Home / DAERAH

Minggu, 10 Februari 2013 - 00:01 WIB

Omset Pengepul Batu Gunung Julang Menjanjikan



CISITU – Hujan menyebabkan sejumlah pemulung muntahan batu proyek Gunung Julang, tak dapat beraktifitas. Pasalnya, saat hujan turun apalagi dengan intensitas tinggi, aktivitas penambangan Gunung Julang dihentikan pihak proyek.

Adanya penambangan Gunung Julang bagi sebagian penduduk di kawasan itu, dipandang menguntungkan karena mereka dapat menjadi pengepul batu dengan omset jutaan rupiah perbulan

Adanya penambangan Gunung Julang bagi sebagian penduduk di kawasan itu, dipandang menguntungkan karena mereka dapat menjadi pengepul batu dengan omset jutaan rupiah perbulan

“Ya, kalau sudah begitu kita diam saja. Karena gak ada mobil yang lewat. Karena selama ini kita itu mengambil batu dari batu-batu yang jatuh dari mobil-mobil proyek yang lewat,” kata Edi (60) warga Pangjeleran, Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu ditemui di lokasi kerjanya, Jumat (08/02).

Pengakuan Edi, dalam sehari dia dampat mengumpulkan batu sedikitnya 5 meter kubik atau setara dengan satu engkel mobil truk. Itu dia dapatkan dari jarak pemulungan batu sekira 100 meter.

“Karena di sini sekarang sudah dibagi-bagi, lebih dari 10 titik. Makanya, pertitiknya itu sekitar 100 meter,” terang dia.

Memanfaatkan limbah batu proyek tersebut, sudah dilakoninya sejak 2 tahun lalu. Sebelumnya, sebut dia, batu-batu itu dia jual ke para pembeli yang sengaja datang ke tempatnya bekerja. Namun, kini para pengepul dapat menjual langsung barang hasil pungutannya itu ke stoom cluster yang ada di kawasan itu.

Baca Juga  Karya Bhakti, HUT TNI AD

“Kalau ke pembeli yang datang ke saya, paling saya mendapat Rp 100 ribu per-hari. Sekarang dengan adanya stoom cluster, pendapatan perhari saya dapat Rp 200-300 ribu per-hari. Lain dari itu kalau ada kebutuhan mendadak, saya dapat meminjam atau istilahnya ngijon dulu, kalau dulu tidak,” papar Edi.

Senada dikatakan salasatu Ketua RT di Dusun Cipeuteuy, Desa Cisitu, Narsim. Ia bahkan mengaku sudah melakoni kegiatan mulungan batu proyek sejak 4 tahun silam. Semula dirinya mempunyai penambangan batu sendiri di lokasi itu. “Iya, pertama kalinya kita membuka penambangan dilahan milik,” jelasnya.

Disebutkan Narsim, para pemulung batu terutama yang berada di wilayah Desa Cisitu, sudah terdaftar di Desa Cisitu, jumlanya ada 15 orang. “Yang tercatat di Desa Cisitu memang ada 15 orang, tapi kalau di lapangan itu bisa lebih. Karena banyak yang bergabung ke mereka yang sudah di catat,” ungkapnya.

Keberadaan stoom cluster yang dibangun atas kebersamaan warga yang terkena dampak Gunung Julang itu pun, disebut Narsim, sangat membantu pihaknya yang mengumpulkan batu-batu jatuhan dari mobil-mobil proyek yang melintas. “Wah, sangat membantu sekali. Bahkan, pekerjaan ini boleh dibilang paling irit biaya. Hanya saya memerlukan martil saja, sambil nyari rumput buat ternak. Abis itu menunggu batu yang jatuh dari mobil proyek, makanya rumput dapat, batu juga dapat dan langsung kita kirim ke stoom cluster,” terang dia.

Baca Juga  PPS Sibuk Verifikasi Calon Perseorangan

Dihubungi secara terpisah Ketua Konsorsium OTD Jatigede, Drs Dedi Kusmayadi, menilai jika lokasi penambangan gunung Julang, nantinya akan memiliki potensi yang luar biasa jika proyek Jatigede jadi.

Sementara menyikapi maraknya para pengumpul batu di wilayah itu, sebut dia, hal itu sangat baik. Karena terjadi hubungan simbiosis mutualisma. “Semua diuntungkan dengan adanya para pengumpul batu itu. Tak dapat dibayangkan kalau tak ada pengumpul batu, pasti batu-batu yang jatuh akan berserakan. Padahal kita tahu sendiri, jalan proyek Jatigede itu sekarang tak hanya dilewati mobil proyek tapi juga mobil umum. Nah, dengan adanya pengepul, jadinya di jalan itu tak ada batu yang berserakan lagi, selain itu ke pengepul juga mendapat keuntungan,” ungkap dia.

Keberadaan stoom cluster juga sebut dia, memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengepul meski kapasitasnya masih minim. “Ya lumayan saja, dapat memberdayakan dan membantu masyarakat. Kalau dulu kan sering ada istilah dianjuk bahkan sampai tak dibayar, sekarang dengan adanya kebersamaan dan membuat stoom cluster, jadinya masyarakat mengumpulkan disatu titik,” terang dia. (ign)

 

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Robi tewas di Jalan Bandung-Cirebon jadi korban tabrak lari truk

DAERAH

Tim penilai UKS sebut SMKN Situraja bagai mutiara dalam lumpur

DAERAH

SEDERHANA, PERINGATAN SUMPAH PEMUDA KE-83 DI JATINUNGGAL

DAERAH

Ini dia, euforia Konferwil PWNU Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti rakor Penanganan COVID-19 di Pesantren bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia melalui telekonferensi dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (30/9/20).

DAERAH

Ini Kebijakan Gugus Tugas Jabar di Dua Ponpes Terkonfirmasi Positif Covid-19

DAERAH

Ibu Asyik SMS-an, Anaknya Mengambang di Kolam

DAERAH

Carry Nyelonong, Masuk Rumah

DAERAH

Koppas Wado Bakal Punya GOR Baru