Home / SUMEDANG

Minggu, 3 Maret 2013 - 15:44 WIB

RSUD Sumedang Kehabisan Obat Bius



KOTA – Kepala Bidang Pelayanan Penunjang Medic pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, Yayat M.T.H., membenarkan Enam pasien yang akan dilakukan operasi malam Jumat, tak bisa dilakukan operasi imbas tak tersedianya obat bius.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Bukan RSUD yang lalai, tapi karena memang kehabisan obat biusnya,” kata Yayat dihubungi melalui Selulernya, Sabtu (02/03/2013).

Pihaknya, sebut Yayat, pada hari itu juga langsung mengambil obat bius jenis psikotropika dan narkotika itu ke Bandung. Ia pun menyebutkan pengambilan jenis obat bius tersebut perlu menempuh prosedur khusus.

Baca Juga  Kuota non-DTKS Kabupaten Sumedang Berkurang, Wabup: Dialihkan Jadi Penerima Banprov

“Kalau tidak kan bisa disalah gunakan. Jadi untuk yang kasusnya itu bukan RSUD yang lalai, tapi kita hanya menunda saja,” ungkapnya.

Disinggung, jika si pasien meninggal akibat terlambat dioperasi, Yayat, mengatakan dokter bedah yang menangani pasien itu mempunyai criteria untuk memperlakukan pasien.

“Dokter juga punya criteria, sito atau tidak. Kalau missal operasi tidak sito atau tak membahayakan, itu bisa ditunda. Tapi kalau emergency bisa diupayakan, bisa juga kita minjam dulu. Yang jelas kalau emergency RSUD akan mengupayakan,” terangnya.

Ia pun menyebutkan yang paling berbahaya, saat proses pembedahan sedang berlangsung, tapi tiba-tiba obat untuk proses bedah itu habis, itu yang berbahaya.

Baca Juga  Data Caleg Golkar Sumedang Dimaling

Ditanya, apakah selain alasan kehabisan obat bius, ada alasan lain seperti pasieun yang kekurangan uang. “Bukan dari sisi keuangan, kalau keuangan di RSUD Sumedang itu bisa belakangan,” paparnya.

Meski demikian pihaknya akan segera melakukan rapat interent untuk membahas persoalan sampai habisnya stok obat bius.

Pesan Singkat yang diterima Sumedang Online, menyebutkan Juhana kelas I, Mastur kelas I, Arsip kelas 2 dan Iroh kelas VIP. (irp)

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Anggaran Seret, Paskibraka Sumedang Tetap Semangat Latihan
Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pilihan Redaksi

Suami Pulang Merantau Malah Bingung Balik, IRT di Cigobang Berharap Kehidupan Kembali Normal

Pilihan Redaksi

Sebelas camat di Sumedang ingin segera dilantik jadi PPATS
TANAH longsor di KM 7 Subang dibetulan Dusun Neglasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Rancakalong, menyebabkan arus lalu lintas tersendat, Senin, 6 April 2020.

Pilihan Redaksi

Longsor Sumedang-Subang, Dinas PU Akan Turunkan Backhoe Besar
Petugas di lapangan melakukan pengecekan mereka yang masuk ke wilayah Sumedang di Pos Perbatasan jelang Mudik Hari Raya Idul Adha. Sabtu, 17 Juli 2021.

Pilihan Redaksi

Jelang Mudik Idul Adha, Pos Penyekatan di Perbatasan Sumedang Diperketat
Salahsatu toko masih buka disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumedang.

Pilihan Redaksi

Satpol PP: PSBB Tahap Satu Warga Sumedang Lebih Taat dari Tahap II

SUMEDANG

Persit KCK Yonif R 301 Bantu Korban Banjir Jatinangor
Petugas saat melakukan identifikasi korban.

Pilihan Redaksi

Data Korban Bencana Longsor Cimanggung, 29 Meninggal, 11 Masih Dicari