Dishub Sumedang: Tak Ada Alasan Supir Menaikkan Tarif Sepihak

Tangkapan Layar dari Grup Facebook Peduli Sumedang
Tangkapan Layar dari Grup Facebook Peduli Sumedang

SUMEDANG.ONLINE – Warga Sumedang mengeluhkan adanya kenaikan tarif sepihak yang dilakukan oknum supir angkutan umum terutama pada malam hari. Hal itu seperti diungkapkan salahsatu pemilik akun facebook, Encang di Grup Peduli Sumedang.

“Ditengah kondisi keprihatinan seperti ini, saya minta kepada pengemudi angkot jangan menaikan tarif dengan seenaknya! Masa kemarin saya naik angkot 02 dari terminal Ciakar sampai Cimayor minta ongkos 20 rebu, alasannya katanya karena penumpangnya saya sendiri dan sudah malam,” tulis Encang.

Menanggapi hal ini Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Widodo Heru Prasetyawan menandaskan tak ada alasan supir angkutan umum untuk menaikan tarif sepihak walaupun pada malam hari. Karena kenaikan tarif telah ada peraturannya dan ditentukan oleh Pemerintah.

Baca Juga  Bidik swasembada, 40Ha lahan BKPH Ujungjaya ditanami kedelai

“Itu kesewenang-wenangan supir menaikan tarif sendiri, sedangkan tarif kan sudah diatur. Jadi setiap tahun, atau setiap momen tertentu seperti lebaran atau lain sebagainya. Tarif baru diatur ulang,” ujar Widodo ditemui SUMEDANG ONLINE di ruang kerjanya. Senin, 20 April 2020.

Dia tak mengharapkan dengan alasan apa pun supir menaikan tarif sepihak, apalagi disaat Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Menurut Widodo, tak hanya supir angkutan umum yang terkena imbas, namun sektor ekonomi lainnya pun juga terkena.

Baca Juga  Jadi Pillot Project Kopi, SMK PPN Merasa Bernostalgia

“Melalui Organda, tadi pagi juga. Lewat Kapolres juga, orang terkena dampak diantaranya supir angkot itu kan juga mendatkan bantuan sosial. Memang penumpangnya jadi sedikit, tapi dia (supir) termasuk orang yang terkena dampak dari Covid. Dia mendapat jaminan sosial dari Pemerintah, bukan tarifnya yang dinaikkan,” tandasnya.

Disinggung apakah akan ada sanksi dari Dishub untuk oknum supir angkutan umum yang menaikan tarif sepihak. Secara diplomatis Widodo menyebutkan pihaknya akan melakukan pendekatan pada para Supir angkutan umum secara persuasif melalui Organda agar dilakukan teguran.

Baca Juga  KEBERADAAN P2T SUMEDANG, TIDAK JELAS

“Jadi membuat persepsi yang sama bahwa angkutan ini tidak ada kenaikan tarif,” jelasnya.

Meski demikian sebut Widodo, bagi para penumpang yang merasa dirugikan oleh ulah oknum supir angkutan umum mereka bisa melaporkan langsung ke Organda atau Dishub Sumedang melalui bidang angkutan. *IWAN RAHMAT*

REPORTER
: Admin
EDITOR
: Admin
CREDIT FOTO
: Tangkapan Layar dari Grup Facebook Peduli Sumedang
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan