OLAHRAGA, Pilihan Redaksi

Pameran Produk Unggulan Semarakkan PON XIX

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi

SUMEDANGONLINE, PON XIX: Dalam rangka ikut serta mensukseskan dan memeriahkan pelaksanaan PON XIX dan Peparnas XV, Disparpora Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumedang, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, dan ITB Kampus Jatinangor menyelenggarakan Pameran Produk Unggulan Kabupaten Sumedang di Gedung Seba Guna ITB Jatinangor yang berdekatan dengan Venue Cabor Futsal, Silat, dan Tenis Meja.

Pameran dibuka Jumat (16/9) oleh Bupati H. Eka Setiawan yang hadir didampingi oleh Forkopimda Kabupaten Sumedang, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumedang Hj. Hanne Budhi Eka, Direktur Eksekutif ITB Kampus Jatinangor Wedyanto, serta para Asisten dan Kepala SKPD Kabupaten sumedang.

Pembukaan disajikan dalam bentuk prosesi seni yang menampilkan Kacapi Naga Maung buah karya seniman Sakiah Hendra atau Ki Petir. Kecapi tersebut selama ini disimpan di Museum Sri Baduga Bandung dan sering dimainkan pada acara-acara prosesi seni.

Seni Reak, Kuda Lumping dan Ondel-ondel dari Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor turut menyambut kedatangan Bupati beserta rombongan. Bupati juga berkesempatan naik Kuda Renggong dan disuguhi penampilan Tari Topeng Kreasi dari Sanggar Parikesit Jatinangor.

Dilaporkan Kepala Disparpora Kabupaten Sumedang Endah Kusyaman, pameran dilaksanakan dalam rangka Tahun Kunjungan Wisata 2016 dan berlangsung selama 5 hari, sejak 16 – 20 September 2016. “Maksudnya adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Sumedang terutama dari sisi kuliner, kerajinan tangan dan objek daya tarik wisata. Selama pameran berlangsung akan diisi dengan berbagai pertunjukan seni, termasuk Kacapi Maung Naga,” ujarnya.

Dengan digelarnya pameran tersebut, lanjutnya, diharapkan akan meningkatkan arus wisatawan, mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Sumedang, serta menunjang suksesnya program ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sumedang. “Adapun pesertanya terdiri dari 60 perwakilan usaha kecil dan menengah yang tersebar di seluruh Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Bupati H. Eka Setiawan menyatakan, selain sebagai bagian dari promosi daerah atas berbagai potensi yang ada di Kabupaten Sumedang, kegiatan tersebut juga sebagai bagian dari upaya pelestarian seni budaya. “Sumedang mempunyai banyak ragam seni tradisional yang menjadi daya tarik wisata. Selain menghibur para kontingen PON, pertunjukan seni yang ditampilkan diharapkan menjadi ‘magnet’ bagi para wisatawan yang datang,” tuturnya.

Dikatakan Bupati, Jatinangor sebagai ‘gerbang’ Kabupaten Sumedang diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pengembangan pariwisata. “Saya minta pihak kecamatan dengan dibantu Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan dan para pengusaha dapat terus mengembangkan potensi yang ada di sektor pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumedang,” katanya.

Menurut Bupati, kemacetan di jalur-jalur wisata wilayah Bandung dan Puncak pada waktu libur adalah peluang untuk menjadikan Sumedang sebagai alternatif destinasi wisata yang bebas macet. “Kalau saat-saat libur di sekitar Puncak Bogor dan kawasan Lembang Bandung sering kali terjadi kemcetan yang panjang karena banyaknya yang liburan. Oleh karena itu, kita tawarkan Sumedang sebagai alternatif untuk berwisata. Tentunya harus ditunjang pula dengan akses ke lokasi yang bebas macet,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan