Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 6 Januari 2020 - 11:33 WIB

Sudah Setahun Upah Proyek Tahura Gunung Kunci Tak Dibayar Rekanan Disbudparpora



SUMEDANG.ONLINE – Sejumlah pekerja proyek perehaban dan penataan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Gunung Kunci mendatangi Kantor Disbudparpora Sumedang pada Bidang Objek Wisata, Senin, 6 Januari 2020.

Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan upah yang belum dibayar oleh pihak ke-tiga, dan sudah berlangsung selama setahun lamanya.

”Kami datang ke sini untuk meluruskan masalah proyek Tahura Gunung Kunci. Kumargi tipayun, pembayaran upah belum dibayar sudah satu tahun. Jadi kami datang ke sini ke pihak pengawas, Pak Ajat, bahwa sudah berapa kali datang ke sini tapi tanggapannya belum ada,” kata Husin selaku perwakilan dari para pekerja proyek pada Sumedang Online, Senin, 6 Januari 2020.

Dikatakan Usin, dari jumlah pekerja sebanyak 30 orang itu dengan jumlah upah bervariasi. Total hutang yang harus dibayar rekanan dari Disbudparpora Sumedang itu sebesar Rp 44.475.000.

Baca Juga  Protkes Pasar Situraja Ikut Dipantau Petugas

“Jadi sekarang batas terakhir, kalau tidak ada pembayaran hari ini (Senin, 6 Januari 2020), mungkin ada pembongkaran yang sudah dikerjakan,”.

“Kasarnya, kalau ada yang masih bisa dijual ya dijual. Soalnya menyangkut hutang piutang ke warung yang belum dibayar,” imbuhnya.

Hasil dari pertemuan tersebut, pihak Disbudparpora diwakili Kasi Objek Daya Tarik Wisata, Ajat Sudrajat menyebutkan pihaknya hingga saat ini masih menyari solusi. “Tapi dia ngasih waktu, jika sampai jam 12, hari ini tidak ada jawabannya. Ya mungkin pembongkarannya pasti dilaksanakan,” tandasnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Disbudparpora Kabupaten Sumedang melalui Kasi Objek Daya Tarik Wisata, Ajat Sudrajat mengatakan, terkait upah pekerja yang belum dibayar itu. Pihak Disbudparpora, sebenarnya sudah menyerahkan sepenuhnya pada pihak ke-tiga dan sudah selesai pengauditan anggaran oleh inspektorat. Meski demikian pihaknya tetap akan mengupayakan agar pihak ke-tiga tersebut dapat melunasi hutang tersebut.

Baca Juga  Pria Warga Raharja-Tanjungsari, Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Itu kewenangan pihak ke-tiga, sesuai dengan rekomendasi dari BPK, Inspektorat, kami sudah penuhi kewajiban kami. Tinggal itikad baik, komitmen dari perusahaan yang melaksanakan pekerjaan tersebut, gitu saja,” jelas dia.

Disinggung ancaman dari para pekerja yang akan membongkar pekerjaan yang telah mereka laksanakan. Menanggapi hal ini, dikatakan Ajat, pihaknya akan berkonsultasi dengan pimpinan. “Jangan sampai terjadi, seperti apa solusinya. Jangan sampai bangunan yang sudah dibangun melalui dana pemerintah jangan sampai rusak dengan hal-hal seperti ini,” ungkapnya. *** IWAN RAHMAT ***

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Kodim 0610/Sumedang bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Kabupaten Sumedang melaksanakan gelar donor darah di Aula juang apet Makodim 0610/Sumedang, Kamis, 2 April 2020.

Pilihan Redaksi

Kekurangan Stock, PMI dan Kodim 0610 Sumedang Gelar Donor Darah

Pilihan Redaksi

Bank Sumedang Bantu Pembangunan Tugu Monumen HES

Pilihan Redaksi

DAFTAR NOMIMATIF PELANTIKAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA

Nasional

Benarkah AI, 80 Persen Akan Lolos Setelah 20 Hari? Kejati: Saya Gak Ngerti

Pilihan Redaksi

Haul Akbar Pangeran Soegih pecahkan Rekor Dunia Indonesia
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat meninjau Pilkades Serentak di Desa Citengah, Rabu (17/10/2018).

Pilihan Redaksi

Dony Ajak Warga Sukseskan Pilkades Serentak

Pilihan Redaksi

Ketua PWI Apresiasi Pembentukan Pokja Wartawan Setda Sumedang

Advertorial

Gentong Kencana Café & Resto Tempat Nyaman untuk Nongkrong