Distamben, Pengusaha Galian Kudu Punya WIUP

KOTA – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Sumedang menggelar sosialisasi kaitan peraturan perundang-undangan di bidang pertambangan, kegiatan monitoring dan pengendalian galian bahan mineral bukan logam dan batuan tahun anggaran 2013 di Hotel Panghegar, Cimalaka.

Sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan bidang pertambangan.
Sosialisasi tentang peraturan perundang-undangan bidang pertambangan.

Dalam pemaparannya di hadapan para pengusaha galian, Kabid Pertambangan pada Dinas Pertambangan, Energi dan Pertanahan Kabupaten Sumedang, Apep Koharudin, mengakatakan Pemkab Sumedang mengeluarkan peraturan daerah yang baru.

Baca Juga  Lupa Matikan Lilin, Bayi 3,5 Ini Mengalami Luka Bakar

“Pemkab Sumedang menerbitkan peraturan daerah yang baru, yaitu perda nomor 13 tahun 2011. Dulu kita punya Perda nomor 28 tahun 2003. Judulnya dulu usaha pertambangan dan galian golongan c. Nah, sekarang dirubah dengan undang-undang hanya berubah sebutan dari galian c-nya saja,” kata Apep.

Baca Juga  Belum Percaya Kepada Pemkab OTD Ontrog IPP

Lebih lanjut, Apep menerangkan dalam perda tersebut, pengusaha untuk mendapatkan izin eksplorasi harus mengajukan dulu permohonan WIUP (Wilayah Izin Usaha Penambangan).

“Untuk izin beda dengan yang terdahulu, kalau dulu. Pengusaha itu langsung mengajukan permohonan eksplorasi, sekarang harus mengajukan permohonan WIUP. Sesuai dengan standart nasional, di sana ditulis juga letak koordinatnya. Baru menyampaikan ke Dinas Pertambangan, kemudian Distamben nanti akan mem-plot lokasi itu, sesuai dengan aturan yang baru. Secara komputerisasi, nanti kami mengetahui apakah lokasi itu clear atau tidak. Artinya, memenuhi ketentuan atau tidak lokasi itu,” terangnya. (IRP)

Baca Juga  Ini yang Akan Dilakukan Sumedang, Adanya Tol Cisumdawu dan Bandara Kertajati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK