Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Kamis, 21 Desember 2017 - 00:31 WIB

Disinyalir program Rutilahu hanya jadi ajang bancakan bagi yang ‘dekat’



SUMEDANG – Program pemerintah khususnya bagi keluarga belum beruntung atau keluarga miskin memang selalu dinantikan oleh mereka yang benar benar membutuhkan. Namun, diperjalanan ternyata program ini banyak dipandang tak merata, karena masih ada saja orang yang seharusnya menerima justru tak mendapatkan padahal sudah sesuai dengan kriteria, hal ini tentu saja banyak menimbulkan kecemburuan.

Di Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, misalnya. Bantuan disinyalir diterima kepala dusun padahal di samping rumah yang dibangun dari program Rutilahu tersebut terdapat rumah yang benar benar sangat kritis dan memerlukan bantuan segera dari pemerintah.

Lili, sang kepala dusun yang menerima bantuan tersebut membenarkan jika dirinya memang menerima bantuan tersebut. Lili mengaku tinggal di Desa Ciranggem sejak 30 tahun lalu. Dia juga menyebutkan jika dirinya menjabat sebagai kepala dusun sejak tahun 2014 lalu. Disinggung apakah rumahnya yang tengah diperbaiki mendapatkan bantuan, dia pun membenarkan, bahkan bantuan yang diterimanya berupa barang. ”Abdi teh serba salah, serba sesahna mah. Ari teu dicandak lebar, ari dicandak abot tambihna (Saya dalam posisi serba salah. Kalau tidak diambil, sayang. Tapi kalau diambil pun saya berat kekurangannya),” kata Ali.

Baca Juga  DPD Golkar Sumedang Turun ke Jalan Bagikan Masker

Ironisnya, berdampingan dengan rumahnya ternyata ada satu keluarga yang memang jauh lebih kurang beruntung. Gatot bersama istrinya, Nining hanya bisa menonton miris saat program Rutilahu itu justru tak menyentuh dirinya.

Pasangan suami istri ini adalah korban dari genangan waduk Jatigede, dan rumah lamanya memang belum dibayar pada tahun 1984-1986 dan hingga saat ini belum mendapatkan ganti rugi. “Rumah saya yang dulu belum dibayar, sekarang apa adanya saya pindah ke sini. Secukup cukupnya uang menggunakan uang Rp 29 juta,” ungkapnya.

Baca Juga  RealCount KPU Paslon Nomor 1 Cabup dan Cagub di Sumedang Unggul

Sementara untuk rumahnya sendiri dikataan Nining memang belum dibayar. ”Begitu pembayaran itu, rumah saya itu sudah terlewat. Katanya saat itu ini mah ajuan yang kedua, tapi sampai saat ini tida ada,” ungkapnya.

Ketika akan dikonfirmasi perihal hal ini pada Panitia Pembangunan Rutilahu, yang juga selaku Ketua Lembaga Pemerintahan Masyarakat Desa Ciranggem, sedang tidak ada di tempat. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

Mantan Bupati Sumedang Diusulkan Jadi Pahlawan

SUMEDANG

KEBERADAAN P2T SUMEDANG, TIDAK JELAS

Pilihan Redaksi

Wow Partai Nasdem Akan Memberikan Honor dan Asuransi ke Saksi TPS di PILEG 2019
Permainan Silat dari Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja di tampilkan dalam pagelaran Sadinten Ulin di Sagara. Kamis, 21 Oktober 2021.

Pilihan Redaksi

Kenalkan Kaulinan Barudak Tempo Dulu, Desa Sukamenak Gelar Sadinten Ulin di Sagara Munjul
Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar melakukan Visit 3 sebagai relawan uji klinis vaksin COVID-19 di Puskesmas Garuda, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu (30/9/20).

KESEHATAN

Emil Jalani Visit 3 Sebagai Relawan Vaksin Covid-19

Pilihan Redaksi

DPMD Sumedang Ngajugjug Desa Numpak Motor

SUMEDANG

Komisi A akan Panggil Baperjakat Sumedang
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum meninjau kesiapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pondok Pesantren Al Falahiyyah, Desa Cikoneng, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang. Rabu 17 Juni 2020.

Pilihan Redaksi

Kalangan Pesantren Dukung Kepgub Revisi, Wagub: Aktivitas Pesantren Dilakukan Hati-hati