Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 31 Jan 2018 00:54 WIB ·

Relokasi OTD Jatigede Masih Jadi Polemik, Pengusaha Tagih Janji Pemerintah

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

SUMEDANG – Polemik terdampak Jatigede hingga saat ini belum berakhir. Kali ini giliran para pengusaha yang mengerjakan penataan lahan relokasi warga terdampak (OTD) Waduk Jatigede yang menagih janji, nilainnya fantastis menembus angka Rp 11 Miliar.

Sayangnya, anggaran senilai itu ternyata tidak ada alokasinya. Bahkan pemerintah provinsi dan pusat pun seolah lepas tangan, dan enggan membayar biaya penataan lahan tersebut, karena mereka menganggap hal itu domain Pemkab Sumedang. Pusat berlasan, pihaknya sudah memberikan pembayaran uang kerohiman dan uang pengganti perumahan sebesar Rp 29 juta dan Rp 129 juta untuk setiap keluarga OTD.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Sumedang Denny Tanrus membenarkan jika persoalan terdampak Jatigede masih terkatung katung dan tak ada yang mau bertanggung jawab. ”Barusan kami memimpin dengan semua pihak termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk mencari solusi persoalan ini,” kata Denny Tanrus, Selasa 30 Januari 2018.

Baca Juga  Tak Ada Perayaan Malam Tahun Baru 2021, Kapolres Sumedang Ajak Warga Taati Surat Edaran Bupati

Meski demikian dikatakan Denny, hasil dari rapat akan diaudit dahulu nilai besaran biaya penataan lahan tersebut. ”Setelah diaudit akan diajukan lagi ke pemprov. Pemprov jangan sampai tidak mau tahu soal beban relokasi penduduk ini, karena kenyataan di lapangan menjadi lain, yaitu penduduk OTD harus direlokasi setelah kampung halamannya tergenang. Sementara mereka tidak memiliki biaya dan tempat untuk pemukiman baru karena hanya mendapat santunan Rp 29 juta,” terangnya.

Denny menuturkan, ada delapan titik relokasi untuk OTD Jatigede ini. Biaya untuk relokasi ini diperoleh dari swadaya masyarakat, aset desa (berupa tanah) dan bantuan pemerintah. Penataan lahan termasuk akses jalan dikerjakan satu pengusaha dengan memperoleh “SPK” dari desa kemudian SPK tersebut disubkontrakkan kepada pengusaha lain.

Baca Juga  PT SBG Bantah Tudingan Pemalsuan Dokumen Pembelian Saham Proyek Perumahan

Dua pengusaha di antaranya, katanya, kemudian meminta tangung jawab Pemkab Sumedang. Sementara SPK yang dipegang bukan dari pemkab, tetapi dari kepala desa. “Satu perusahaan menagih Rp 5,5 miliar yang mengerjaan penataan lahan di Pakualam seluas enam hektar dan satu pengusaha lagi menagih Rp 6,4 miliar yang sudah mengerjakaan penataan lahan sebanyak 40 persen dari luas tanah 18 hektar di daerah Cipondoh,” tutupnya. ***

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Bupati dan Ketum Pusat Hadiri Pelantikan Koordinator Hamida Kabupaten Sumedang

29 November 2021 - 22:05 WIB

Acara pelantikan koordinator Himpunan Alumni Miftahul Huda ( HAMIDA ) Kabupaten Sumedang masa khidmat 2021 - 2026 dilaksanakan di Gedung Negara. Sabtu 27 November 2021.

Puncak Hari Jadi, Korpri Sumedang Gelar Donor Darah

29 November 2021 - 21:52 WIB

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun ke-50 Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Kabupaten Sumedang, Dadang Sulaeman

Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany Kini Jadi Komandan Batalyon Infantri Yonif Raider 301/PKS

26 November 2021 - 13:14 WIB

Jabatan Komandan Batalyon Infantri Raider 301/Prabu Kian Santang resmi diserahterimakan dari Letkol Inf Wahyu Alfian Arisandi ke Letkol Inf Mohammad Syaifuddin Fanany. Upacara serah terima jabatan dipimpin KASBRIG 15 Kujang/II Kodam III/Siliwangi Letkol Inf Imam Wicaksana di Lapangan Yonif Raider 301 Prabu Kian Santang Sumedang Jawa Barat. Selasa, 24 November 2021.

Imbas Pandemi Covid-19 Angka Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Sumedang Naik Jadi 10,26 Persen

26 November 2021 - 13:04 WIB

Mety Supriyati selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Sosial pada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang menyebutkan akibat pandemi Covid-19, angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang meningkat dari 9,05 persen menjadi 10,26 persen.

Sambil Menangis Yana ‘Cadas Pangeran’ Sampaikan Permohonan Maaf pada Masyarakat

22 November 2021 - 12:15 WIB

Yana Supriatna, saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolres Sumedang. Senin, 22 November 2021.

Heboh Kebohongan Yana Cadas Pangeran, Kini Dia Terancam Tiga Tahun Bui

22 November 2021 - 11:59 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago
Trending di SUMEDANG