Usulan Mobdin DPRD, Tak hanya netizen. Ini sindiran Anggota DPRD Jabar

TERKAIT rencana DPRD Kabupaten Sumedang mengusulkan adanya penambahan mobil dinas (Mobdin) DPRD. Netizen di peduli Sumedang misalnya langsung memberikan kritikan tajam di Grup Peduli Sumedang.
Postingan itu langsung diunggah Pengamat Kebijakan Publik dan Pemerhati Anggaran Pemerintah Nandang Suherman. Nandang dalam postingannya menyebutkan “Mendahulukan kepentingan ‘dirinya’ daripada kepentingan rakyat, adalah perbuatan tercela …. Anggota DPRD Sumedang minta fasilitas mobdin untuk setiap anggotanya …. T..e..r..l..a..l..u..dan sudah dianggarkan di PPAS 2016 …” tulisnya.
Berbagai reaksi pun ditunjukan para netizen Sumedang, membaca postingan tersebut. Apalagi, Nandang juga menampilkan foto berita di Tribun Jabar yang terbit Senin, 2 November 2015. Di Koran tersebut bahkan menjadi headline utama, dengan tulisan besar “Anggota DPRD Minta Mobil Dinas”.
Tak hanya, netizen Sumedang yang kebakaran jenggot dengan usulan ditengah berbagai permasalahan yang terjadi di Sumedang dan belum mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah dan DPRD Kabupaten Sumedang. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Agus Welianto pun, bereaksi saat mendengar adanya usulan itu. Namun, terkait sikap DPRD yang mengusulkan anggaran penambahan mobdin tersebut, pria yang kerap di sapa Awel itu enggan berkomenter banyak.
“No comen soal DPRD (Sumedang),” ujarnya saat diminta tanggapannya.
Namun, ia mengaku prihatin, karena saat ini berbagai permasalahan tengah dihadapi Sumedang. Salahsatunya, dampak sosial penanganan Jatigede, yang menjadi permasalahan besar di Sumedang.
“Saya cuma prihatin penyelesaian dampalk sosial penanganan Jatigede yang tidak dapat perhatian yang menjadi prioritas utama Pemkab dan DPRD Sumedang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, DPRD Provinsi Jawa Barat dan Pusat harus melakukan dialog untuk penanganan masalah dampak social itu. Pendidikan, kesehatan, masalah ekonomi, lapangan kerja, pemerintah desa dan lain-lain harusnuya menjadi prioritas pemangku kekuasaan, bukan ribut soal mobil dinas,” ungkapnya gereget.
Seperti diketahui saat ini, ribuan warga terdampak Jatigede, dalam posisi kebingungan. Meski sudah pindah, namun sarana fasilitas umum dan social belum tersedia. Listrik misalnya, dibeberapa titik lokasi relokasi belum tersedia. Salahsatunya di tempat relokasi warga terdampak Jatigede di kawasan Sawah Lega, Desa Ranggon, Kecamatan Darmaraja, meski sudah ada puluhan yang pindah. Namun belum terlihat adanya pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah. Padahal, banyak masyarakat yang pindah, terpaksa untuk penerangan listrik mereka mengambil dari daerah terdekat. Karena belum dipasangnya instalasi listrik. ***

Baca Juga  Tersumbat Sampah, Jalan Pangantingan Banjir Bandang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK