Home / JATINANGOR

Jumat, 23 November 2012 - 11:38 WIB

Tim Haornas Sumedang Babak Belur Dipukuli Oknum Keamanan



Seorang pemain tim U-15 Sumedang, tampak lebam di bagian pelipis kanannya, akibat aksi pemukulan oknum keamanan pada pertandingan di Subang.

JATINANGOR – Nasib naas menimpa Tim Sepak Bola Haornas Sumedang. Setelah menelan kekalahan pada pertandingan sepak bola melawan tim Subang dengan Skor (2-0) pada ajang Kompetisi Haornas Tingkat Provinsi Jabar. Mereka pulang dengan kondisi babak belur setelah dipukuli oknum keamanan pertandingan dan tim official Subang, Kamis (22/11).

Manager Tim Sepak Bola Sumedang U-15, Krisna Supriatna, menuturkan dirinya merasa prihatin dengan pelaksana atau panitia Kompetisi Haornas Tingkat Provinsi Jabar yang dianggapnya tak profesional. Pasalnya, tidak melindungi atlet sepak bola yang seharusnya mendapat perlindungan, malah ditindas. Belum lagi jalannya pertandingan yang dinilai berat sebelah.

Baca Juga  Sedot Air Bah, Kepolisian Sumedang Turunkan Mobil Penyedot Air

“Kami rasa panitia pelaksana tidak profesional karena tidak bisa membuat pertandingan berlangsung aman. Sehingga ada pemain yang dipukul oleh ofisial lawan dan oknum aparat keamanan,” Ujar Krisna  saat beristirahat di halaman kantor Kecamatan Jatinangor.

Dikatakan dia, pemain muda yang rata-rata usia di bawah umur 15 tahun dipukuli oknum aparat keamanan hingga luka memar dan benjol di setiap mukanya. Itu bermula saat kedua tim adu mulut setelah terjadi pergesekan pemain. Hingga timbul percekcokan dan berujung perkelahian. Namun petugas keamanan dan panitia bukannya melerai malah ikut memukuli Tim Sumedang.

Baca Juga  Situraja Utara Lebih Dikenal di Papua

“Kami berharap offisial dan oknum aparat keamanan yang memukul anak-anak diusut sampai tuntas. Bila perlu kami akan melapor ke kepolisian. Karena ini tindak kekerasan. Keamanan yang seharusnya bisa melerai,  malah memukuli para pemain,” bebernya

Lebih lanjut, kalah menang adalah hal yang wajar dalam setiap pertandingan. Namun dengan kepemimpinan wasit seperti itu bukannya  mendidik bahkan membuat perselisihan diantara kedua kubu. “Seharusnya wasit yang ditunjuk adalah wasit yang profesional tidak seperti itu, masa wasit sangat kelihatan banget membela tim lawan. Ironisnya ini kompetisi sekelas Pemprov.”tandasnya (IMAN/Sumedang Ekspres)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

JATINANGOR

Bimbingan Belajar Super Motivasi

JATINANGOR

Silver Reunion Alumni IKOPIN FMS C’86

JATINANGOR

Waspada! aksi kejahatan mengintai

JATINANGOR

Cinema 21, Awal Ramadhan Beroperasi

JATINANGOR

Sssst Razia HP Pelajar di Cimanggung, Polres Sumedang Temukan Video Porno

JATINANGOR

Ada Pelajar SMA/SMK diduga konsumsi miras oplosan kena razia C3

JATINANGOR

Hindari Tabrakan, Truk Malah Nyungsep

JATINANGOR

Kader Posyandu Tuntut Kesejahteraan Pada Bupati Terpilih