Home / KABAR HAJI / Pilihan Redaksi

Selasa, 24 Juli 2018 - 13:16 WIB

Jamaah Perempuan Masuk Raudhah Disarankan Melalui Pintu 25

Jemaah perempuan berjalan menuju Raudhah, Senin (23/07).

JAMAAH PEREMPUAN MASUK RAUDHAH DISARANKAN MELALUI PINTU 25: Jemaah perempuan berjalan menuju Raudhah, Senin (23/07).


SUMEDANGONLINE, Madinah – Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Sektor Khusus Masjid Nabawi Restu Fitri Adryan mengatakan jamaah perempuan saat akan masuk ke Raudhah melalui Pintu (Gate) 25. Sedangkan waktu kunjungnya terbagi tiga, setelah shalat subuh hingga menjelang zhuhur, lalu ba’da zhuhur hingga ashar, kemudian ba’da shalat isya hingga hampir tengah malam.

Dilansir laman resmi kementerian agama, jamaah perempuan masuk per kelompok. Jamaah Indonesia dikumpulkan dengan jamaah dari Malaysia, Filipina, dan Thailand. Askar yang memandu biasanya membawa papan bertuliskan “Kumpulan Berbahasa Melayu”.

Baca Juga  Meninggalnya jemaah bukan tolok ukur sukses tidaknya penyelenggaraan ibadah haji

Restu menyarankan sebaiknya jamaah yang hendak ke Raudhah datang pada saat ba’da Subuh atau Isya karena waktu kunjung lebih panjang. ”Saat ini jemaah sudah mulai ramai mengunjungi Raudhah, maka akan lebih baik datang saat ba’da subuh atau isya supaya lebih leluasa menunggu antrean menuju Raudhah,” ujarnya, di Madinah, Selasa (24/07/2018).

Berdasarkan info, pintu dibuka ba’da subuh hingga pukul 09.30 Waktu Arab Saudi (WAS). Untuk siang hari, ba’da zuhur sampai pukul 15.30 WAS. Total jemaah perempuan mengantre lebih kurang selama dua jam.

Baca Juga  Lima desa di Kecamatan Jatinangor diterjang banjir, RPJ salurkan bantuan sembako

”Sedangkan kalau malam antrean setelah shalat Isya hingga 23.30 WAS,” lanjutnya.

Selain air zam-zam, jemaah perempuan juga sebaiknya membawa bekal makanan ringan, seperti roti, biskuit, atau kurma untuk mengganjal perut selama mengantre. *** MCH

 

Penulis : Dewi Indah Ayu

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Ini Empat Anggota Dewan Cimahi yang diminta Ade jadi tersangka
Untuk menghindari agar stoom walls tidak turun lagi ke bawah (ngagorolong), puluhan warga secara berjibaku menahan alat berat tersebut dengan tambang. Sebagian diantaranya ada yang menahan ban stoom dengan balok kayu. Kejadian tersebut terjadi saat pengaspalan jalan ruas Jalan Cikondang-Kareumbi. Senin, 13 Juli 2020.

Pilihan Redaksi

Aksi Heroik Warga Sumedang Saat Perbaiki Jalan Tanjakan Tajam Menuju Kareumbi

Pilihan Redaksi

Ditanya Penambahan Tagline “Insun Madangan” pada Logo Sumedang, Ini Kata Bupati

Pilihan Redaksi

Relokasi OTD Jatigede Masih Jadi Polemik, Pengusaha Tagih Janji Pemerintah

BISNIS

Petani Tembakau Ngaku Dipersulit Beacukai Rokok

Pilihan Redaksi

Resmi, Eka-Agung Diusung Tiga Parpol

Pilihan Redaksi

Subdenpom Gelar Razia Surat Kendaraan Bermotor

Pilihan Redaksi

Anak Batam-Palembang Jadi Anak Punk di Sumedang