CIMANGGUNG - Manager PT PLN (Persero) Area Pemeliharaan Bandung, Sugiyono, meninjau langsung lokasi menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500kV di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Minggu (31/3/2013) [caption id="attachment_13023" align="alignleft" width="300"]Ilustrasi. Foto : ANTARA/Ismar Patrizki Ilustrasi. Foto : ANTARA/Ismar Patrizki[/caption] Dalam kunjungannya tersebut Sugiyono menjelaskan jika umur menara Sutet tersebut sudah berusia sekitar 13 tahun. Kemiringan menara Sutet sudah diketahui pihak PT PLN (Persero) sejak beberapa bulan lalu. Untuk menghindari terjadinya sesuatu yang makin parah sebut Sugiyono, pihaknya pun segera melakukan perbaikan sejak, Kamis (28/3) lalu. “Memang kemiringannya sudah semakin parah. Kalau sampai patah ini bisa lebih parah lagi, beberapa besi menara towernya sudah bengkok,” ungkapnya. Kemiringan terjadi karena adanya pergerakan tanah lambat (landslide) dikawasan itu, hingga menyebabkan tanah di sekitar pondasi mengalami longsor. Sebelumnya, Assisten Manager PT PLN (Persero) menyebutkan penyebab rusaknya menara Sutet itu akibat curah hujan yang tinggu. “Pemicunya karena curah hujan yang tinggi, beberapa bulan terakhir ini,” tambah  Setiawan. (IRP)/SUMEDANG ONLINE

Menara Sutet Cikahuripan, Berumur 13 Tahun

CIMANGGUNG – Manager PT PLN (Persero) Area Pemeliharaan Bandung, Sugiyono, meninjau langsung lokasi menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500kV di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Minggu (31/3/2013)

Ilustrasi. Foto : ANTARA/Ismar Patrizki

Ilustrasi. Foto : ANTARA/Ismar Patrizki

Dalam kunjungannya tersebut Sugiyono menjelaskan jika umur menara Sutet tersebut sudah berusia sekitar 13 tahun. Kemiringan menara Sutet sudah diketahui pihak PT PLN (Persero) sejak beberapa bulan lalu. Untuk menghindari terjadinya sesuatu yang makin parah sebut Sugiyono, pihaknya pun segera melakukan perbaikan sejak, Kamis (28/3) lalu.

“Memang kemiringannya sudah semakin parah. Kalau sampai patah ini bisa lebih parah lagi, beberapa besi menara towernya sudah bengkok,” ungkapnya.

Kemiringan terjadi karena adanya pergerakan tanah lambat (landslide) dikawasan itu, hingga menyebabkan tanah di sekitar pondasi mengalami longsor. Sebelumnya, Assisten Manager PT PLN (Persero) menyebutkan penyebab rusaknya menara Sutet itu akibat curah hujan yang tinggu.

“Pemicunya karena curah hujan yang tinggi, beberapa bulan terakhir ini,” tambah  Setiawan. (IRP)