Tim Hukum Doamu Esa Polisikan Warganet, Ini Alasannya

SUMEDANG – NZ, warganet dilaporkan ke polisi imbas dari tulisannya pada salahsatu grup di media sosial menyinggung paslon bupati Dony Ahmad Munir. Usai mendapat surat panggilan, NZ malah mengupload surat dimaksud dalam akun pribadinya.

Terkait unggahan surat panggilan tersebut tim kuasa hukum Paslon Nomor 1, Taufik Hidayat menyebutkan terkait beredarnya surat panggilan tersebut dirinya tidak tahu menahu siapa pemilik akun berinisial NZ tersebut.

Meski demikian pihaknya membenarkan telah melaporkan akun tersebut, yang mengupload sebuah gambar, tulisan sebelumnya pada 30 April 2018 lalu. Dimana dikatakan Taufik, akun berinisial NZ tersebut secara jelas dan tegas mengunggah gambar H Dony Ahmad Munir yang merupakan calon bupati Sumedang yang sah bernomor urut 1, tapi dalam akun tersebut tertulis sebuah ajakan untuk relawan dan simpatisan agar memilih paslon tertentu yang bukan nomor urut Dony Ahmad Munir. Selain itu ada tulisan hastag #surat_cinta_dari_kangDONI.

“Ini yang kami laporkan. Akun ini kami laporkan ke pihak berwajib, atas dugaan perbuatan melawan hukum dengan melanggar UU ITE dan Pidana Umum, pasal perbuatan tidak menyenangkan, mengganggu ketertiban, pemalsuan dan dukungan, serta penyebaran berita HOAX. Kami tidak tahu siapa pemilik akun NZ ini,” ujar Taufik di dampingi Winardi yang juga berprofesi sebagai Advokat.

“Apakah asli atau palsu, pendukung paslon tertentu atau bukan, timses atau relawan, kami juga tidak tahu,” tambah Winardi.

Winardi juga menjelaskan, mereka tidak mengadukan Paslon bupati maupun timsesnya. “Ini bukan masalah politik. Ini masalah Hukum, dan sedang di proses. Mari kita jaga, sama-sama saling menghargai, biarkan kepolisian bekerja. Bekerja secara profesional dan menghasilkan keputusan yang adil, tambah Winardi,” ujarnya.

Winardi juga menyampaikan, mereka membuat laporan ini tanggal 30 April 2018, setelah hampir 2 minggu, baru ada panggilan kepada mereka untuk menjadi saksi. “Prosesnya normal. Sampai polisi bisa mengetahui identitas pelaku, rumahnya dimana? pekerjaan apa? dan tuduhannya apa? Itu murni tugas penyidik. Jadi kalau ada yg bilang dituduh melakukan pencemaran nama baik, itu kata mereka. Atau mungkin kata Polisi sebagaimana yang di upload di media Sosial,” sambungnya.

“Satu lagi, ini dokumen negara, untuk seseorang, bukan untuk konsumsi publik. Jadi ketika yang bersangkutan mengupload, berharap dapat simpati publik, ini pun adalah tindakan yang salah menurut kami. Kalau Polisi tahu, sudah sewajarnya mereka tersinggung,” tambahnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK