Gorong-Gorong Tersumbat Sampah, MA Darul Hufadz Jatinangor Terendam Cileuncang

SUMEDANG.ONLINE, JATINANGOR (7/2/2020) – Intensitas hujan tinggi dari sekira pukul 15.30 WIB, di Kawasan Jatinangor dan sekitarnya. Menyebabkan MA Darul Hufadz itu terendam banjir cileuncang dengan ketinggian air mencapai 20-25 centimeter, Jumat, 7 Februari 2020.

Pengawas Kesiswaan MA Darul Hufadz, Muhammad Baharudin Said, membenarkan peristiwa itu. Dia bahkan menyebutkan kejadian itu bukan kali pertama terjadi. Disebutkan dia setiap hujan dengan intensitas tinggi turun kerap membanjiri sekolahnya. Menurut dia, kejadian itu setelah adanya peninggian jalan dan beridirinya sebuah pabrik di kawasan itu.

Baca Juga  Ini yang Akan Dilakukan Sumedang, Adanya Tol Cisumdawu dan Bandara Kertajati

“Sebelumnya sekolah kami tidak pernah kebanjiran. Tapi semenjak ada peninggian jalan dan berdirinya Pabrik KPS, kami jadi sering kebanjiran,” ujar Muhammad.

Menurutnya, banjir kali ini disebutnya paling parah, karena saluran air yang kecil serta luapan air yang dari Jalan disertai sampah mengakibatkan saluran makin mampet. “Akhirnya air meluap ke sekolah kami. Sebenarnya kami beserta warga sudah konfirmasi ke perusahaan, dan sampai saat ini belum ada realisasinya,” tandasnya.

Baca Juga  Sambut HUT ke-75 Bhayangkara, Polres Sumedang Lakukan Ziarah Kubur ke Makam Pahlawan

Karena penyebab banjir, salah satunya akibat pembuatan gorong gorong dari Perusahaan terlalu kecil, pihak perusahan katanya sudah membuat bak kontrol akan tetapi pihaknya mengaku tak pernah tahu seperti apa fungsinya.

“Karena banjir ini bukan hanya kami saja RT. 01 kebanjiran, dan mungkin apabila hujan terus datang kemungkinan rumah warga yang lainya akan kemasukan Air,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Ketua Rukun Warga 15, Engkus, membenarkan terkait banjir di wilayahnya. Dikatakanya, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan terkait banjir di wilayahnya, dan akan secepatnya di evaluasi.

Baca Juga  Lalu Tak Bawa Bendera Merah Putih, Ini Penjelasan Menpora

“Meluapnya air tersebut selain gorong gorong yang kecil juga ada persimpangan saluran air, di tambah lagi dengan banyaknya sampah sehingga air semakin meluap. Semoga secepatnya ini semua bisa diperbaiki agar warga kami kembali terbebas dari banjir,” pungkasnya. ***IWAN/ ACENG***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE OK TIDAK