menarik simpatik penduduk sehingga menaruh hormat padanya.

Pada suatu waktunya kakeknya menerima perintah dari Prabu Lembu Agung agar membuat benteng pertahanan di sekitar sungai Cimanuk karena Prabu Lembu Agung telah mendengar orang-orang Mataram berdatangan di daerah tepian sungai Cimanuk dan Cilutung, tanpa ijin dari penguasa Sumedang Larang. Diduga mereka datang atas perintah penguasa Medang Jati Bumi Mataram agar memperluas wilayah kekuasaan. Maka santapura dan Adji Putih Sungklanglarang membuat pasukan di sekitar Curug Emas.

Ketika Imigran gelap berdatangan dari Medang Jati Bumi Mataram ke daerah tepian sungai Cimanuk, disambut siaga pasukan, terjadilah pertempuran sengit. Pamuk dari Bumi Medang Jati Bumi Mataram melakukan perlawanan, pasukan pemburu daerah-daerah subur itu berjatuhan, tinggallah pamuk sendirian, kemudian duel seru hingga roboh. Setelah taluk menjadi murid Adji Putih Sungklanglarang. Sedangkan anak buahnya diijinkan menetap di sekitar daerah sungai Cimanuk, dengan syarat harus patuh terhadap peraturan yang berada di Sumedang Larang. Berdirilah dusun-dusun pertanian di sepanjang sungai Cimanuk. Kelompok penduduk baru hidup berdampingan dengan penduduk yang sudah lama menetap. Dalam melakukan hubungan sosial berpijak di atas landasan budaya gotongroyong dan tanpa mebeda-bedakan asal-usul atau daerah keturunan.

Pencampuran darah Mataram dan Sumedang Larang berproses lebih lama kemudian melebur dengan kebiasaan masyarakat Sumedang Larang. Adji Putih Sungklanglarang membangun petapaan di Curug Emas disebut Sumur Bandung dan disana pulalah Adji Putih Sungklanglarang menyempurnakan ilmunya sehingga meninggal dunia.(*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Radio Trimekar FM, Diapresiasi Dewan Kebudayaan Sumedang

18 Januari 2020 - 21:53 WIB

Mengandung Nilai Sakral, Kirab Panji Sumedang Larang Harus Ada

17 April 2018 - 12:37 WIB

Ssst ini ternyata makna dari nama Ciung Wanara

9 Juni 2017 - 02:39 WIB

Ilustrasi

Ini dia terjemah Bahasa Indonesia Kitab Waruga Jagat

9 Juni 2017 - 02:33 WIB

Ilustrasi

Ketika Raden Jamu Belum Sawawa

26 September 2016 - 23:37 WIB

Ada dolmen di Bukit Taman, belum diteliti

27 Agustus 2016 - 02:24 WIB

Trending di Kearifan Lokal