SUMEDANGONLINE — Komandan Kodim (Dandim) 0610 Sumedang akan melakukan upaya antisipasi pencegahan terkait adanya informasi banyakanya tenaga kerja asing (TKA) Ilegal masuk ke Indonesia. Beberapa TKA Ilegal itu disinyalir salahsatunya berasal dari Negara Tiongkok.
“Deteksi dini dalam upaya pencegahan ditemukannya TKA ilegal dari beberapa negara termasuk dari Tiongkok. Kami memperkuat koordinasi dan pengawasan ketat dengan lembaga terkait untuk mengecek ada tidaknya kekhawatiran tersebut,” kata Dandim 0610 Sumedang, Letkol Inf FX Sri Weliyanto, dalam siaran pers yang diterima redaksi siang ini (21/12/2016).
Bahkan lanjut dia, pihaknya tidak segan-segan memantau langsung aktivitas warga asing yang bekerja yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Sumedang. Seperti diketahui, saat ini banyak proyek Nasional di Kabupaten Sumedang, namun ada diantaranya yang memperkerjakan pekerja asing.
Kewaspadaan itu lanjut Letkol Inf. FX Sri Weliyanto diperlukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (NKRI) “Hal ini patut kami lakukan karena juga mencegah adanya pekerja asing yang masuk, tetapi ternyata disusupkan sebagai agen mata-mata dari lembaga pertahanan salah satu negara di luar NKRI,” tandasnya.
Untuk teknisnya, sebut dia, pihaknya melakukan pengecekan kelengkapan dokumen keimigrasian, visa yang digunakan dan izin tinggal sebagai tenaga kerja. “Kami akan menggandeng leading sektor lain yang kapable dalam tupoksinya,” tambahnya.
Imbuhnya, “yang perlu digarisbawahi bahwa tindakan Kodim 0610 adalah upaya pencegahan dini, kontrol sekaligus sosialisasi di lapangan dan perusahan-perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing. Agar selalu waspada dan bekerja sama”.
Sebut dia, permasalahan mengalirnya TKA memang sedang menjadi sorotan sekaligus peluang bagi asing dengan adanya penandatangan kerjasama tentang tenaga kerja dengan asing. “Apalagi Wilayah Kodim 0610 Sumedang sendiri juga memiliki komplek wilyah perusahaan yang sangat mungkin adanya penyusupan TKA yang tidak mudah terdeteksi.”
“Oleh karena itu kita sarankan tentunya kepada pihak yang paling berwenag untuk lebih memperketat penerimaan TKA ke wilayah kita. Karena peraturan yang ada belum mampu menekan. Di lain hal kita terus melakukan pengawasan”.
“Hal lebih penting yang selma ini terabaikan, tidak proaktifnya parusahaan bahkan cenderung tertutup mungkin adanya penambhan TKA baru. Oleh karenanya ke depan kita cari celah untuk bisa ikut mengawasi secara langsung setiap perusahaan tenaga kerja khususnya tenaga asing, melalui media ini agar menjadi perhtian khususnya yang ada di wilayah Sumedang,” pungkasnya. (toni)
Waspadai tenaga kerja asing, Dandim 0610 Sumedang lakukan pengawasan
Reporter: Fitriyani Gunawan | Editor: Redaksi | WIB

Disclaimer: Iklan atau Konten dalam kotak ini bukan dibuat oleh Redaksi, tetapi pihak ke-tiga.
Rekomendasi untuk kamu

Sumedang, 25 Mei 2025 – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pelaksanaan TNI Manunggal Membangun…

Sumedang, 9 Mei 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung kegiatan Penguatan Karakter…

Sumedang, 27 Maret 2025 – Kodim 0610/Sumedang menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pemberantasan premanisme di wilayah…

Sumedang – Kodim 0610/Sumedang bersama Baznas Kabupaten Sumedang tengah melaksanakan program pembangunan rumah tidak layak…

SUMEDANGONLINE – Ratusan warga Sumedang turut serta dalam Istighotsah Kubro, Dzikir dan Do’a keselamatan Bangsa…

SUMEDANG ONLINE – Kodim 0610 Sumedang bersama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Cabang Sumedang…











Siaga 1 bos
Boa boa d jln tol urang aya
Lamun anu di pabrik2 kumaha?
Haha
Mantap pa kodim,,yeuh kdieu k jatigede seer coba d cek
tu liat di cv dn pt asing udah jelas banyak. baru ingat ha ha.
Di sumedang banyak, ice cream merk aice juga bosnya orang china asli sering mundar mandir di sumedang, dia ga fasih bahasa indonesia… sararieun aya produk makanan ti china, sieun zat kimia hungkul
Toko2 handphone, alat listrik dll mulai expansi ke daerah, banyakan deuih orang aseng na.
Siap P Dandim, kebanyakan yg bekerja spt kang Yayan NK sampaikan diatas…ga bisa basa Indonesia.. ga tau sejarah atau apapun yg kita tes ttg Indonesia dia ga bisa Patut Dilaporkan. Jangan hanya berdasarkan E KTP nasional, krn biasanya mereka punya.
Usir