Pilihan Redaksi, SUMEDANG

Desa Harus Beli Diisnfektan Rp2 juta, Komisi III DPRD Sumedang: Ciklah Tong Ngambil Kesempatan

Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi
Tangkapan Layar Curhatan warga di grup media sosial facebook. | FOTO:

SUMEDANG.ONLINE, BUAHDUA – Ada saja yang memanfaatkan situasi. Seperti pemilik Pangabdi Nya yang memosting adanya dugaan keharusan desa membeli disinfektan seharga Rp2juta.

“Sampurasun barayaa..��

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Simkuring salaku warg desa,apresiasi ka bp bupati , nu tos serius nanggulangi perkawis covid-19 di antawisna ku menekankan k tiap desa ngaalokasikeun anggran dd kanggo pnanggulangan masalah ieu..alhamdulillah, himbauan eta di tindak lanjuti ku pemdes ( buahdua) ku ngayakeun pnyemprotan di pmukiman sadesa…namung..sababaraha dintem k pengker, aya kintunan obat ( jumlah sareng jenis sesuai poto) melalui pihak kacamatan, anu KEDAH di bayar ku desa Rp 2 juta..Naha teu lepat, pangaosna sakitu???

Baca Juga  MUI Sumedang Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila

Padahal desa tos ngadamel obat disinsfektan ( tos di semprotkn), anu biayana jauh lebih murah, pi teu ngirangan efektifitas obatna..

Manawi aya nu tiasa masihan pencerahan??” tulisnya dalam Grup Media Online Sumedang.

Terkait hal tersebut salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Buahdua membenarkan informasi tersebut, namun menurut Kepala Desa yang namanya minta dirahasiakan itu mengklarifikasi bukan Kecamatan tetapi dari pihak kabupaten.

Baca Juga  Terindikasi Covid-19, Ibu-Anak Dijemput Tim PSC 119 di Regol Wetan Sumedang

“Menurut informasi yang saya dengan dari bendahara itu bukan kecamatan. Kecamatan hanya sekadar mengolektifkan saja. Kalau menurut informasi dari Kabupaten dan dikolektif sama pihak kecamatan, jadi tidak hapal kalau itu harus bayar pihak kecamatan juga,” ungkap sang Kades.

Dia pun membenarkan nilai yang harus dibayar sebesar Rp2 juta, uang sebesar itu sebut dia nanti juga diperuntukkan untuk membayar masker sebanyak 2 lusin. Namun desanya sendiri mengaku belum membayar uang tersebut karena belum adanya kejelasan.

Baca Juga  IGI Sumedang Gelar Workshop dan Launching Buku Bunga Rampai

“Tapi da mun diperhetangkeun mah moal seep Rp2 juta,” tandasnya.

Menanggapi hal ini Komisi III DPRD Sumedang, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes, sangat menyayangkan ada pihak yang mencari keuntungan di tengah kesulitan warga. “Cik atuh lah keur usum sulit siga kieu mah ulah ngambil kesempatan dalan kesempitan. 2 juta mah.. atuh kacida. Bari jeung eta teh naon komposisina,” komentar Rahmat. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan