Atang: Khianati Partai, Don Pantas Dipecat

SUMEKS, DARMARAJA – Langkah Bupati Sumedang yang juga Ketua DPC PDI-P Sumedang, Don Murdono, maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah, mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Hadi Purnomo. Mengundang kemarahan PDI-P Pusat, Dua hari setelah mendaftar Don langsung dipecat dengan alasan sudah melakukan pelanggaran AD/ART Partai.

Baca Juga  Berbuat Cabul, Guru Ngaji Terancam 15 Tahun Penjara
foto: Istimewa
foto: Istimewa

Pemecatan Don tersebut langsung diputuskan DPP PDI-P Kamis malam. Dihubungi secara terpisah Sekretaris Fraksi PDI-P Sumedang, Atang Setiawan, membenarkan kaitan pemecatan Don tersebut.

“Don, sudah resmi dipecat ini konsekuensi bagi siapa pun yang mengkhianati partai,” kata Atang Setiawan, dihubungi Sumeks, Jumat (8/3).

Sebut dia, partai merasa tersinggung dengan keputusan Don yang tidak menjunjung tinggi keputusan partai. Padahal, kata Atang, Don sudah dua kali direkomendasi sebagai bupati di Sumedang.

“Benar-benar PDIP merasa tersinggung dengan sikap Don itu, dia kan sudah Dua priode Jadi Bupati Sumedang, dibesarkan oleh PDI-P, tapi justru berkhianat pada AD/ART partai,” ungkapnya .

Secara otomatis kata Atang, dengan dipecatnya Don dari PDI-P, kepengurusan Ketua DPC pun akan berubah, meski Atang tak berani menyimpulkan siapa pengganti Don untuk menduduki Ketua DPC PDI-P Sumedang. “Itu ranahnya DPD PDI-P Jawa Barat nanti yang memutuskan DPD PDI-P, hanya saya membenarkan Don dipecat,” ujarnya.

Baca Juga  Terdakwa Kasus Korupsi Jatigede, Segera Disidang

Sebelumnya, mantan Ketua DPC PDI-P Sumedang itu, maju bersama Sekda Jateng Hadi Prabowo pada Pilgub Jateng 2013 dengan diusung enam partai menengah, yakni PKS, Partai Gerindra, PKB, PPP, Partai Hanura, dan PKNU. Sementara PDI-P Pusat untuk pencalonan Gubernur Jawa Tengah itu merekomendasi Anggota DPR RI Ganjar Pranowo dan Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko.

Sementara di Jawa Tengah, Don, mengaku tak mengetahui jika dirinya sudah dipecat oleh PDI-P, Don bahkan mengaku belum menerima surat resmi apa pun berkaitan dengan pemecatannya. “Saya tahunya dari surat kabar, bahwa saya sudah dipecat, tapi saya belum menerima secara resmi surat pemecatannya,” kata Don, di RSUP dr Kariadi untuk menjalani tes kesehatan.

Ia pun belum berani menanggapi kaitan dengan pemecatan itu. Baru, setelah ada bukti pemecatan ia berani menanggapinya. (ign)

Tinggalkan Balasan