Menu

Mode Gelap

Pilihan Redaksi · 20 Apr 2020 16:18 WIB ·

#LawanCorona Di Sumedang Orang yang Enam Tahun Meninggal Masih Terima Bantuan

REPORTER: ADMIN | EDITOR: ADMIN

Lurah Regol Wetan, Madhi

LURAH REGOL WETAN, MADHI WHATSAPP IMAGE 2020-04-20 AT 15.57.35: Lurah Regol Wetan, Madhi

SUMEDANG.ONLINE – Di tengah banyaknya warga yang berharap mendapat bantuan Sembako dari Pemerintah. Justru orang yang telah meninggal enam tahun lalu di Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan masuk dalam data dan menerima bantuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh bantuan dikirim malam hari sekira pukul 20.30 melalui ekspedisi POS Indonesia. Bantuan berupa sembako dan uang tunai sebesar Rp150 ribu.

Dikonfirmasi terkait hal ini Lurah Regol Wetan, Madhi membenarkan, namun pihaknya tak mengetahui kenapa nama Sartika yang telah meninggal enam tahun lalu justru masuk sebagai penerima bantuan. Ironisnya data terbaru yang diajukan kelurahan , hingga saat ini belum ada yang masuk.

Baca Juga  Selamat, Enam Ratus CPNS Dikukuhkan Jadi PNS

“Itu mah orang sudah meninggal, sudah enam tahun yang lalu,” ucap Lurah Regol Wetan, Madhi saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE di ruang kerjanya. Senin, 20 April 2020.

Pihak Kelurahan sendiri tak mengetahui jika nama Sartika masuk dalam pendataan pemberian bansos tersebut. Lurah mengaku aneh, karena nama dimaksud sudah dicoret dari penerima bantuan karena sudah meninggal namun lucunya justru mendapatkan bantuan dan diantarkan oleh PT POS Indonesia.

“Bukan data yang sekarang, itu mah data Enam tahun yang lalu. Lagian tidak ada konfirmasi ke kelurahan, harusnya sebelum ada pengiriman paket itu. Harusnya ada konfirmasi orang ini masih ada tidak. Itu tidak ada konfirmasi sama sekali,” ungkapnya.

Baca Juga  Mulai 18-31 Maret, ASN di Sumedang Berkesempatan Kerja dari Rumah

Bahkan sebut dia, Tahun 2018 juga sudah ada validasi data langsung didamping pendamping PKH. “Tahun 2018, itu ada validasi data dari PKH langsung sama pendampingnya terjun langsung ke lapangan. Berarti kalau nama itu masih masuk itu data lama, sebelum tahun 2018,” jelasnya.

*IWAN RAHMAT*

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Pasca Insiden Unras, 135 Anggota Ormas GMBI Asal Sumedang Kena Sanksi Wajib Lapor

28 Januari 2022 - 17:58 WIB

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat memberikan arahan pada 135 anggota GMBI Sumedang di Mapolres Sumedang. Jumat, 28 Januari 2022.

Disparbudpora dan DPMPTSP Sosialisai OSS ke Pengelola ODTW di Sumedang

27 Januari 2022 - 17:25 WIB

Sebanyak 25 pengelola object daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Sumedang mendapat sosialisasi Online Single Submission (OSS). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) dan DPMPTSP Kabupaten Sumedang di Objek Wisata Pangjugjugan Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan. Kamis, 27 Januari 2021.

Truk Hilang Kendali Seruduk Kendaraan Lain di Kawasan Cimanggung

24 Januari 2022 - 22:43 WIB

Tabrakan beruntun terjadi di jalur Bandung-Garut tepatnya di kawasan Kecamatan Cimangung, Kabupaten Sumedang Jawa barat, sekira pukul 19.30. Senin, 24 Januari 2021.

Besok, Tol Cisumdawu Seksi 1 Mulai Dibuka

24 Januari 2022 - 22:32 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan Jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) Seksi 1 ruas Cileunyi-Pamulihan, Senin (24/1/022).

Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Seorang Meninggal Dunia

22 Januari 2022 - 18:44 WIB

Satu keluarga tertimbun tanah saat longsor terjadi di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sabtu, 22 Januari 2022.

Diduga Rem Blong, Truk Angkut Pasir Seruduk Bangunan SDN Cibeureum 4

20 Januari 2022 - 17:29 WIB

Sebuah Truk Angkut Pasir diduga rem blong sehingga harus menimpa ke sebuah ruangan Sekolah Dasar Negeri Cibeureum 4 Desa Cibeureum kulon Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.
Trending di SUMEDANG