Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 24 Juni 2019 - 17:42 WIB

Ini Tiga Faktor Utama Stunting



SUMEDANG.ONLINE – Kelompok Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran UKI kembali melakukan penelitian di Sumedang berkaitan dengan upaya menurunkan angka stunting.

Ketua Panitia PKM, Andira Utami menyebutkan kegiatan akan berlangsung selama 10 hari dan akan dilksanakan di sepuluh desa lokus stunting. Sepuluh desa itu antara lain,
Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Selatan, Desa Kebonkalapa, Kecamatan Cisarua, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Desa Malaka, Kecamatan Situraja, Desa Ungkal Kecamatan Conggeang, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Desa Cilembu, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan dan Desa Sukahayu, Kecamatan Rancakalong.

“Kita akan mengintervensi terhadap tiga penyebab utama stunting. Kebersihan sanitasi, asupan gizi dan pola asuh,” ujar Andira Utami usai acara di Dinas Kesehatan Sumedang.

Menurutnya, kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap gizi buruk terutama saat usia pertama kehamilan.

Baca Juga  Pandemik Corona, Perusahaan di Sumedang Telah Lakukan Protokol Kesehatan

“Jadi sanitasi saat kehamilan sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin,” ucapnya.

Pada seribu hari pertama kehidupan, lanjut Andira, sanitasi akan memengaruhi perkembangan otak, syaraf dan lainnya.

“Hasil penelitian, anak yang mengalami stunting, ternyata IQ nya lebih rendah dari pada umumnya,” jelas dia.

Sementara terkait pola asuh, dihubungkan dengan bagaimana cara kedua orangtuanya dalam melakukan pengasuhan terhadap anaknya.

“Misalkan, ada orangtua di beberapa daerah, yang menitipkan anaknya ke orangtua atau dengan kata lain ke neneknya bayi tersebut,” katanya.

Sementara sang nenek hanya cukup memberikan asupan makanan dengan ikan asin sama sambal.
“Jadi asupan gizinya tidak terpenuhi,” jelasnya.

Intinya sebut dia, pola asuh dengan asupan gizi sangat berkesinambungan.

Baca Juga  Direktur LSM Instan Apresiasi Rencana Pembangunan Menara Kujang Sapasang

Sudung Nainggolan, Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UKI mengatakan, dari progres lima tahun, baru setahun berjalan, pihaknya melakukan penelitian sekaligus mengintervensi kasus stunting, yang memang Sumedang menjadi salah satu target utama.

“Sumedang berada pada urutan ke empat se Jawa Barat, yang angka stuntingnya tinggi,” ucap Nainggolan.

Menurutnya, ada banyak penyebab terjadinya stunting, diantaranya gizi spesifik, yang diintervensi selama 1000 hari pertama kehidupan perkembangan syaraf. “Kita ukur dari sejak seorang ibu dinyatakan hamil,” katanya.

Apalagi, jauh lebih baik jika dikawal dari hulu, arinya, sejak seorang remaja akan menikah.

“Sebenarnya kalau dari sana kita kawal hingga memiliki bayi berumur dua tahun, saya jamin tidak akan terjadi stunting,” ungkapnya. ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

PENDIDIKAN

IGI Sumedang Prihatin Upah Guru Honorer di Daerah Jauh dari UMK

SUMEDANG

Ikut Opsih Bareng PP Cileles, Herman Bagikan Masker
Camat Sumedang Selatan, Herry Dewantara

SUMEDANG

Camat Sumedang Selatan Pastikan yang Terpapar Covid Bukan Warga Sumedang Selatan

SUMEDANG

Pemerintah Anggarakan 4 Triliun untuk Waduk Jatigede
Netizen marah minta pelaku diusut.

SUMEDANG

Netizen Marah, Viral Video Emak-Emak di Sumedang Gunting Bendera Merah Putih
Jajang selaku Ketua Paguyuban Masyarakat Desa Sukaratu pada SUMEDANGONLINE saat memberikan keterangan pers usai acara berlangsung di Balai Desa Sukaratu. Selasa, 7 Juli 2020.

Pilihan Redaksi

Paguyuban Masyarakat Sukaratu Ingin Kembangkan Kapunduhan-Batununggul Jadi Destinasi Wisata Baru

Nasional

Kolaborasi, Ciptakan Citarum Harum
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Nasional

Gubernur Jabar Izinkan Daerah untuk Lakukan Karantina Wilayah Parsial