Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Senin, 16 Maret 2020 - 17:21 WIB

Lima Pelaku Pengeroyokan di Angkrek Sumedang Terancam Tujuh Tahun Penjara

Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana, S.IK. M.Si saat menggelar jumpa pers di Mako Polres Sumedang, Jalan Pangeran Gajah Agung No. 48, Bay Pass Sumedang, Senin, 16 Maret 2020.

LIMA PELAKU PENGEROYOKAN DI ANGKREK SUMEDANG TERANCAM TUJUH TAHUN PENJARA: Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana, S.IK. M.Si saat menggelar jumpa pers di Mako Polres Sumedang, Jalan Pangeran Gajah Agung No. 48, Bay Pass Sumedang, Senin, 16 Maret 2020.


SUMEDANG.ONLINE, MAPOLRES (16/3/2020) – Lima orang pelaku aksi pengeroyokan harus menikmati buah dari perbuatannya. Kelimanya terancam tujuh tahun penjara setelah polisi mengenakan pasal 170 KUHP ayat (1) dan ayat (2).

Kelima pelaku itu yakni, JH alias Jek (24), N alias Ila (19), FF alias Madeung (19), AF alias Daus ( 25), PN alias KW ( 23). Menurut Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana, S.IK. M.Si saat menggelar jumpa pers di Mako Polres Sumedang, Jalan Pangeran Gajah Agung No. 48, Bay Pass Sumedang, Senin, 16 Maret 2020 pukul 13.00 WIB. Kelimanya terbukti telah melakukan pengeroyokan terhadap korban benama Cepi berusia 29 tahun, warga Dusun Kamal, RT 03, Rw 03, Desa Kamal, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, di Jalan Angkrek pada 10 Maret 2020. Kini ke lima pelaku harus meringkuk di tahanana Mapolres Sumedang.

Baca Juga  Komisioner KPU Sumedang Datangi Panwaslu, Ini yang Mereka Bicarakan

“Kejadian tindak pidana itu sebelumnya sempat terekam warga yang melintas menggunakan kendaraan roda empat. Kemudian videonya sempat viral di media sosial,” ujar Kapolres Sumedang, AKBP Dwi Indra Laksmana, S.IK. M.Si pada wartawan.

Dari kelima pelaku itu, dijelaskan Kapolres, ada dua kelompok yang terlibat. Satu kelompok yang berhubungan langsung dengan pelaku karena awalnya persoalan sepele saling tatap mata, kemudian terjadi adu mulut dan keributan. Lantas tiga orang dari kelompok lainnya datang karena semula korban disebut maling.

“Dari kedua kelompok itu tidak saling kenal. Awalnya, pelaku yang dua orang. Berikutnya datang pelaku yang tiga orang,” ungkap Dwi.

Baca Juga  Wabup Sumedang: IPPAT Harus Jadi Pemecah Masalah

Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian, berupa, satu unit kendaraan roda dua dengan Nopol Z 4972 CR warna hitam, satu unit Helm merk KYT 2 Vision warna hitam, satu buah jaket warna biru putih bertuliskan XTC, satu pasang sepatu warna coklat merk Ardiles, satu buah baju kaos lengan pendek warna biru dongker bertuliskan PSXWR merk Pro Shop, satu buah celana pendek warna hijau tua merk Panbal, sepasang sandal warna biru dongker merk New Era,  satu buah baju kaos lengan pendek warna biru dongker motif garis merah muda bertiliskan Champion, dan satu buah celana pendek warna hitam merk Denim Good. *FITRI*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Ade Dijerat Kasus Korupsi dan Gratifikasi
Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir meminta pada satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 tingkat desa untuk dapat memantau warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) mandiri di rumahnya masing-masing.

Pilihan Redaksi

Bupati Sumedang Minta Satgas Penangan Covid-19 Desa Pantau Kebutuhan Warga Isoman

FEATURE & OPINI

Wajah Baru Alun-alun Sumedang (Bagian 2)
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir usai menggelar Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan dengan Para Pengusaha UMKM, Perhotelan Supermarket, Pariwisata dan Perdagangan di Pendopo IPP Setda Kabupaten Sumedang. Sabtu, 30 Mei 2020.

Pilihan Redaksi

Pengusaha Sumedang Bandel Saat AKB Bakal Disanksi Tegas, Usahanya Bisa Ditutup

SUMEDANG

Polres Sumedang berhasil razia ratusan botol Miras

Pilihan Redaksi

Hiwapa: Revitalisasi Pasar Terkesan Lambat
Salahseroang Anggota DPRD Daerah Pemilihan Sumedang-5, Asep Kurnia saat melakukan pengawasan di tempat pelayanan pembuatan KTP dan KK di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Senin, 8 Juni 2020.

Pilihan Redaksi

AKB Sumedang, Pelayanan KTP Mulai Dibuka, Dewan Temukan Petugas Tak Dilengkapi APD Memadai

PENDIDIKAN

Sekda: Ulama dan Umaro kudu akur