Home / PENDIDIKAN

Kamis, 18 Juli 2013 - 09:49 WIB

Tahun Ajaran Baru, Jual Beli LKS Marak



Ilustrasi.

Ilustrasi.

DARMARAJA-Pendidikan gratis di Kabupaten Sumedang, yang digadang-gadang Bupati Sumedang, H Endang Sukandar, saat kampanye lalu. Tampaknya akan menemui ganjalan. Pasalnya salahsatu alasan pendidikan tak gratis adalah masih adanya praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dilakukan sejumlah guru, padahal penjualan buku ke siswa itu dilarang.
Pantauan Sumeks, praktik jual beli LKS terjadi SMPN 1 dan 2 Darmaraja. Sebuah buku LKS berjudul “intensip” dengan Penerbit UM-Solo. Beredar di lingkungan Koperasi SMPN 2 Darmaraja, LKS tersebut dijual dikisaran Rp 8 ribu per-buku.
“Sebagai orangtua yang tingkat ekonominya lemah. Tentunya saya sangat keberatan dengan adanya penjualan buku LKS di sekolah. Kalaupun harus ada sebuah lembar kerja siswa, kenapa bukan guru saja yang buat. Dan, bisa minta uang ganti photo copy ke siswa. Inimah sepertinya, gurunya sudah mulai malas kerja, makanya pengen instan mulu. Tapi justru memberatkan, bagaimana nih Pak Bupati,” kata Asep Hendra salahsatu orangtua siswa kepada Sumeks, kemarin.
Kata dia, terkadang pihak sekolah berkelit tidak ada pemaksaan untuk membeli LKS. “Tapi seandainya dari 30 orang siswa yang tidak membeli itu 10 orang. Di situ kan jelas nantinya akan ada diskriminasi anak-anak. Yang tidak beli buku akan dipersulit, karena guru banyak memberikan tugas dari LKS. Coba bayangkan bagaimana nasib anak yang 10 orang itu secara psikologis, apakah guru tidak berfikir kea rah sana sebagai seorang pendidik yang harus digugu dan ditiru,” tuturnya.
Dikonfirmasi, Kepala SMPN 2 Darmaraja, Didi Kusnadi, tidak menampik jika di sekolahnya memang diperjualbelikan LKS, hanya saja ia beralibi tidak ikut campur urusan penjualan LKS tersebut. Karena sudah ditangani oleh koperasi.
“Saya tidak akan menampik, di sekolah ini (SMPN 2 Darmaraja) memang ada LKS dari penerbit, ada yang mengirim. Tapi saya tidak tahu menahu perihal penjualannya. Karena yang mengurusnya koperasi, saya pun tidak tahu berapa harganya,” tutur Didi Kusnadi.
Didi pun malah balik meminta apakah larangan jual beli LKS itu ada surat edaran dari Dinas Pendidikan ke tiap-tiap sekolah. “Saya sangat tunggu surat edaran tersebut, karena saya dapat dengan tegas menolak LKS yang masuk. Guru memang harus lebih aktif, karena gajihnya sudah cukup besar,” kata Didi.
Senada dikatakan Kepala SMPN 1 Darmaraja, Wawan. Ia pun mengaku menunggu edaran yang akan dikeluarkan Kadisdik, terkait pelarangan LKS. “Sebenarnya LKS sangat membantu guru, karena guru memiliki berbagai kesibukan. Tapi saya tunggu edarannya dulu, agar terbayang langkah selanjutnya harus bagaimana,” pungkas Wawan.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan Sumedang, Herman Suryatman, menegaskan LKS dilarang diperjualbelikan di sekolah. Pelarangan LKS itu akan dipertegas Herman, dengan segera diterbitkannya surat larangan penjualan LKS.
“Sekolah dilarang memperjualbelikan LKS, Minggu depan kami akan buat edaran tertulis. Pelarangan penjualan LKS itu, sebenarnya agar guru dapat lebih greget lagi dalam proses belajar-mengajar, tidak hanya mengandalkan pemberian tugas melalui LKS saja. Sebagaimana prinsip Sumedang, Motekar. Guru harus dapat Motekar, pembuatan tugas atau pekerjaan rumah harus dibuatnya sendiri,” tambah Herman. (ndu)

Baca Juga  Yogi Dilantik Jadi Ketua BBC Sumedang
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

Sekolah, Minta BOS Cair Lebih Awal

PENDIDIKAN

Universitas Pertahanan prodi Disaster Management Gelar Pelatihan Manajemen Bencana

PENDIDIKAN

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SDN Karapyak I Sumedang Gelar SPMI Tahap 2

PENDIDIKAN

Bupati Sumedang Terpilih Bakal Menerima Anugerah Pendidikan Indonesia

PENDIDIKAN

8 Bangunan SD dan Satu SMP Terancam Longsor

PENDIDIKAN

Plafon ruangan guru SDN Sukamanah ambruk, ini alasan Dinas Pendidikan Sumedang

PENDIDIKAN

Serempak Bupati dan Wabup Sumedang Resmikan Bengkel TEFA di SMKN Situraja
Sejumlah sajian makanan olahan peserta PKW disajikan dalam bazzar yang digelar PKBM Actual Sejahtera Kabupaten Sumedang, Selasa 27 Oktober 2020.

PENDIDIKAN

PKBM Actual Sejahtera Gelar Bazzar Hasil Karya Peserta PKW