Home / JATINANGOR / Pilihan Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2015 - 12:00 WIB

Pembangunan monorel Rancakekek-Tanjungsari, ditolak



RENCANA pemerintah untuk mengaktifkan jalur monorel Rancaekek-Tanjungsari, dipastikan tak akan berjalan mulus. Pasalnya, ada sekitar 299 kepala keluarga (KK), yang saat ini menempati lahan bekas jalur kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini.

Sekretaris Komisi C DPRD Sumedang, Dadang Rohmawan, salahsatunya yang menolak rencana pembangunan monorel tersebut, karena tidak efektif dalam mengurai kemacetan di Jatinangor dan Tanjungsari.

Baca Juga  Wamen ATR BPN Tinjau Lokasi Bencana Longsor Cimanggung, Surya: PU Akan Bangun Portal Pengendali Longsor

“Status tanah yang diklaim milik PT KAI adalah milik masyarakat, yang dikuasai penjajah pada tempo dulu, ” kata Dadang.

Baca Juga  Usai Dilantik jadi Bupati Sumedang, Eka: Pertajam Perizinan

Ia berharap Pemerintah Provinsi untuk membatalkan rencana pembangunan monorel tersebut. Dadang juga mengaku kecewa terhadap pihak PT KAI yang melakukan pendataan warga yang menempati jalur SS, karena tidak melibatkan Muspika Jatinangor selaku pemilik wilayah.***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

KABAR DARI GEDUNG NEGARA

Bupati Sumedang Santuni 300 Anak Yatim

Pilihan Redaksi

Peringatan Hari Santri Nasional di Sumedang Meriah

Nasional

Jabar Dirikan Posko Gempa Aceh di Pidie Jaya

Pilihan Redaksi

Gotrasawala. Wagub Jabar: upaya pemprov mengangkat seni dan budaya

Pilihan Redaksi

[PORDA XIII]Ini Jadwal Pertandingan Hari Jumat 5 Oktober 2018

Pilihan Redaksi

GOW Sumedang Gelar Lomba Pidato, Peserta Terlihat Grogi

Pilihan Redaksi

Disnakertrans Pastikan Pekerja Pabrik di Sumedang Besok Libur

Nasional

Bandara Intetnasional Jawa Barat diambil alih Pusat