FKUB Sumedang: Cegah Terjadinya Konflik Kepentingan

Ketua FKUB Sumedang, Syamsul Falah
Ketua FKUB Sumedang, Syamsul Falah /SUMEDANGONLINE
Ketua FKUB Sumedang, Syamsul Falah

SUMEDANG.ONLINE — Ketua FKUB Sumedang, Syamsul Falah menyebutkan, digelarnya kegiatan Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang sebagai upaya mencegah terjadinya konflik kepentingan. Termasuk kata Falah, adanya gontok-gontokan karena beda pilihan pasca Pemilu 2019.

”Insyaallah FKUB bersama dengan Polres, Dandim, Kemenag, kemudian Kesbang dari awal membantu menciptakan kerukunan terutama ketika ada persoalan-persoalan menjelang Pilpres kemarin. Kemudian dalam pelaksanaannya, kemudian sekarang tinggal menunggu hasil. Mereka, banyak disibukkan dengan informasi dan sebagainya, maka kalau tidak berimbang pengkodisian atau cipta kondisi yang kondusif bisa jadi sebagian kita terpengaruh yang mengakibatkan ketidakrukunan atau konflik diantara kita,” kata Falah usai Workshop Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang, Ahad, 19 Mei 2019.

Baca Juga  Polisi selidiki kasus sopir truk pengangkut produk kopi yang meninggal mendadak

”Untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan, termasuk juga mungkin yang tidak satu pilihan terjadi di situ, gontok-gontokkan dan sebagainya padahal semua itu sudah ada mekanismenya. Apalagi jika dikembalikan pada nilai-nilai shaum, bahwa sesungguhnya kan yang menjadi pemimpin itu sudah ada ketentuan dari Allah SWT. Tinggal bagaimana kita nerima atau tidak.”

Sementara jika ada persoalan tentang pertikaian, dugaan ketidakadilan dan kecurangan dia berharap hal itu dapat diselesaikan melalui mekanisme yang ada, yang telah diatur oleh Undang-undang.

Meski demikian sebut dia, sejauh ini kerukunan ummat beragama di Kabupaten Sumedang dalam keadaan kondusif. Bahkan dalam partisipasi Pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi masyarakat meningkat mencapai 83 persen.

Baca Juga  [TMMD105] Warga Paseh Bantu TNI Kumpulkan Batu

”Kalau khusus di Sumedang, Alhamdulillah dari mulai partisipasinya tadi diungkapkan oleh Kesbang, juga banyak 83 persen lebih, partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pemilu. Kemudian juga pada pelaksanaannya, FKUB bersama-sama juga dan sekarang pun menunggu hasilnya belum ada gejolak-gejolak yang terlalu. Ya kalau (gejolak) di medsos itu, biasa terjadi. Tapi kalau sampai terjadi turun ke jalan dan sebagainya, belum terjadi di Sumedang. Insyaallah FKUB akan terus menjaga suasana kondusif ini. Walaupun tidak menutup kemungkinan, pribadi masing-masing, itu silakan. Tapi tidak membawa atasnama daerah,” ungkapnya.

”Mudah-mudahan kita semua legawo, dan saya yakin harapan dari FKUB seluruh persoalan bangsa Indonesia, yang sejak sebelum merdeka pun sudah banyak persoalan tapi semua bisa diselesaikan dengan damai. Buktinya muncul NKRI, muncul Bhinneka Tunggal Ika, sekarang ini sudah serba canggih, sudah serba modern, sudah serba terbuka masa tidak mampu menyelesaikan persoalan-persoalan yang tidak menimbulkan persoalan. Jangan sampai persoalan selesai, bangsa ini hancur. Retak di sendi-sendi kemasayarakatan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu silakan cari, win win solution, cari yang saling menguntungkan untuk bangsa, redam untuk kepentingan individu dan golongan dan kelompok. Jangan sampai di adu domba, kita sudah sering diadu domba sejak jaman Belanda, masa belum pengalaman bagaimana mengatasinya,” tutupnya. (FITRI)

Baca Juga  Hari Pertama Jadi Sekda Sumedang, Herman Ingatkan SPBS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK