Home / DAERAH

Rabu, 28 November 2012 - 09:46 WIB

Pengerjaan Jalan Lingkar Jatigede, Sempat Molor 2 Bulan



Kurang koordinasi alat berat sempat dihentikan warga.

WADO – Pengerjaan proyek Jalan Lingkar Jatigede (JLJ) sempat molor selama dua bulan sejak turunnya Surat Perintah Kerja (SPK), pasalnya pasca turunnya SPK tersebut masih terdapat permasalahan di lapangan.

“Pada saat ditenderkan memang dianggap tak ada masalah, makanya turun SPK. tetapikan begitu kenyatan di lapangan kami stagnan selama dua bulan,” ujar Hela Hermawan dari pihak Pengembang PT Pilar Adhi Karya dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Selasa (27/11).

Karena waktu terus berjalan dan pengerjaan JLJ ditargetkan selesai pada Desember ini, pihaknya terus berkonsultasi dengan pihak Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Jatigede untuk mencari solusi stagnannya pengerjaan JLJ. “Awalnya memang kami diam saja tapi waktu terus berjalan, kami coba mencari terobosan baru tapi tak terlepas dari pihak Jatigede sebagai penanggung jawab lahan. Dimulai dari Darmajaya, bagaimana caranya kepentingan masyarakat terakomodir, pekerjaan yang dilelangkan pun dapat dikerjakan sesuai dengan rencana,” ujar Hella.

Baca Juga  Pemeran Kreativitas antar Dusun

Meski pesimis pengerjaan JLJ akan sesuai target, namun pihak PT Pilar Adhi Karya, dikatakan Hella, telah meminta waktu ke SNVT untuk diberi tambahan waktu pengerjaan. “Karena jika tak dikerjakan dana yang sudah dianggarkan akan kembali ke pusat,” ungkap Hella.

Kaitan dengan sempat terjadi ketegangan antara warga Desa Neglasari, Ranggon, dan Darmajaya pada Minggu malam lalu. Hella membenarkan hal itu, menurut keterangannya ketegangan hingga penyetopan alat berat yang dilakukan warga timbul karena adanya miss komunikasi antara pihak pengembang dengan warga setempat.

“Itu terjadi karena kurangnya koordinasi, biasanya yang sudah-sudah kami melakukan koordinasi terutama dengan lingkungan setempat. Kemarin datang alat berat secara mendadak, dan tanpa adanya konfirmasi ke pihak Adhi karya, hingga kami saat itu belum sempat melakukan koordinasi mengenai jalur. Tahu-tahu datang, sehingga warga setempat bertanya, alat apalagi dan dari siapa. Dari simpang siur itulah (awal) terjadinya ketegangan itu, daripada ribut langsung saya putuskan. Karena tak ada konfirmasi ke kami, alat itu dipulangkan lagi,” tambah Hella.

Baca Juga  Wabup minta pembangunan terus dijaga

Menanggapi adanya ekses yang timbul dari pengerjaan JLJ, menyebabkan sejumlah jalan perlintasan kendaraan proyek menjadi rusak. Hella tak menampik hal itu, ia mengatakan itu terjadi karena masih dalam tahap proses pengerjaan, ia menekankan masyarakat tak perlu khawatir karena pihaknya akan melakukan perbaikan.

Disinggung telah berhentinya aktifitas alat berat di Desa Darmajaya, menurut Hella, itu bukan karena distop oleh warga, namun karena pengerjaan proyek sudah beralih ke tahap selanjutnya. “Bukan karena adanya permasalahan itu, sebenarnya untuk pengerjaan galian itu sudah selesai, tinggal sekarang pemasangan batu saja. Tapi untuk proses ke arah selanjutnya, kita perlu proses secara kualitas, kami masih melakukan pengecekan, apakah sudah layak untuk dilanjutkan ke layer berikutnya,” imbuhnya.(FIT)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Jatigede bisa putuskan sejarah Sumedang. Ini tangapan DKS

DAERAH

Situraja Diterjang Longsor

DAERAH

Meriah, Paturay Tineung SMP 1 Wado

DAERAH

Mengais Rupiah di Jalan Rusak

DAERAH

Petani Ujung Jaya, Datangi DPRD

DAERAH

Sungai Cikandung Telan Korban

DAERAH

Kwaran Jatinunggal, Implementasikan Hasil KMD

DAERAH

Bagus, Sumedangonline Harus Dikelola Profesional