Home / SUMEDANG

Kamis, 26 Juli 2012 - 22:50 WIB

Giliran Kabid Ketahanan Pangan Dipanggil Kejari



Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA – Giliran Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan akan dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang, pada Jumat Besok (27/7) diduga terkait cadangan pangan daerah tahun 2011 lalu. Kabid Ketahanan Pangan pada Badan Ketahanan Pangan Penyuluhh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sumedang, Aef Suyoro ditemui www.SUMEDANGONLINE.com di kantornya, membenarkan hal itu.

Dikatakan Aef, dirinya akan dipanggil kejaksaan hanya sekedar untuk melakukan konfirmasi berkaitan dengan cadangan pangan. Menurut Aef pada tahun 2011 terdapat cadangan pangan berupa beras sebangan 2140 kilogram untuk mengantisipasi daerah-daerah bencana yang memiliki potensi kerawanan pangan.

“Mekanismenya dari desa mengajukan jika didaerahnya terjadi benacana yang berpotensi kerawanan pangan, kemudian diketahui camat dan langsung diberikan ke sini,” ujar Aef Suyoro, ditemui www.SUMEDANGONLINE.com dikantornya, Kamis (26/7).

Baca Juga  Disegel KPK, Pelayanan Dinas PUPR Sumedang Berjalan Normal

Disebutkan Aef pada tahun 2011 memang sudah ada prediksi daerah-daerah yang akan terkena bencana yang dapat menimbulkan kerawanan pangan, sehingga Pemda Sumedang mengantisipasi hal itu, salahsatunya disebutkan Aef daerah banjir di Kecamatan Ujungjaya dan Cimanggung, tanah longsor di Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal.

Namun, sejumlah beras yang disediakan tahun 2011 itu dikatakan Kabid, belum ada daerah yang membutuhkan, sehingga ia memastikan stok beras tersebut masih ada. “Barangnya masih ada, dan kita simpan di Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), yang mempunyai gudang dan heuleuran pada, karena kan kalau beras disimpan dua bulan saja bisa rusak, yang penting kalau pemda butuh beras tersebut ada,” ungkapnya.

Baca Juga  Seratusan Orang Tuntut Uang Mobilisasi Massa ke Paslon Eka-Agung

Ditanya apakah ada kemungkinan penyelewengan yang dilakukan Gapoktan, seperti meminjam dulu beras-beras cadangan untuk bencana tersebut. Aef memastikan hal itu tak ada, kalau pun ada ia tetap berpedoman kalau pemeritah butuh beras, beras harus ada.

“Dari pemerintah asal pas butuh, ada. Besok butuh dua ton harus ada. Kalau tak terpenuhi kita tuntut, jadi tak indikasi sampai adanya penyelewengan. Jadi secara keseluruhan pengawasana bantuan ketahanan pangan di Sumedang itu bagus, apalagi kan standar kerawanan pangan itu harus ada sekitar 60 ton,” ujarnya.

Untuk mensosialisasikan adanya beras bantuan untuk daerah-daerah bencana yang berpotensi kerawanan pangan dikatakan Aef, pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan sejumlah UPTB.(IRP)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kapolsek Conggeang, Iptu Adang Sobari SH disela memantau pelaksanaan suntik vaksin juga memberikan masker kepada warga, Sabtu 24 Juli 2021.

KESEHATAN

HUT Bhayangkara ke-75, Ratusan Warga Conggeang Disuntik Vaksin Dosis Kedua di Polsek Conggeang
Untuk menghindari agar stoom walls tidak turun lagi ke bawah (ngagorolong), puluhan warga secara berjibaku menahan alat berat tersebut dengan tambang. Sebagian diantaranya ada yang menahan ban stoom dengan balok kayu. Kejadian tersebut terjadi saat pengaspalan jalan ruas Jalan Cikondang-Kareumbi. Senin, 13 Juli 2020.

Pilihan Redaksi

Aksi Heroik Warga Sumedang Saat Perbaiki Jalan Tanjakan Tajam Menuju Kareumbi

Pilihan Redaksi

Pemuda Stres Bacok Seorang Jamaah Masjid Hingga Tewas

Pilihan Redaksi

BPBD Sumedang: Terdapat 47 Titik Bencana Hingga Awal Februari

Pilihan Redaksi

DKM Masjid Besar di Sumedang Telah Terima Dana Hibah Senilai Rp 25 Juta

Pilihan Redaksi

Tak Berizin, Alfamart Wado & Indomart Darmaraja Ditutup

Pilihan Redaksi

Ara Yakin Indonesia Dapat Mengalahkan Terorisme

SUMEDANG

Berbuat Cabul, Guru Ngaji Terancam 15 Tahun Penjara