Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Selasa, 14 April 2020 - 13:07 WIB

Butuh Dana Rp1,5 Juta untuk Memindahkan Satu Makam Terendam Jatigede

Keluarga yang memiliki makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Maleber, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, harus merogoh kocek lebih dalam untuk memindahkan makam keluarga mereka.

KELUARGA YANG MEMILIKI MAKAM DI TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) MALEBER, DESA WADO, KECAMATAN WADO, KABUPATEN SUMEDANG, HARUS MEROGOH KOCEK LEBIH DALAM UNTUK MEMINDAHKAN MAKAM KELUARGA MEREKA. KELUARGA YANG MEMILIKI MAKAM DI TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) MALEBER, DESA WADO, KECAMATAN WADO, KABUPATEN SUMEDANG, HARUS MEROGOH KOCEK LEBIH DALAM UNTUK MEMINDAHKAN MAKAM KELUARGA MEREKA.: Keluarga yang memiliki makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Maleber, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, harus merogoh kocek lebih dalam untuk memindahkan makam keluarga mereka.


SUMEDANG.ONLINE – Keluarga yang memiliki makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Maleber, Desa Wado, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, harus merogoh kocek lebih dalam untuk memindahkan makam keluarga mereka.

Alasannya, karena makam tersebut persis berada di bibir Bendungan Jatigede, dan sudah mulai terendam sehingga untuk proses pemindahan makam-makam tersebut perlu dilakukan penyedotan dengan menggunakan mesin pompa. Total biaya yang harus mereka keluarkan bervariasi hingga mencapai Rp1,5 juta untuk satu makam.

“Satu kali penyedotan 50 ribu, karena airnya banyak. Kalau dua kali 100 ribu, biaya lagi. Total satu kuburan kalau ngga ada airnya Rp1,2 juta. Kalau pakai sedotan 1,5 juta,” ujar Tika warga Pangantingan pada SUMEDANG ONLINE.

Baca Juga  Herman Suryatman : Sumedang, Venue Paralayang Terbaik di Dunia

Ironisnya, mereka belum mendapatkan ganti rugi dari pemerintah untuk pemindahan makam tersebut. “Belum ada penggantian, tapi kan kasihan sudah dekat pisan sama air Jatigede. Makanya kita sekeluarga sepakat untuk memindahkannya ke Kampung Baru,” imbuhnya.

Termasuk sebut dia, tidak ada pemberitahuan dari Pihak Desa Wado, untuk melarang warganya memakamkan keluarga di lokasi itu.

Baca Juga  Peringati HLP, Wabup Sumedang Kecewa ASN Kurang Disiplin

“Tidak ada, kalau ada mah nggak bakalan di sini. Kan suami ibu meninggal tahun 2008, kan belum ada pemberitahuan apakah tanah kuburan ini sudah dibayar atau belum. Terus kemarin ibu saya juga meninggal, baru satu tahun. Nggak ada pemberitahuan juga. Saya kira seluruhnya pemakaman di sini belum dibayar,” jelasnya.

Dia berharap, karena untuk pemindahan itu memakai biaya, sehingga untuk masyarakat kecil jika bisa dia berharap ada penggantian dari pihak pemerintah. *FITRI*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Ini Alasan Tugu Nama Kantor di IPP Sumedang Tanpa Nama Wabup

SUMEDANG

HPN 2020 dan HUT ke-74 PWI, Digelar Doa Bersama

Pilihan Redaksi

PUPR Siapkan Enam Ribu Bag Aspal untuk Tutup Jalan Berlubang di Sumedang

Pilihan Redaksi

Saat Akan Salat Magrib Gudang Bensin Eceran Terbakar

BISNIS

Buruh Elektronik Elektrik di Bekasi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dalam konferensi Pers yang digelar Rabu 25 Agustus 2021.

Pilihan Redaksi

Aksi Geng Motor Brutal di Sumedang Bermodus Balas Dendam

Pilihan Redaksi

Film Dilan 1990 Awali Pembukaan Sumedang XXI Plaza Asia
Perwakilan Ormas melakukan persiapan Apel Siaga Masyarakat Sumedang Tolak RUU HIP.

SUMEDANG

Besok Puluhan Ormas di Sumedang Nyatakan Sikap Tolak RUU HIP