DAERAH  

Nonoman Sumedang Larang, Minta Situs Cipaku dipertahankan

Ketua Nonoman Sumedang Larang, Rd. Luky Djauhari Soemawilaga, mendukung agar situs yang berada di wilayah Cipaku untuk dapat dipertahankan. Sesuai dengan singkatan Cipaku itu sendiri, cicingkeun, pageuhkeun, kukuhkeun.
“Tradisi Muharaman ini, banyak sekali maslahatnya untuk masyarakat Sunda khususnya. Bisa dijadikan cermin sebagai media perekat silaturahmi. Disamping mempelajari nilai-nilai yang sudah diturunkan oleh leluhur kita, yang ada di Cipaku. Ini harus jadi cermin, bagi kita semuanya,” kata Rd. Luky sesaat mengikuti giat Muharaman yang dilaksanakan di Makam Ratu Inten Dewi Nawang Wulan, Selasa, 27 Oktober 2015.
“Karena itu, pendapat saya. Selaku keturunan masyarakat Cipaku. Tempat ini, harus dipertahankan, karena ini bisa jadi perekat. Perekat untuk mentransformasikan nilai-nilai kasundaan yang memiliki makna filosofis yang sangat besar, untuk kehidupan kita. Yang bisa menyelamatkan dunia dan akhirat. Kita berharap, kumpulan kita ini, untuk pemangku kebijakan, pemerintah, bisa berpikir ulang, dari apa yang mereka perbuat dalam menjalankan kebijakannya. Khususnya berkenaan dengan yang kita alami saat ini, yakni pengenangan waduk Jatigede. Ini harus jadi perhatian yang sangat penting sekali,” tambahnya.***
Reporter : Fitriyani

Baca Juga  EK-i Juga Akan Daftar Hari ini

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK