Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Jumat, 23 Februari 2018 - 00:54 WIB

Ini Alasan Konkerkab PGRI Sumedang di Pangandaran

ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumedang Selatan Endi Rohaendi

KETUA PGRI CABANG KECAMATAN SUMEDANG SELATAN ENDI ROHAENDI: ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumedang Selatan Endi Rohaendi


SUMEDANG – Penyelenggaraan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Sumedang di Pangandaran selama dua hari (23-24/2/2018). Menuai protes dari kalangan kepala sekolah dan guru.

Selain karena tempatnya yang terbilang jauh dan di luar kabupaten Sumedang, sehingga tidak memberikan kontribusi bagi daerah. Juga adanya surat edaran yang mengharuskan kepala sekolah dan guru membeli kalender seharga Rp 15 ribu. Dasar dari pembelian kalender itu melalui Surat Nomor 232/02/PENG-ORG/1/2018, Perihal Bantuan Dana Kepada Seluruh Anggota PGRI se kecamatan Sumedang Selatan yang ditandatangani ketua PGRI Cabang Kecamatan Sumedang Selatan Endi Rohaendi dan Sekretaris Asep Udin.

Endi Rohendi dikonfirmasi menyebutkan jika Konkerkab itu bukan tingkat kecamatan tapi tingkat kabupaten. Pihaknya kata Endi, hanya menindaklanjut dari hasil rapat dengan PGRI kabupaten Sumedang. ”Itu kan hasil rapat di kabupaten, kesepakatan. Kan Konkerkab itu perlu biaya, ya biayanya dari anggota. Kalau cabang kan hanya menindaklanjuti, ya sudah dilanjutkan,” ujar Endi Rohaendi.

Baca Juga  Bisakah Sumedang menjadi Benchmark Kampung Kreatif Nasional?

”Jadi yang dapat saja yang saya setorkan. Saya tidak menekan, semua masuk. Memang kewajiban, tapi tidak memaksa. Karena kan ada yang Sukwan, ada yang PNS,” sambungnya.

Disebutkan Endi yang juga Kepala SDN Cipameungpeuk kegiatan itu diikuti 26 cabang se kabupaten Sumedang, ditambah dengan sekolah sekolah yang ada di bawah naungan PGRI dan utusan. ”Cuman diwajibkan diikuti oleh setiap cabang. Setiap cabang yang ikut itu hanya pengurus inti, ada empat dari unsur ketua, wakil ketua dan unsur bendahara itu wajib hadir,” jelasnya.

Disinggung kenapa tidak ada penolakan, kenapa penyelenggaran harus di kabupaten Pangandaran. Dia beralasan hal itu berdasarkan kesepakatan. ”Kan kegiatan yang lain selalu di Pangandaran. PGRI juga kan, sambil rekreasi. PGRI kan belum pernah, selama ini belum pernah ada rekreasi ke Pangandaran khusus PGRI ya. Cik atuh da PGRI teh mampu ngayakeun di Pangandaran, itung itung refreshing. Ulah wae nguruskeun wae anggota, ceuk kasarna. Belum pernah kan,” tuturnya.

Baca Juga  Ini Dia Formasi CPNS yang Dibutuhkan di Sumedang, Serta Contoh Surat Lamaran

Sehingga sebut dia, para ketua cabang menyarankan untuk kali inilah bisa berangkat ke Pangandaran. Selain itu dia juga beralasan untuk menghindari muatan politik, karena saat ini di Sumedang tengah berlangsung pesta demokrasi. ”Tidak ada muatan politis, justru ini untuk menghindari itu. Kalau di Sumedang ada kegiatan pada ngaku, rek kumaha kan kami yang disalahkan. Sedangkan yang datang kan ASN/PNS. Maka jauh we. Dalam artian begini kami menghindari hal hal seperti itulah,” ucapnya. *** IWAN

 

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (HILLSI) menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana longsor Cimanggung. Bantuan diterima Kasi Sosial Kecamatan Cimanggung. Kamis, 28 Januari 2021.

SUMEDANG

DPP HILLSI Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Cimanggung

Pilihan Redaksi

Launching Alun-Alun Sumedang Jumlah Penari Umbul Kolosal Dikurangi, Ini Alasannya

Pilihan Redaksi

Maksimal Peserta Rapat Umum 8 Ribu Orang

Pilihan Redaksi

Usulan Mobdin DPRD, Tak hanya netizen. Ini sindiran Anggota DPRD Jabar

PENDIDIKAN

Keren, SMKN Situraja sabet juara II kepala sekolah berprestasi

Nasional

Mahasiswa Sebut Pemerintahan Jokowi Sengsarakan Rakyat

OLAHRAGA

Wapres Jusuf Kalla Minta Cabor Intensif Pantau Perkembangan Atlet
Ketua bidang Komunikasi Publik Satgas COVID19 Kabupaten Sumedang, Iwa Kuswaeri, saat melakukan monitoring pelaksanaan PPKM Darurat di Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang. Rabu, 7 Juli 2021.

Pilihan Redaksi

Hari ke-5 PPKM, Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumedang Masih Tinggi