Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 31 Desember 2019 - 17:25 WIB

Panitia Tari Umbul Dinilai Kurang Siap



SUMEDANG.ONLINE – Pemerintah Kabupaten Sumedang terutama Panitia Perhelatan Tari Umbul Kolosal dinilai belum siap untuk menyelenggarakan event akbar sekelas dunia tersebut.

Hal itu dikatakan Sekretaris Paguyuban Pasundan, Apip Hadi Susanto usai menyaksikan dan mendapat informasi dari anggota Paguyuban Pasundan Sumedang. Terutama dirinya menyoroti fasilitas penunjang yang belum maksimal.

“Pemda dalam hal ini sebagai pemilik hajat, sangat disayangkan kurang mempersiapkan berbagai hal kemungkinan kemungkinan darurat, terutama di lapangan. Tinjauan di lokasi, saya dan dari berbagai sumber dari teman teman Paguyuban Pasundan yang hadir di lapangan memberikan laporan, bahwa Panitia kurang siap, panitia kurang sigap,” kata Apip Hadi Susanto pada Sumedang Online.

Dikatakan dia, seharusnya Panitia mempersiapkan maksimal karena acara berlangsung pada siang hari dan cuaca hujan.

“Harusnya kan Panitia melihat kemungkinan darurat, seperti panas kemudian hujan dan sebagainya. Apakah itu disiapkan?” Imbuhnya.

“Kemudian juga sarana umum seperti toilet, dan sebagainya. Ini kan yang akan merusak lingkungan jadi di satu sisi ingin memelihara budaya sumedang dengan tari umbulnya tetapi di sisi lain wisatawan yang hadir pada saat itu kecewa. Termasuk dari peserta, saya sudah wawancara dari peserta yang hadir dari beberapa kuwu yang tergabung di Paguyuban Pasundan mereka sangat kecewa, karena ketersediaan fasilitas yang kurang mumpuni.
Ini kan yang akan merusak lingkungan jadi di satu sisi ingin memelihara budaya sumedang dengan tari umbulnya tetapi di sisi lain wisatawan yang hadir pada saat itu kecewa. Termasuk dari peserta, saya sudah wawancara dari peserta yang hadir dari beberapa kuwu yang tergabung di Paguyuban Pasundan mereka sangat kecewa, karena ketersediaan fasilitas yang kurang mumpuni,” bebernya.

Baca Juga  Satpol PP Minta 250 Kios di Pasar Sandang Sumedang Tutup

“Nah mungkin sebagai catatan ke depan, ini harus dipersiapkan dengan baik. Pemda harus mengajak stake holder tidak hanya mementingkan ego sentris di Pemda itu sendiri. Juga harus merangkul berbagai ormas, lsm yang ada hubungan dan keterkaitan dengan tradisi kebudayaan. Salahsatunya Paguyuban Pasundan bisa diajak kerjasama. Kita kan punya pengalaman pemecahan Rekor ORI tari umbul yang pada saat itu diselenggarakan di Paseh. Ini bukan prakarsa Paguyuban Pasundan tapi berbagai pihak. Nah ini yang harus ditiru oleh pemda, itu mungkin menjadi catatan,” bebernya.

Baca Juga  Bantu warga Mulyasari, kades hibahkan mobil untuk dijadikan ambulans

“Malah yang menghawatirkan bagi saya secara pribadi dan organisasi Paguyuban Pasundan, ada peserta yang bilang: Jangan ada lagi lah tahun depan, kalau masih begini pengelolaan dan manajerialnya. Nah itu yang harus diperhatikan.”

“Mudah mudahan dalam hal ini pak Bupati Sumedang memperhatikan apa yang menjadi aspirasi, menjadi masukan masukan dari masyarakat terutama dari desa desa sebagai objek ditambah lagi anggaran yang dibebankan kepada desa. Ini kan cukup menguras bagi desa, nah kenapa tidak merangkul sponsor. Pemda itu kan kekuatannya besar, harusnya memanggil pengusaha pengusaha yang ada di Sumedang di libatkan dalam pengelolaan.”

“Kemudian juga organisasi organisasi kepemudaan lainnya, bisa dilibatkan. Karena saya yakin dengan kerja bareng, tidak mengedepankan ego sentris pemda, saya yakin sukses,” lanjutnya.

Meski demikian niat baik pemerintah untuk mengangkat seni tradisional tersebut sangat diapresiasi Paguyuban Pasundan. ***FITRIYANI GUNAWAN***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

FK-OTD Waduk Jatigede mendatangi lagi Pemerintah Kabupaten Sumedang menuntut permasalahan yang belum juga tuntas hingga saat ini.

SUMEDANG

Datangi Lagi IPP, FK-OTD Jatigede Tuntut Penyelesaian Pembayaran

Pilihan Redaksi

Lapak Dibongkar, Petani KJA Jatigede Ngaku Rugi Puluhan Juta

Pilihan Redaksi

[PENGUMUMAN] Pengajuan Daftar Calon Anggota DPRD Sumedang
Sebanyak 500 orang santri di Pondok Pesantren Asyrofuddin mendapatkan vaksinasi Covid-19 yang digelar Polres Sumedang di Pondok Pesantren Asyrofuddin, Kecamatan Conggeang, Sumedang. Selasa, 7 September 2021.

SUMEDANG

Sambut PTM, 500 Santri Pondok Pesantren Asyrofuddin Divaksin
Pemerintah Desa Cikaramas, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang masih menunggu bantuan beras untuk program Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu).

SUMEDANG

Desa Cikaramas Masih Tunggu Kiriman Beras Gasibu

Pilihan Redaksi

Usai Santap Makanan Kenduri 18 Warga Diduga Keracunan

Pilihan Redaksi

Keren Nih, Pagar Nusa Sumedang Prakarsai Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi

KABAR HAJI

Kemenag Sumedang Imbau Jamaah Haji Gelombang II Sudah Pakai Kain Ihram