Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Rabu, 21 Desember 2016 - 11:27 WIB

Waspadai tenaga kerja asing, Dandim 0610 Sumedang lakukan pengawasan



SUMEDANGONLINE — Komandan Kodim (Dandim) 0610 Sumedang akan melakukan upaya antisipasi pencegahan terkait adanya informasi banyakanya tenaga kerja asing (TKA) Ilegal masuk ke Indonesia. Beberapa TKA Ilegal itu disinyalir salahsatunya berasal dari Negara Tiongkok.
“Deteksi dini dalam upaya pencegahan ditemukannya TKA ilegal dari beberapa negara termasuk dari Tiongkok. Kami memperkuat koordinasi dan pengawasan ketat dengan lembaga terkait untuk mengecek ada tidaknya kekhawatiran tersebut,” kata Dandim 0610 Sumedang, Letkol Inf FX Sri Weliyanto, dalam siaran pers yang diterima redaksi siang ini (21/12/2016).
Bahkan lanjut dia, pihaknya tidak segan-segan memantau langsung aktivitas warga asing yang bekerja yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kabupaten Sumedang. Seperti diketahui, saat ini banyak proyek Nasional di Kabupaten Sumedang, namun ada diantaranya yang memperkerjakan pekerja asing.
Kewaspadaan itu lanjut Letkol Inf. FX Sri Weliyanto diperlukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (NKRI) “Hal ini patut kami lakukan karena juga mencegah adanya pekerja asing yang masuk, tetapi ternyata disusupkan sebagai agen mata-mata dari lembaga pertahanan salah satu negara di luar NKRI,” tandasnya.
Untuk teknisnya, sebut dia, pihaknya melakukan pengecekan kelengkapan dokumen keimigrasian, visa yang digunakan dan izin tinggal sebagai tenaga kerja. “Kami akan menggandeng leading sektor lain yang kapable dalam tupoksinya,” tambahnya.
Imbuhnya, “yang perlu digarisbawahi bahwa tindakan Kodim 0610 adalah upaya pencegahan dini, kontrol sekaligus sosialisasi di lapangan dan perusahan-perusahaan yang memiliki tenaga kerja asing. Agar selalu waspada dan bekerja sama”.
Sebut dia, permasalahan mengalirnya TKA memang sedang menjadi sorotan sekaligus peluang bagi asing dengan adanya penandatangan kerjasama tentang tenaga kerja dengan asing. “Apalagi Wilayah Kodim 0610 Sumedang sendiri juga memiliki komplek wilyah perusahaan yang sangat mungkin adanya penyusupan TKA yang tidak mudah terdeteksi.”
“Oleh karena itu kita sarankan tentunya kepada pihak yang paling berwenag untuk lebih memperketat penerimaan TKA ke wilayah kita. Karena peraturan yang ada belum mampu menekan. Di lain hal kita terus melakukan pengawasan”.
“Hal lebih penting yang selma ini terabaikan, tidak proaktifnya parusahaan bahkan cenderung tertutup mungkin adanya penambhan TKA baru. Oleh karenanya ke depan kita cari celah untuk bisa ikut mengawasi secara langsung setiap perusahaan tenaga kerja khususnya tenaga asing, melalui media ini agar menjadi perhtian khususnya yang ada di wilayah Sumedang,” pungkasnya. (toni)

Baca Juga  Pontren Darul Hikmah Sukawangi Raih Emas Perdana Pospenas VIII
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Asep warga RT 01 RW 09 Dusun Cibawang Desa Sukasirna, Kecamatan Rancakalong

SUMEDANG

Warga Berharap Jangan Sampai Ada yang Layak Menerima Bantuan Tersisih
Penumpang diturunkan karena melebihi ketentuan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kabupaten Sumedang, Rabu, 22 April 2020.

SUMEDANG

#PSBBBandungRaya Angkot Sarat Muatan Penumpang Diturunkan Petugas

Pilihan Redaksi

Sumedang Mengaji, Tiga Masjid di Sumedang Gelar Simaan Alquran
Beberapa bagian rumah Mak Anah di Dusun Cempaka Putih RT 03 RW 06 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan terlihat dalam kondisi rusak.

Pilihan Redaksi

Ada di Tanah Kas Desa Rumah Mak Anah Tak Tersentuh Rutilahu

DAERAH

Sertijab Camat Ujungjaya
Anggota DPRD Sumedang, Asep Kurnia, melakukan Reses Masa Persidangan II Tahun 2020 di Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Pilihan Redaksi

Reses Akur di Sindulang Sumedang Cek Kesiapan Gugus Tugas Desa

KESEHATAN

BPOM Temukan Olahan Tutut Mengandung Formalin di Sumedang

Pilihan Redaksi

Wagub Jabar akan buka Gotrasawala Cirebon