Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 15 Agustus 2016 - 14:48 WIB

Calhaj tak terima visa, jangan salahkan KBIH



SUMEDANGONLINE: Pimpinan Pondok Pesantren An-nur, HM Shandy Prasasti, S.Pd.I, MM., mengaku heran dengan pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, yang seolah-olah menyalahkan pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dengan tak berangkatnya sebanyak 83 calon jamaah haji asal Asal Sumedangu. Versi Menag Lukman, kasus yang terjadi di Kabupaten Sumedang itu, menurutnya karena ada jemaah yang seharusnya berangkat di gelombang kedua, tapi karena teman atau saudaranya di gelombang pertama ia ingin pindah ke gelombang pertama keberangkatannya, karena jemaah tersebut di gelombang kedua, visanya tentu sedang diproses dan belum selesai.
“Ga seperti itu. Sumedang itu gelombang awal dan akhir. Saya juga bingung kenapa jadi jamaah yang disalahkan. Padahal di pramanifest sudah jelas semua. Semua data sudah masuk. Yang ngatur jamaah kan dari kemenag juga. Alangkah lebih bijaknya pemerintah dalam hal ini jangan menyalahkan mitranya (KBIH) dan jamaah haji,” kata Shandy saat dikonfirmasi.
Meski demikian ia menyebutkan seluruh calon jamaah haji dari KBIH An-nur yang sebelumnya gagal berangkat karena masalah visa dipastikan sudah mendapat visa tersebut. “Menurut kabar sih sudah (mendapat visa) tinggal nunggu kapan diberangkatkan. Katanya, memang hari ini dapatnya,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah tidak lantas mencari kambing hitam para mitra Kemenag. “Seperti ingin menyalahkan para mitra kemenag lho kang. Sangat disayangkan sekali. Bukannya ngasih solusi. Padahal semua jamaah sudah jelas, kemenag kabupaten lho yang ngurus,” tandasnya.

Baca Juga  Wabup Sukabumi Lepas 450 Calon Jamaah Haji
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

Pandemik Corona, Aparat Kelurahan Pasanggrahan Baru Dicek Suhu Tubuh

SUMEDANG

12 Tahun Bawaslu, Bawaslu Kabupaten Sumedang Donor Darah, Bagikan Masker dan Handsanitizer

Pilihan Redaksi

Innalillahi Sebuah Warkop di Gunung Manik Ludes Terbakar
Mak Enong, salahseorang penjual Mi Kocok warga Dusun Paseh, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, berharap adanya bantuan modal untuk usahanya.

Pilihan Redaksi

Tak Dapat Bantuan Pedagang Kecil di Sumedang Menjerit Butuh Modal

Pilihan Redaksi

Wow, Petani Sumedang Kirim 3-4 Ton Cabe Perhari ke Jabodetabek

JATINANGOR

Gampil Soal Proyek di Cikuda

Pilihan Redaksi

Bidik swasembada, 40Ha lahan BKPH Ujungjaya ditanami kedelai

Pilihan Redaksi

Selamat Jalan Tokoh Pembaharuan Kelurahan Talun, Kang Budi Permana