Home / SUMEDANG

Rabu, 29 April 2020 - 23:13 WIB

Camat Tanjungkerta Dibikin Repot Warga Masih Keliaran Alasan Ngabuburit

Camat Tanjungkerta Beni Satriaji

CAMAT TANJUNGKERTA BENI SATRIAJI CAMAT TANJUNGKERTA BENI SATRIAJI: Camat Tanjungkerta Beni Satriaji


SUMDEDANG.ONLINE – Budaya ngabuburit memang menjadi tren saat Ramadan. Waktu menunggu buka puasa kerap dimanfaatkan warga untuk berkerumun disuatu tempat. Hal ini pula yang terjadi di Kecamatan Tanjungkerta, dalam kondisi normal tentu bukan masalah. Namun di saat adanya Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat telah diimbau untuk diam di rumah.

“Kebiasaan masyarakat untuk ngabuburit, itu kan sudah membudaya. Itu yang menjadi kerepotan kami. Kami lakukan untuk mengingatkan mereka. Bahkan sekarang sudah menyepakati, setiap posko baik di tingkat kecamatan maupun desa, sama-sama untuk menanggulangi hal ini. Jadi yang kerepotan kami ini untuk mengendalikan masyarakat,” ujar Camat Tanjungkerta Beni Satriaji pada SUMEDANG ONLINE. Rabu, 29 April 2020.

Baca Juga  Lalin Sumedang-Wado, Buka Tutup

Melihat kondisi itu, pihaknya juga makin gencar melakukan sosialisasi. “Kita terus mengingatkan, sekarang memang sudah ada dampaknya, masyarakat sudah mulai mengurangi yang berkeliaran,” jelasnya.

Padahal sebut dia, Standar Operasional Prosedur (SOP) dari penerepan PSBB, intinya bagaimana mendisiplinkan masyarakat untuk banyak diam di rumah, beraktifitas di dalam rumah.

“Tapi kalau memang kebutuhan masyarakat itu kan tidak selamanya terpenuhi di rumah. Pasti ada kebutuhan yang harus didatangkan dari luar. Seperti harus belanja, harus beli obat, berobat. Itu boleh-boleh saja. Tapi ada ketentuan, apabila aktivitas di luar rumah gunakan masker,” ungkapnya.

Baca Juga  DAFTAR NOMIMATIF PELANTIKAN PEJABAT ADMINISTRATOR ESELON III.A

Lanjut dia, pada saat Sumedang menerapkan PSBB, aktivitas masyarakat memang harus dibatasi. Utamanya diam di rumah. “Tapi andaikata tadi banyak yang mengabaikan, banyak orang berkerumun untuk aktivitas masing-masing, yang tidak karuan bahkan. Itu kan harus diingatkan oleh kita, baik oleh yang bertugas di Posko, masyarakat semua saling mengingatkan,” imbuhnya.

Bahkan pasar tumpah yang kerap ada setiap Hari Senin. Untuk saat ini intensitasnya dibatasi hanya untuk pedagang lokal, itupun yang berjualan sayuran. Dengan jam operasional terbatas mulai pukul 03.00 dini hari hingga 12.00 siang. *IWAN RAHMAT*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

SUMEDANG

PN Sumedang Gelar Sidang Perdana, Berandal Motor

Pilihan Redaksi

Panitia Tari Umbul Dinilai Kurang Siap

KABAR HAJI

Sekda Lepas Jamaah Calon Haji Kloter 65

Pilihan Redaksi

Kapolres Sumedang Ajak Pegiat Medsos Singkirkan Bahaya Radikalisme

Pilihan Redaksi

Banjir depan Kahatek, macet panjang hingga 5 kilometer

Pilihan Redaksi

Longsor, Putuskan Jalur Cipeundeuy-Cimanintin

Pilihan Redaksi

Ini Harapan Pj Sekda Sumedang pada Kegiatan Penyuluhan Kadarkum

Pilihan Redaksi

Abrasi Sungai Cibodas Ancam Tiga Rumah dan Satu Masjid