Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 28 Apr 2020 00:28 WIB ·

Dewan Sebut Pemda Sumedang Dinilai Belum Siap PSBB, Ini Alasannya

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Anggota DPRD Sumedang, H Deden Yayan Rusyanto, saat melakukan inspeksi mendadak ke Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara. Senin, 27 April 2020.

ANGGOTA DPRD SUMEDANG, H DEDEN YAYAN RUSYANTO, SAAT MELAKUKAN INSPEKSI MENDADAK KE KELURAHAN TALUN KECAMATAN SUMEDANG UTARA. SENIN, 27 APRIL 2020. ANGGOTA DPRD SUMEDANG, H DEDEN YAYAN RUSYANTO, SAAT MELAKUKAN INSPEKSI MENDADAK KE KELURAHAN TALUN KECAMATAN SUMEDANG UTARA. SENIN, 27 APRIL 2020.: Anggota DPRD Sumedang, H Deden Yayan Rusyanto, saat melakukan inspeksi mendadak ke Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara. Senin, 27 April 2020.

SUMEDANG.ONLINE – Anggota DPRD Sumedang, H Deden Yayan Rusyanto, menyatakan Pemerintah Kabupaten Sumedang dinilainya belum siap dalam menyelenggarakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu dikatakannya di sela inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah desa/kelurahan termasuk kecamatan yang ada di wilayah Daerah Pemilihan Sumedang 1.

Dikatakan Politisi Partai Golkar, banyak keluhan yang disampaikan berkaitan dengan pemberlakuan PSBB tak hanya dari masyarakat tapi juga dari para petugas.

“Ya saya mah memantau di lapangan itu seperti apa. Sesuai dengan standar operasionanya nggak. Keluhannya banyak, keluhan itu dari masyarakat dari aparat dan petugas itu sendiri. Kalau dari sisi petugas itu siap, semua sudah pada siap. PSBB itu seperti apa, diperiksanya seperti apa. Saya tidak tahu ketidaksiapannya dari sisi apa, apakah dari sisi penganggaran kurang lancar atau bagaimana. Katanya di tiap posko itu tidak ada apa-apa. Kalau menurut saya (Sumedang) belum siap,” tandas Deden usai melakukan Sidak ke Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara. Senin, 27 April 2020.

Meski demikian, Sumedang kandung mengajukan diri untuk pemberlakuan PSBB dan telah disetujui Kementerian Kesehtan, siap tidak siap, Sumedang harus siap.

Baca Juga  Pecahkan Rekor MURI, 1.914 Anggota Bawaslu Dilantik

“Harapannya ya semua harus siap, karena sudah disampaikan dan sudah menjadi berita bahwa PSBB dilaksanakan dari tanggal sekian sampai dengan sekian kan gitu. SOP nya seperti gini, aturannya seperti gini. Tinggal persiapannya sudah siap apa belum? Ternyata di kecamatan-kecamtan lain tidak jauh berbeda. Maksudnya seperti tanjungsari masih rame-rame, ntah apa? Apakah karena masyarakat kecewa yang tadinya masyarakat menunggu bantuan teu datang-datang akhirnya mereka keluar sendiri mencari kehidupan, sesuap nasi. Berbagai macam lah, karena tadi, artinya kita tidak siap,” imbuhnya.

Berkaitan dengan adanya posko-posko pemantauan baik di perbatasan maupun di kewilayahan. Deden justru berpendapat, semesetinya pos-pos itu hanya diperketat di perbatasan saja, agar kehidupan masyarakat tetap normal.

“Saya kira cukup diperbatasan-perbatasan saja, supaya kehidupan bisa berjalan. Saya juga kurang paham, apa yang disebutkan zona merah, sementara di wilayah wilayah seperti yang ada itu kan sudah terisolir. Seperti Kahatex, sudah saja disetop di situ, jangan sampai menyebar kemana-mana. Menurut saya seperti itu. Cuman perlu ketat juga pemeriksaan di situ teh apakah punya anak buah,” bebernya.

Baca Juga  Taufiq Gunawansyah Siap Maju jadi Calon Bupati Sumedang

Menurut Deden, yang saat ini menjadi bola liar yakni berkaitan dengan dampak dari adanya Wabah Covid-19 itu sendiri. Salahsatunya berkaitan dengan kesimpang siuran masalah bantuan yang diterima warga.

“Banyak simpang siur data yang diterima masyarakat dan yang disampaikan dari Gubernur. Yang disampaikan sekian, yang datang sekian. Itu kan jadi permasalahan juga”.

“Itu sebagian koreksi saya yang tengah melakukan pengawasan. Termasuk di posko Check Point juga, kalau dari sisi pengawasan saya lihat kita sudah siap, tiap posko sudah siap. Dan melaksanakannya, cuman kekurangannya seperti masker. Mereka yang tidak memakai masker kita harus siapkan, diberhentikan, dicek suhunya. Jangan sampai di waktu, nanti malah kecolongan. Jadi tiap hari harus dilakukan, tapi dilihat orangnya dulu, yang berboncengan suruh turun, yang tidak pakai masker suruh pakai masker,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Buka Festival Kopi Sumedang, Wabup: Bidik Ekspor ke Mancanegara

26 Oktober 2021 - 17:39 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H. Erwan Setiawan berharap kopi Sumedang makin terkenal bahkan bisa ekspor ke Manca Negara. Hal itu dikatakan Erwan saat membuka Festival Sumedang ke-3 di Kawasan Induk Pusat Pemerintahan Setda Sumedang. Selasa, 26 Oktober 2021.

Sumedang Gelar Pilkades Ditengah Pandemi Covid-19, Wabup Sumedang: Terapkan Protokol Kesehatan Agar Tidak Terjadi Cluster Baru

25 Oktober 2021 - 14:13 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan mengingatkan berbagai pihak untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak 2021, 27 Oktober 2021 saat Apel Kesiapan Pengamanan Tahap Pemungutan Suara pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2021 Tingkat Kabupaten Sumedang di Alun-Alun Sumedang. Senin, 25 Oktober 2021.

750 Personel Polisi Siap Amankan Pilkades Serentak di Kabupaten Sumedang

25 Oktober 2021 - 14:01 WIB

Dari sebanyak 1.200 personel dari Polres Sumedang, 750 diantaranya bakal dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak (Pilkades serentak) di Kabupaten Sumedang pada 27 Oktober 2021.

Naik Singa Depok Desa Tarunajaya, Wabup Erwan Inginkan Kaulinan Barudak Jadi Event Olimpiade

21 Oktober 2021 - 17:40 WIB

Wakil Bupati Sumedang, H Erwan Setiawan saat menaiki singa depok dari Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja pada pagelaran Sadinten Ulin di Sagara Munjul yang menampilkan berbagai kaulinan barudak tempo dulu.

Kenalkan Kaulinan Barudak Tempo Dulu, Desa Sukamenak Gelar Sadinten Ulin di Sagara Munjul

21 Oktober 2021 - 17:12 WIB

Permainan Silat dari Desa Darmajaya, Kecamatan Darmaraja di tampilkan dalam pagelaran Sadinten Ulin di Sagara. Kamis, 21 Oktober 2021.

Manager Sepak Bola PON Jabar Bangga Timnya Lolos 6 Besar

3 Oktober 2021 - 22:14 WIB

Tim Jawa Barat lolos ke babak 6 besar Sepak bola Pon Papua setelah mengalahkan Maluku Utara dengan skor 3-1 di Stadion Mahacandra, Kota Jayapura, Minggu.
Trending di OLAHRAGA