Pemerintah Sumedang, bahas pengembangan KJA di Jatigede

PEMERINTAH Kabupaten Sumedang, menggelar rapat pembahasan Aspirasi Masyarakat dalam Pengembangan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Ruang Rapat Sekda. Rapat dihadiri unsur Bappeda, Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan, BBWS Cimanuk Cisanggarung, perwakilan Perguruan Tinggi, jajaran Satuan Kerja Non-Vertikal (SNVT) serta para pengurus dan anggota Asosiasi Perikanan Sumedang (APS).
Wawan Gunawan , dari pihak SNVT melalui Mitraplan mengekspos tentang pemanfaatan multifungsi dari waduk Jatigede berdasar hasil kajian dari penelitian yang dilakukan oleh pihaknya. Salah satu kegiatannya adalah menilai potensi manfaat yang akan didapat atas dibangunnya Waduk Jatigede melalui konsep ekowisata, dimana dari hasil perhitungan akan didapat nilai keuntungan hampir 750 miliar rupiah per tahun.
Untuk potensi perikanan berdasarkan hasil kajian tersebut, Wawan mengatakan bahwa kegiatan yang aman dilakukan untuk perikanan adalah melalui perikanan tangkap.
“Menurut hasil penelitian kami di Waduk Saguling dan Cirata, telah terjadi peningkatan KJA yang luar biasa sehingga cukup mengganggu terhadap kualitas air di kedua waduk tersebut, dan kami tidak ingin hal serupa terulang di Waduk Jatigede mengingat salah satu fungsi pokoknya dalam penyediaan air baku,” ujar Wawan.

rapat pembahasan Aspirasi Masyarakat dalam Pengembangan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Ruang Rapat Sekda
rapat pembahasan Aspirasi Masyarakat dalam Pengembangan Sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Ruang Rapat Sekda
Ketua APS, Tahim Mulyadi, menyampaikan aspirasinya dan mengemukakan bahwa pemanfaatan dari Waduk Jatigede bagi masyarakat Sumedang khususnya orang terdampak Jatigede, menggunakan konsep Keramba Jaring Apung (KJA) dengan sistim Water Treatment Plants (WTP) yang ramah lingkungan dengan model pengelolaan pasar yang menggunakan pola Hak Guna Usaha (HGU).
“Satu KJA yang berukuran 50m2 bisa menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan mengelola satu hektar sawah yang ditanami padi,” ujar Tahim.
Kegiatan KJA sendiri, sambungnya, teknologinya tidak terlalu sulit dan mudah untuk diterapkan karena para pemanfaatnya nanti yang notabene adalah mantan petani warga OTD, telah melakukan pelatihan-pelatihan dan magang melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Sumedang, yang bersumber dari dana PIK.
Sekda Zaenal Alimin pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas informasi dan masukan yang didapat tentang pendayagunaan Jatigede, serta menampung berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan pihak APS.
Sekda juga menambahkan bahwa segala sesuatu yang terkait dengan hajat hidup orang banyak harus disikapi dengan bijak, dan perlu dibangun kebersamaan dan komitmen yang kuat diantara pemangku kebijakan dengan masyarakat.
“Apapun yang akan dilakukan nanti dalam pemanfaatan waduk Jatigede kedepan dari sisi perikanan, yang jelas pilihan tersebut betul-betul maslahat bagi kepentingan masyarakat serta mampu memegang komitment yang telah disepakati,” tegasnya mengakhiri pertemuan.
Reporter : Iwan Rahmat
REPORTER
: Admin
EDITOR
: Admin
CREDIT FOTO
:
TERBIT
:

Baca Juga  Pentingnya Guru Yang Cerdas (Sebuah Tinjauan Islam)

Tinggalkan Balasan