Kades di Sumedang Masih Nunggu Kuota Bantuan dari Pemda

Para kepala desa dan Camat tengah menyimak pemaparan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui teleconfrence di Kantor Kecamatan Cimalaka, Ahad, 19 April 2020. Berkaitan dengan jelang Pembatasan Skala Besar Berkala (PSBB), calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa.
Para kepala desa dan Camat tengah menyimak pemaparan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui teleconfrence di Kantor Kecamatan Cimalaka, Ahad, 19 April 2020. Berkaitan dengan jelang Pembatasan Skala Besar Berkala (PSBB), calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa.

SUMEDANG.ONLINE – Pemerintah Desa hingga saat ini masih menunggu besaran jumlah kuota dari Bantuan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang. Menurut Ketua Apdesi Kecamatan Cimalaka yang juga Kepala Desa Galudra, Sumpena, data tersebut diperlukan karena untuk mengkalkulasi berapa jumlah warganya yang dicover dari bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa.

“Jadi mau tidak mau, kita harus menunggu dulu berapa kuota yang diberikan dari Provinsi, berapa kuota yang diberikan Kabupaten. Nah sisanya mungkin kita berikan dari Dana Desa. Sesuai dengan besaran persentase Dana Desa yang kita terima, walaupun mungkin tidak akan memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat,” ujar Sumpena pada SUMEDANG ONLINE usai menghadiri teleconfrence dengan Pemda Sumedang berkaitan dengan PSBB, calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa di Kantor Kecamatan Cimalaka. Ahad, 19 April 2020.

Baca Juga  Selamat, Sumedang Raih Penghargaan Tingkat Nasional pada Puncak Acara Harganas

Sayangnya sampai hari ini sebut dia, besaran kuota tersebut belum mereka terima.

“Sampai hari ini kita belum tahu berapa besar bantuan yang diterima dari provinsi. Itukan datanya dari DTKS, sementara yang kita ajukan yang non-DTKS yang dari kecamatan. Contoh saya kan mengajukan itu sesuai usulan dari warga masyarakat sebesar 536, upamanya dari provinsi dapat 100 dari kabupaten 50. maka risikonya kita harus menyiapkan dengan uang segitu dengan tiga kali pemberian. Cukup berat juga, memberi kita jadi masalah. Tidak memberi apalagi,” tandasnya.

Baca Juga  Putri Wapres RI Datangi Bupati Sumedang. Ada Apa?

Tak hanya itu sebagai garda paling depan yang bersinggungan dengan masyarakat, dia pun meminta pada para gegeden untuk tidak menyampaikan statemen yang muluk-muluk yang justru nantinya malah berisiko pada kepala desa.

Baca Juga  Dapat Surat Rekomendasi, Yu Nikmati Pesona Jatigede dengan Tetap Jalankan Prokes

“Mohon pada pemerintah daerah juga untuk jangan sampai istilahnya jangan sampai pemerintah memberitakan berita yang manis pada masyarakat, toh hasilnya kepala desa jadi sasaran,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

REPORTER
: Admin
EDITOR
: Admin
CREDIT FOTO
: Para kepala desa dan Camat tengah menyimak pemaparan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui teleconfrence di Kantor Kecamatan Cimalaka, Ahad, 19 April 2020. Berkaitan dengan jelang Pembatasan Skala Besar Berkala (PSBB), calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa.
TERBIT
:

Tinggalkan Balasan