Home / SUMEDANG

Minggu, 19 April 2020 - 23:44 WIB

Kades di Sumedang Masih Nunggu Kuota Bantuan dari Pemda

Para kepala desa dan Camat tengah menyimak pemaparan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui teleconfrence di Kantor Kecamatan Cimalaka, Ahad, 19 April 2020. Berkaitan dengan jelang Pembatasan Skala Besar Berkala (PSBB), calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa.

PARA KEPALA DESA DAN CAMAT TENGAH MENYIMAK PEMAPARAN DARI PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG MELALUI TELECONFRENCE DI KANTOR KECAMATAN CIMALAKA, AHAD, 19 APRIL 2020. BERKAITAN DENGAN JELANG PEMBATASAN SKALA BESAR BERKALA (PSBB), CALON PENERIMA BANTUAN KEMENSOS, BANPROV, KABUPATEN DAN DANA DESA. PARA KEPALA DESA DAN CAMAT TENGAH MENYIMAK PEMAPARAN DARI PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG MELALUI TELECONFRENCE DI KANTOR KECAMATAN CIMALAKA, AHAD, 19 APRIL 2020. BERKAITAN DENGAN JELANG PEMBATASAN SKALA BESAR BERKALA (PSBB), CALON PENERIMA BANTUAN KEMENSOS, BANPROV, KABUPATEN DAN DANA DESA.: Para kepala desa dan Camat tengah menyimak pemaparan dari Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui teleconfrence di Kantor Kecamatan Cimalaka, Ahad, 19 April 2020. Berkaitan dengan jelang Pembatasan Skala Besar Berkala (PSBB), calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa.


SUMEDANG.ONLINE – Pemerintah Desa hingga saat ini masih menunggu besaran jumlah kuota dari Bantuan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sumedang. Menurut Ketua Apdesi Kecamatan Cimalaka yang juga Kepala Desa Galudra, Sumpena, data tersebut diperlukan karena untuk mengkalkulasi berapa jumlah warganya yang dicover dari bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa.

“Jadi mau tidak mau, kita harus menunggu dulu berapa kuota yang diberikan dari Provinsi, berapa kuota yang diberikan Kabupaten. Nah sisanya mungkin kita berikan dari Dana Desa. Sesuai dengan besaran persentase Dana Desa yang kita terima, walaupun mungkin tidak akan memenuhi apa yang diharapkan oleh masyarakat,” ujar Sumpena pada SUMEDANG ONLINE usai menghadiri teleconfrence dengan Pemda Sumedang berkaitan dengan PSBB, calon penerima bantuan Kemensos, Banprov, Kabupaten dan Dana Desa di Kantor Kecamatan Cimalaka. Ahad, 19 April 2020.

Baca Juga  ODP Desa Bongkok Sumedang Terus Berkurang

Sayangnya sampai hari ini sebut dia, besaran kuota tersebut belum mereka terima.

“Sampai hari ini kita belum tahu berapa besar bantuan yang diterima dari provinsi. Itukan datanya dari DTKS, sementara yang kita ajukan yang non-DTKS yang dari kecamatan. Contoh saya kan mengajukan itu sesuai usulan dari warga masyarakat sebesar 536, upamanya dari provinsi dapat 100 dari kabupaten 50. maka risikonya kita harus menyiapkan dengan uang segitu dengan tiga kali pemberian. Cukup berat juga, memberi kita jadi masalah. Tidak memberi apalagi,” tandasnya.

Baca Juga  Uji Coba LPSE Di Disdik Minta Dikaji Ulang

Tak hanya itu sebagai garda paling depan yang bersinggungan dengan masyarakat, dia pun meminta pada para gegeden untuk tidak menyampaikan statemen yang muluk-muluk yang justru nantinya malah berisiko pada kepala desa.

“Mohon pada pemerintah daerah juga untuk jangan sampai istilahnya jangan sampai pemerintah memberitakan berita yang manis pada masyarakat, toh hasilnya kepala desa jadi sasaran,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Sumber Berita: SUMEDANG ONLINE

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Tak Kunjung Didatangi Bupati, Seorang Pedemo Kasurupan
Wakil Ketua DPRD Sumedang, Titus Diah.

Pilihan Redaksi

Muncul Masalah Seksi 1, 2 dan 3 Tol Cisumdawu, Titus Minta Pemkab Duduk Bersama Pihak Terkait

SUMEDANG

Bupati Usulkan UMK 2012 Rp 1.240.000

Pilihan Redaksi

KH. Hasyim Muzadi Wafat, PCNU Sumedang Imbau Sholat Ghoib dan Tahlil

Pilihan Redaksi

Jelang Puncak Hari Juang TNI AD, Ini yang Dilakukan Kodim 0610/Sumedang
Petuga BPBD tengah memecah batu besar dengan martil, dan disemprot dengan air dari petugas pemadam kebkaran.

Pilihan Redaksi

[Longsor Sumedang-Subang] Begini Cara BPBD Memindahkan Batu Besar Tanpa Alat Berat

Pilihan Redaksi

Ini Daftar Lokasi WiFi Gratis Dony Ahmad Munir di Seluruh Sumedang

Pilihan Redaksi

Wabup Bidik 2021 Sumedang Tak Ada Lagi Rutilahu