Disinyalir program Rutilahu hanya jadi ajang bancakan bagi yang ‘dekat’

SUMEDANG – Program pemerintah khususnya bagi keluarga belum beruntung atau keluarga miskin memang selalu dinantikan oleh mereka yang benar benar membutuhkan. Namun, diperjalanan ternyata program ini banyak dipandang tak merata, karena masih ada saja orang yang seharusnya menerima justru tak mendapatkan padahal sudah sesuai dengan kriteria, hal ini tentu saja banyak menimbulkan kecemburuan.

Di Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, misalnya. Bantuan disinyalir diterima kepala dusun padahal di samping rumah yang dibangun dari program Rutilahu tersebut terdapat rumah yang benar benar sangat kritis dan memerlukan bantuan segera dari pemerintah.

Baca Juga  Tujuh Rumah di Dusun Cibitung Amblas Diduga Terdampak Pembangunan Tol

Lili, sang kepala dusun yang menerima bantuan tersebut membenarkan jika dirinya memang menerima bantuan tersebut. Lili mengaku tinggal di Desa Ciranggem sejak 30 tahun lalu. Dia juga menyebutkan jika dirinya menjabat sebagai kepala dusun sejak tahun 2014 lalu. Disinggung apakah rumahnya yang tengah diperbaiki mendapatkan bantuan, dia pun membenarkan, bahkan bantuan yang diterimanya berupa barang. ”Abdi teh serba salah, serba sesahna mah. Ari teu dicandak lebar, ari dicandak abot tambihna (Saya dalam posisi serba salah. Kalau tidak diambil, sayang. Tapi kalau diambil pun saya berat kekurangannya),” kata Ali.

Baca Juga  Harga Naik Imbas Gula Putih di Sumedang Langka, Ini Jawaban Diskoperindag

Ironisnya, berdampingan dengan rumahnya ternyata ada satu keluarga yang memang jauh lebih kurang beruntung. Gatot bersama istrinya, Nining hanya bisa menonton miris saat program Rutilahu itu justru tak menyentuh dirinya.

Pasangan suami istri ini adalah korban dari genangan waduk Jatigede, dan rumah lamanya memang belum dibayar pada tahun 1984-1986 dan hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi. “Rumah saya yang dulu belum dibayar, sekarang apa adanya saya pindah ke sini. Secukup cukupnya uang menggunakan uang Rp 29 juta,” ungkapnya.

Baca Juga  Oi Anarki Kiara Payung Terus Galang Bantuan untuk Dede

Sementara untuk rumahnya sendiri dikataan Nining memang belum dibayar. ”Begitu pembayaran itu, rumah saya itu sudah terlewat. Katanya saat itu ini mah ajuan yang kedua, tapi sampai saat ini tida ada,” ungkapnya.

Ketika akan dikonfirmasi perihal hal ini pada Panitia Pembangunan Rutilahu, yang juga selaku Ketua Lembaga Pemerintahan Masyarakat Desa Ciranggem, sedang tidak ada di tempat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK