Home / Pilihan Redaksi / Politik

Rabu, 23 Mei 2018 - 15:31 WIB

Debat Publik ke-3 Pilgub Jabar, Persaudaraan Perlu Dikedepankan



Bandung – Semangat persaudaraan dan silaturahmi perlu dikedepankan. Nilai-nilai kehidupan itu lebih dari segala-galanya. Jangan sampai kekuasaan diraih di atas penderitaan orang lain. Hal itu mengemuka pada acara rapat persiapan debat publik ke-3 pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Ruang Rapat Pleno KPU Jabar Jl. Garut No. 11 Bandung, Rabu (25/5).

Selain diikuti para komisioner dan pejabat struktural KPU Jabar, kegiatan itu juga dihadiri Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Supratman, Ketua Kabinda, perwakilan Pangdam III Siliwangi, Paslon Rindu yang diwakili Uu Ruhzanul Ulum, Paslon Hasanah yang diwakili Anton Charliyan, Paslon Asyik yang dihadiri Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan LO pasangan Deddy-Dedi.
Menurut Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat, pengalaman debat publik kedua menjadi pelajaran di mana semangat kebersamaan tak tergoyahkan. “Saya merasa ‘reugreug’ (tenang), karena konsep wisata politik masih relevan,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman. Ia menyebut suasana Jabar yang kondusif tidak terlepas dari peran para Paslon yang mampu menjaga silaturahmi dan menanamkan pemahaman yang baik kepada para pendukungnya. “Jangan karena pilkada, kita tidak bertegur sapa,” sebutnya.
Sementara itu, Kabinda Jabar Dedi Agus Purwanto bertekad memberi dukungan untuk mewujudkan keamanan bersama.
Para Paslon yang hadir pun sepakat menjaga kerukunan dan kebersamaan. Komitmen itu dituangkan dalam piagam Kesepakatan Bersama, yang antara lain berisi pernyataan menjaga kondusivitas, memelihara keamanan dan ketertiban, melaksanakan kampanye pada masa sisa kampanye dengan sopan, tertib, mendidik, bijak dan beradab, tidak bersifat provokatif, serta mengikuti kegiatan debat publik ketiga sesuai tata tertib yang ditentukan KPU Jabar.
Namun para Paslon pada umumnya juga meminta KPU membuat tema dan materi yang rinci, tidak saling menghadapkan calon, kejelasan iklan di TV dan surat kabar, gedung debat yang lebih nyaman, durasi yang lebih lama untuk pertunjukan kesenian, dan harapan kesamaan persepsi Bawaslu hingga pada tingkat panwascam.
Menurut rencana, debat publik ketiga masih akan memaparkan dan menggali visi, misi, dan program Paslon dalam rangka memajukan daerah, meningkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan pelayanan publik, dan menyelesaikan persoalan pembangunan daerah. Tapi hingga saat ini tempatnya belum ditentukan secara pasti.

Baca Juga  [AKUR JAGA LEMBUR] Demokrasi, Alat untuk Mencapai Tujuan
Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

DAERAH

Waspada, mobil Raib saat tunggu lahiran bayi

Pilihan Redaksi

Ops Zebra Lodaya tekan angka kecelakaan Lalin

Pilihan Redaksi

Duh Jalan Amblas Dekat Pusat Kota Belum Diperbaiki

Nasional

Kolonel Inf Parwito Imbau dan Apresiasi Langkah Pencegahan Penyebaran Virus Corona di Jajaran Korem 062/Tn

PENDIDIKAN

Duh Pelajar Ini Diduga Dianiaya Rekannya di Lingkungan Sekolah

Pilihan Redaksi

Tahapan Pilkada di Sumedang Sudah Sedot Anggaran Rp 7 Miliar

Pilihan Redaksi

Panwas waspadai Jatinangor sebagai salahsatu pusat titik rawan Pilkada 2018

Pilihan Redaksi

Keluar Pukul 00.00 KPK Bawa 3 Koper dan 1 Kardus